'Pabrik' Narkoba di Cipinang Milik Freddy Budiman

171652_freddynarkoba.jpg (460×440)Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap temuan alat dan bahan pembuatan narkotika di LP Narkotika Cipinang, Jakarta. Hasilnya, 'pabrik' tersebut merupakan milik Freddy Budiman, gembong narkoba 1,4 juta butir pil ekstasi yang divonis mati dua kali.

"Kesimpulan dari pemeriksaan internal terbukti bahwa barang hasil penggeledahan di Lapas Narkotika Cipinang adalah barang pembuat prekusor narkotika dan barang tersebut adalah benar milik Freddy Budiman," kata Amir.

Hal itu disampaikan Amir dalam acara ekspose hasil investigasi internal tentang temuan adanya 'pabrik' sabu di Lapas Narkotika klas II Cipinang di Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Kamis (15/8/2013).

Amir mengatakan barang tersebut dititipkan Freddy kepada narapidana bernama Cecep Setiawan alias Asiong sebelum Freddy dipindah ke Nusa Kambangan. Kemudian Asiong memindahkan bahan-bahan pembuat sabu itu ke gudang pertukangan.

"Asiong yang dibantu oleh Wilson memindahkan barang-barang ke gudang pertukangan di gedung Balai Latihan Kerja," ujar Amir.

Barang-barang tersebut masuk ke Lapas melalui Freddy Budiman saat menerima kunjungan dan kiriman paket dari rekan Freddy. Salah satu napi narkoba TLG yang saat ini ditahan di Mabes Polri mengaku menjadi kurir dari Freddy untuk pihak luar atas nama M.

"Terbukti dalam lapas narkotika memang ada pembuatan sabu-sabu," ucap Amir.

Dalam sidak yang dilakukan Menkum dan Dit Narkoba Mabes Polri di LP Narkotika Cipinang pada 6 Agustus lalu ditemukan sebuah pabrik pembuatan narkoba di dalam Lapas. Beberapa pihak termasuk pegawai Lapas dan napi diduga terlibat dalam kasus ini.

[www.globalmuslim.web.id]