Jamaah Ikhwan dan Koptik Mesir?


Tentu Natal tahun ini, bagi Kristen Koptik di Mesir terasa lain, sebab perayaan Natal ini, dihadhiri sejumlah tokoh terkemuka Jamaah Ikhwan. Inilah perubahan yang benar-benar nyata dalam sejarah hubungan Kristen Koptik - Jamaah Ikhwan.
Delegasi tingkat tinggi dari Jamaah Ikhwan tiba di Katedral yang dipimpin oleh Wakil Mursyid 'Aam Jamaah Ikhwanul Muslimin, Dr Mahmoud Ezzat, yang mewakili Mursyid 'Aam Mohammad Badie, yang berhalangan hadhir, dan sedang menikahkan putrinya pada hari yang sama.
Selain, Dr. Mahmoud Ezzat, ikut hadhir termasuk Sekretaris Jenderal Jamaah Ikhwanul Muslimin, Dr Mahmoud Hussein. Dalam rombongan ikut anggota Maktabul Irsyad diantaranya, Dr Abdul Rahman Al-Bar, dan Dr Mahmoud Abu Zeid, dan mewakili Komite Ekskutif Kebebasan Wartawan Mohamed Abdul Quddus.
Bersama dengan Dr. Mahmoud Ezzat, ikut hadhir di dalam acara Natal itu, Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan Dr Mohamed Morsi, dan Sekretaris Jenderal Partai Kebebasan dan Keadilan, Dr Saad Katatni, diantara para delegasi Jamaah Ikhwanul Muslimin, yang hadhir di Katedral.
Setelah memberi selamat kepada Paus Shenouda III, Ezzat menegaskan : "Sepanjang sejarah Mesir, antara Muslim - Kristen telah berpartisipasi dalam pembangunan bangsa, dan mengabaikan perbedaan agama. Sayangnya rezim Mubarak, mencegah golongan Muslim - Kristen melakukan interaksi positif yang penuh kesabaran dan semangat. Islam menahbiskan bahwa rahmat dan saling menghormati antara semua agama ilahi, seharusnya dapat hadir di negara ini ", ujarnya.
Mahmoud Ezzat menekankan: "Setelah revolusi, kebaikan yang tulus dari rakyat mengemuka ke permukaan bersama dengan Jamaah Ikhwanul Muslimihn, kita memperluas keinginan bersama, yang paling hangat dalam persaudaran dengan golongan Koptik, pada hari kelahiran Nabi Isa (saw)", tambah Ezzat.
Delegasi Jamaah Ikhwanul Muslimin dan Partai Kebebasan dan Keadilan, juga megunjungi Gereja Margergus di UtaraKairo pada Sharabeya menyampaikan ucapan hangat bagi orang-orang Koptik yang sedang merayakan hari Natal.
Pastor Antonius dan pemimpin politik Koptik Saad Sawiris dari Partai Tagammu bersama dengan Helmy Mufid dari pemuda Gereja dan anggota komite populer di Sharabeya menerima delegasi bersama dengan perwakilan gereja lain.
Di Indonesia ulama, Buya Hamka, yang saat itu menjadi Ketua MUI, menolak acara Natal bersama, dan mengucapkan Natal, kemudian memilih mengundurkan diri dari Ketua MUI, saat Menteri Agama Alamsyah Ratuprawiranegara, menginginkan agar Buya Hamka mencabut fatwanya, yang melarang Natal bersama. Kenanglah Buya Hamka. (mh/ikhwb)