6:52 AM
Jember - HTI DPD Jember kembali melakukan aksi damai. Aksi ini dilaksanakan untuk menunaikan kewajiban mengoreksi penguasa yang telah menaikkan harga BBM, pada hari Selasa, 18 November 2014.

Puluhan aktivis HTI ini melakukan aksi didepan Gedung DPRD Jember pada pukul 15.00 WIB. Tampak puluhan aktivis HTI mengikuti acara ini, walaupun sebelumnya sempat turun hujan.

Teriakan takbir membahana di depan gedung DPRD Jember, sambil diiringi teriakan yel-yel "Salam Dua Jari, Jokowi Bohong Lagi... | Salam Gigit Jari, Demokrasi Pasti Mati... | Salam Kepalkan Jari, Khilafah Pasti Tegak Kembali..."

Dalam aksi ini Mereka menuntut agar pemerintah segera meninggalkan hukum kufur yang menelurkan kebijakan yang menyengsarakan rakyat dan kembali pada hukum Islam dalam naungan Khilafah.[]

















10:02 PM
KabarNet: Peran media sebagai penyampai atau pembawa berita sangat besar pengaruhnya dalam membawa opini publik terhadap satu masalah. Misalnya saja peran media dalam memberitakan Front Pembela Islam (FPI), yang sangat tidak berimbang, telah membawa citra FPI tampil tidak seperti wujud aslinya. 
Pemelintiran berita di media telah membuat masyarakat seolah alergi dengan FPI terlebih dengan tidak pernah dimuatnya berita positif tentang FPI.
Sewajarnya media harus FAIR, jangan hanya menayangkan FPI terkait Kasus Monas, Kendal dan Lamongan, tapi tampilkan juga sejumlah kegiatan sosial yang dilakukan oleh relawan FPI. Misal, saat FPI mengevakuasi 70 ribu hingga 100 ribu mayat pasca Tsunami di Aceh, Aksi kemanusiaan FPI di lokasi Banjir, Kebakaran Jakarta, Gempa Padang, Letusan Merapi Yogya, Longsor Leuwi Gajah, Air Bah Morowali, Jebolnya Tanggul Tangerang, meredah kerusuhan Mbah Priok, dan sebagainya.
Bahkan saat FPI bekerjasama dengan Kemensos RI secara nasional dalam Program BEDAH KAMPUNG tak pernah ada beritanya. Sudah berapa ribu rumah rakyat miskin di puluhan kampung yang DIBEDAH di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, Gresik, dan sebagainya.
Termasuk kerjasama FPI dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyah kepada Islam. Sudah berapa ribu jemaat Ahmadiyah yang taubat masuk Islam, di Tenjo Waringin Tasik saja ada 800 Warga Ahmadiyah yang sudah kembali ke Islam. Tak hanya itu, sejumlah Pemda di berbagai Daerah bekerjasama dengan FPI dalam berbagai program: Kebersihan Lingkungan, Penyuluhan Kesehatan, Pemberantasan Hama Pertanian, Penghijauan Lahan Gundul, dan sebagainya.
KabarNet berhasil mendapatkan dokumentasi kegiatan FPI dari Markas Besar FPI di Jakarta. Menurut H. Hasan salah satu pengurus FPI yang ditemui KabarNetmenuturkan, dokumentasi itu tersimpan sebagai arsip organisasi dan tidak pernah diniatkan untuk dipublikasikan. Semboyan FPI adalah membantu untuk mengharap ridha Alloh Ta’ala bukan untuk mencari popularitas. Setiap anggota FPI telah memahami hal ini sehingga bakti yang mereka lakukan hanya karena Alloh Ta’ala semata. Tentu sangat miris bila media selalu berat sebelah dalam memberitakan FPI dan menutup mata terhadap kegiatan positif yang dilakukan FPI.
Berikut ini adalah foto-foto kegiatan sosial FPI di berbagai tempat di Sumatera Barat yang tak pernah diliput media. KabarNet akan memuat kegiatan tersebut secera bertahap berdasarkan lokasi aksi sosial FPI.

TIDAK dilarang keras mengambil maupun menyebarluaskan semua foto-foto di atas. Salam KabarNet. 

[www.globalmuslim.web.id]

8:04 AM
 Aktivis yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengusung spanduk dan poster berjalan kaki menuju kantor DPRA saat aksi menolak liberalisasi migas dan kenaikan bahan bakar minyak di Banda Aceh, Jumat (7/11). (Antara/Ampelsa)
JAMBI -- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). HTI juga menawarkan solusi kepada Jokowi-JK soal pengelolaan Bahan Bakar Minyak (BBM), gas dan sumber daya alam lainnya, yakni pengelolaan dengan syariat Islam.

Tawaran itu disampaikan Ketua DPD 1 HTI Jambi Rahman saat menggelar aksi demo menolak kenaikkan BBM di depan gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (12/11).

Saat demo, salah satu orator HTI meneriakan bahwa menakikan harga BBM dan kebijakan apapun yang bermaksud untuk meliberalkan pengelolaan BBM merupakan kebijakan yang bertentangan dengan syariat Islam.

Migas serta kekayaan alam yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan barang milik umum yang pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat, sebab itu kebijakan kapitalistik yang menyengsarakan rakyat itu harus segera dihentikan.

"Sebagai gantinya, Migas dan SDA lain dikelola sesuai dengan tuntutan syariah untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat, baik muslim maupun non muslim. Tolong ini disampaikan ke Jokowi-JK," katanya.

Dalam orasinya, HTI Jambi juga menyatakan bahwa wacana pemerintah menaikkan harga BBM adalah kebijakan zalim yang akan menyengsarakan rakyat, sementara hasil penghematan tidaklah sebanding dengan penderitaan yang dialami seluruh rakyat.

Selain itu, menaikkan BBM adalah kebijakan khianat, sebab kebijakan menaikkan harga BBM sesungguhnya tidak lain untuk menyukseskan liberalisasi sektor hilir (niaga dan distribusi) setelah liberalisasi sektor hulu (eksplorasi dan eksploitasi) sempurna dilakukan.

Tidak hanya itu, HTI juga mengingatkan pemerintah bahwa menaikkan BBM di tengah kesulitan hidup seperti sekarang ini bisa mendorong timbulnya gejolak sosial akibat tekanan ekonomi yang tak tertahankan oleh puluhan juta rakyat miskin.
[www.globalmuslim.web.id]

7:59 AM


Prasetyo Edi MarsudiJakarta – RAPAT gabungan Pimpinan Fraksi DPRD DKI Jakarta membahas pengumuman Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta berlangsung panas. Pasalnya, fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) di DKI Jakarta memprotes rencana Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi yang ingin mengumumkan Ahok sebagai Gubernur DKI esok hari.
“Rapat pimpinan gabungan, hasilnya kita memutuskan dua poin. Pertama kita melayangkan surat ke Mahkamah Agung (MA) menanyakan masalah ini. Kedua pimpinan dewan, lima orang (satu ketua dan empat wakil) akan bekonsultasi ke MA,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI, dari Fraksi Demokrat, Ferrial Sofyan, dalam rapat gabungan yang digelar di Gedung DPRD DKI, Kamis (13/11/2014) seperti dilansir okezone.com.
Wakil Ketua DPRD DKI lainnya dari Fraksi PKS, Triwisaksana, memperkuat pernyataan Ferrial. Menurut Triwisaksana, tidak perlu khawatir untuk menunggu hasil konsultasi dari MA dan menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan Ahok sebagai orang nomor satu di Jakarta. “Memang terjadi perbedaan pendapat, tapi dimensi politik ini ada dalam koridor hukum. Kita tidak boleh sewenang-wenang menafsirkan Perpu nomor 1 tahun 2014. Oleh karenanya kita konsultasi ke lembaga negara yang berwenang yaitu MA,” ujar pria yang akrab disapa Bang Sani itu.
Mendapat protes dari para wakilnya, Prasetyo mengatakan, konsultasi dengan MA tetap akan berjalan, namun di sisi lain, surat dari Kemendagri harus mendapat respons cepat. “Memang pada saat itu di lantai sembilan (Gedung DPRD DKI), ada putusan bahwasannya kita mendapat surat dari Kemendagri terus berjalan, dan konsultasi dengan MA juga berjalan. Kita ini ada untuk mensejahterakan masyarakat Jakarta. Jangan sampai persoalan Jakarta jadi infotainment,” kata Prasetyo.
Sebab itu, politikus PDI Perjuangan itu pun ngotot pada putusan semula. Jumat, 14 November 2014, DPRD DKI akan mengumumkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dan ia pun menegaskan bahwa pada jajaran DPRD DKI tidak mengenal Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat, yang ada hanya Koalisi Kebon Sirih untuk memajukan Jakarta.
“Saya selaku Ketua memutuskan. Pada hari Rabu kemarin setelah kita rapat. Saya cari Pak Ferrial dan Pak Sani enggak ada di tempat saat saya mengundang untuk konsultasi ke MA tapi enggak ada. Tugas kita di sini, kita tahu. Ini kita bisa komuunikasi, kalau pikiran pendek enggak ada gunanya kita disini. Mohon maaf para pimpinan,” kata Prasetyo.
Kalau tidak sependapat, tambah Prasetyo, silakan ambil jalur hukum. Kalau gerak sana dan sini. Masyarakat pendapatnya apa. Karena itu dirinya selaku Ketua DPRD DKI Jakarta mengambil tindakan tegas dengan memutuskan besok rapat paripurna pukul 10.30 WIB untuk mengumumkan saudara Ahok sebagai Gubernur.
Menurut Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Demokrat Ferrial Sofyan, sikap yang diambil Prasetyo menunjukkan keinginan adu kuat di jajaran Wakil Rakyat Kebon Sirih “Mau kuat-kuatan? Enggak bisa. Enggak bisa kita contoh seperti DPR. Mau dibilang apa sama seluruh masyarakat,” kata Ferrial usai rapat pimpinan di Gedung DPRD DKI, Rabu (13/11/2014).
Ferrial yang menjabat Ketua DPRD DKI selama lima tahun pada periode 2007-2012 mengatakan, pada era kepemimpinannya, ia tak pernah menabrak aturan yang berlaku. “Saya sudah lima tahun jadi ketua dan tidak pernah melakukan itu, main ketok palu saja. Di sini ada peraturannya. Lalu Demokrat paling banyak pada periode yang lalu, saya juga enggak sewenang-wenang seperti itu,” kritiknya.
Ditambahkan Ferrial, keputusan yang diambil Prasetyo telah melanggar tata tertib DPRD DKI. Dalam setiap putusan harus mendapat persetujuan dari pimpinan, tidak bisa diambil oleh ketua seorang. “DPRD itu harus kolektif kolegial. Ada satu Ketua dan empat wakil ketua. Jadi, tidak bisa diputuskan sepihak oleh ketua saja,” tegasnya. (crn)
[www.globalmuslim.web.id]

7:56 AM


arbiJakarta - PENOLAKAN rencana kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh Fraksi PDI P di DPR tak berarti membela rakyat. Bahkan, apa yang dilakukan PDIP itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Demikian penilaian pengamat politik Arbi Sanit terhadap partai pimpinan Megawati Soekarnoputri. “Presiden Jokowi dan PDIP itu pengkhianat rakyat. PDIP di DPR tidak usah bersandiwara pura-pura mbelain rakyat,” tegas Arbi Sanit, Rabu, 5 November 2014.
PDI P dan koalisinya adalah pengusung Jokowi dan JK pada pilpres Juli 2014 lalu. Jokowi-JK dan partai pendukungnya berjanji untuk menyejahterakan rakyat jika memenangkan pilpres. Nyatanya, kata Arbi, pemerintahan Jokowi-JK justru membuat kebijakan yang memberatkan rakyat. Arbi menambahkan, Presiden Jokowi dan PDIP mestinya berpikir keras mencari solusi agar subsidi tidak dicabut dari rakyat. “Ini belum apa-apa sudah mau menaikkan harga BBM, lalu apa bedanya dengan presiden terdahulu?,” lanjut Arbi.
Subsidi yang diberikan pemerintah kepada rakyat terkait dengan kenaikan harga BBM dinilai Arbi tidak sebanding dengan lonjakan harga setelah kebijakan tersebut dilakukan. Kebijakan itu pun pernah dilakukan pemerintahan SBY dan dikritik keras oleh PDIP.
Pensiunan dosen FISIP UI ini juga mengkritik Fraksi PDIP yang pura-pura membela rakyat dengan menolak kenaikan harga BBM. “Kalau menolak itu mestinya dilakukan oleh partai oposisi, bukan partai pendukung presiden,” ujar Arbi seperti dikuti piyunganonline.
Pernyataan keras Arbi Sanit ini terkait pernyataan Effendi MS Simbolon, anggota DPR dari Fraksi PDI P yang menolak rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Dia menuding pemerintah, khususnya menteri- menteri ekonomi tidak memiliki semangat membangun kemandirian bangsa. “Saya meragukan Sofyan Djalil, Rini Soemarno, dan Sudirman Said punya semangat Trisakti,” kata Effendi.(crn/caberawit news, )
[www.globalmuslim.web.id]

7:53 AM

bapak Eduardo
SEORANG pendeta Katolik yang telah koma selama 17 bulan menyatakan dirinya masuk Islam. Ia menyatakan bahwa pada saat koma ia mendengar Allah berbicara kepadanya dan menunjukkan keindahan langit.Pendeta yang kini berusia 87 tahun ini berasal dari Spanyol. Ia tinggal dan berkhotbah di pulau Jawa selama lebih dari 43 tahun yang lalu. Tak heran masyarakat menjadikan ia sebagai tokoh yang cukup dihormati.
“Saya tidak tahu apa-apa tentang Islam. Pernah sekali saya baca Quran tapi Tuhan berbicara kepada saya dan meminta saya untuk mengikutinya ke langit dan cahaya suci bersinar melalui seluruh diri saya dan melihat gerbang emas surga muncul di hadapan saya dan Tuhan menyebutkan namanya ialah Allah,” cerita Eduardo saat ditanya oleh wartawan dari Kalimantan Press.
Beruntung ia tidak mengalami cedera tulang belakang dan dapat berjalan normal dengan segera. Dokter yang menanganinya di Metropolitan Medical Centre Jakarta Selatan cukup heran dengan hal ini. Pasalnya pendeta tersebut jatuh dari atap gedung yang berlantai dua, sedang pendeta tersebut tidak mengalami cedera parah.
Sebagian besar pengikutnya terkejut ketika mengetahui keislaman Eduardo. Dan tak sedikit dari pengikutnya yang mulai tertarik untuk memeluk Islam.
“Jika Allah adalah Allah yang benar, saya tidak ingin disesatkan pada hari penghisaban nanti. Saya percaya Bapak Eduardo. Kita semua percaya padanya,” jelas salah satu pengikutnya. [irma/islampos/islamicnewsdaily]
Redaktur: Irma Muslihat[www.globalmuslim.web.id]
Powered by Blogger.