190744_507020662653757_879290725_n.jpg (900×675)Menjelang malam pergantian tahun, puluhan hotel melati di Jakarta dipenuhi pasangan muda-mudi yang menghabiskan malam. Hampir semua kamar hotel melati sudah penuh dibooking. Seperti yang terlihat di Hotel Pharmin dibilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kamar hotel tersebut sudah penuh dipesan tamu sejak kemarin.
"Sudah penuh sejak kemarin dipesan," ujar karyawan Hotel Pharmin yang tidak mau disebutkan namanya ketika ditemui di Jakarta, Senin (31/12/2012).
Menurutnya, penghuni hotel didominasi oleh pasangan muda-mudi. Namun, beberapa orang dewasa juga terlihat memesan kamar. Harga kamar di hotel tersebut juga melonjak 100 persen. Ada lima jenis kamar hotel, baik yang memakai AC maupun kipas angin.
"Kamar yang paling bagus kelas A, harganya Rp330 ribu dilengkapi AC dan TV, ini untuk malam tahun baru, sedangkan pada malam biasa kelas tersebut hanya Rp165 ribu dilengkapi kipas angin. Kamar yang terendah adalah kelas E harganya Rp155 ribu kalau hari biasanya Rp77 ribu," paparnya.
Harga tersebut hanya untuk penginapan dan makan pagi. Tidak seperti hotel berbintang lainnya, semua hotel melati tidak mempunyai acara pada puncak malam pergantian tahun. "Kita tidak ada acara apa-apa, hanya untuk nginap saja," jelasnya.
Sementara itu, sepasang anak muda tampak kecewa ketika mendengar kamar hotel telah penuh. Dia mengaku beberapa hotel melati yang didatanginya telah penuh.
"Iya mas, saya sudah cari keliling-keliling sudah penuh semua," ujarnya dengan menggerutu.
(okezone/31/12/12/
www.globalmuslim.web.id)

 http://sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/71636_514469138584379_1317264343_n.jpg

Inilah Masalah Kita Bersama | Inilah Akibat Sesat Pikir Menkes | Ide Ngawur ‘ Kondomisasi’ & ‘Pacaran Sehat

>> Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2009 pernah merilis perilaku seks bebas remaja dari penelitian di empat kota yakni Jakarta Pusat, Medan, Bandung, dan Surabaya hasil yang didapat sebanyak 35,9% remaja punya teman yang sudah pernah berhubungan seksual sebelum menikah.

>> Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek telah berhubungan seks pranikah. "Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan,"

>> Data BKKBN mengenai estimasi aborsi di Indonesia per tahun mencapai 2,4 juta jiwa, sebanyak 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja. "Dari 2,5 jutaan pelaku aborsi tersebut, 1 - 1,5 juta di antaranya adalah remaja.

>> Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2008-2009, menyebutkan dari 40 ribu sampai 70 ribu pekerja seks komersial (PSK) di Indonesia.

>> Dari total kasus HIV/AIDS di Indonesia yang dilaporkan pada 1 Januari-30 Juni 2012 tercatat sebanyak 9.883 kasus HIV dan 2.224 kasus AIDS, dengan 45 persen di antaranya diidap oleh kaum muda.

LALU, masihkah kita berharap pada sistem dan orang yang bobrok ini?
Saatnya berpikir untuk memilih sistem yang sudah terbukti dan teruji.
Saatnya beralih ke sistem ‘bikinan’ Allah, Sistem Islam #SyariahDanKhilafah.

[@LukyRouf on Twitter | facebook.com/LukyBRouf | lukyrouf.blogspot.com | BB: 2a292b89]
[www.globalmuslim.web.id]

Satu Lagi, Kebohongan Yang Dituduhkan Kepada Hizbut Tahrir Tentang Penandatanganan Mitsaqul ‘Amal Liiqamatil Khilafah

https://fbexternal-a.akamaihd.net/safe_image.php?d=AQC8R_XKTr_CIbWQ&w=155&h=114&url=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-iPfmXGF4M-M%2FUN1a4lWafCI%2FAAAAAAAAas8%2FcIce_ld4FF4%2Fs72-c%2Fpenjelasan-kabar-bohong.jpgKurang-lebih sebulan terakir, sebagian Syabab HT menginformasikan adanya beberapa kelompok perlawanan di Suriah yang menandatangani komitmen perjuangan untuk mendirikan negara khilafah (mitsaqul ‘amal liiqamati daulatil khilafah). Kemudian, belakangan, ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa informasi yang dilansir oleh para syabab HT tersebut  adalah berita bohong, dan bahwa konfirmasi kebohongan berita itu dinyatakan oleh HT Suriah sendiri. Mereka menyatakan bahwa para syabab telah berdusta atau menyebarkan berita dusta (lihat tulisannya di sini atau di sini)
Berita tentang kebohongan penandatanganan tersebut mengacu kepada surat permintaan maaf admin fanspage “hallul Ummah al-khilafah” (yang dilampiri oleh surat teguran dari al-Maktab al-i’lamiy HT Suriah kepada admin fanspage “Daulah al-khilafah al-islamiyah qariban biidznillah”) yang kemudian -pernyataan maaf admin itu- dianggap/disangka sebagai bagian dari surat resmi dari HT Suriah.
Siapa saja yang mencermati masalah surat teguran HT Suriah kepada admin fanspage “Daulah al-khilafah al-islamiyah qariban biidznillah”, maka akan tampak nyata bahwa berita yang disebar oleh mereka yang membantah adanya penandatanganan mitsaqul ‘amal liiqamatil khilafah itu adalah bohong dan penuh kedustaan. Sebaliknya, penandatanganan mitsaqul ‘amal liiqamatil khilafah oleh beberapa brigade tersebut adalah benar dan nyata adanya. Setidaknya kami melihat empat kedustaan yang nyata dari tulisan yang telah menuduh para syabab melakukan kebohongan itu. Mereka menuduh para syabab bahwa mereka telah berdusta, namun tuduhan mereka itu dilumuri dengan berbagai kedustaan berikut:

Kedustaan Pertama

Dusta bahwa HT Suriah telah membantah Situs-situs HT lain tentang adanya kelompok perlawanan yang berkomitmien untuk menegakkan khilafah bersama HT.
Kebohongan pertama ini terpampang pada judul: “kesepakatan iqamatul khilafah antara ht dan mujahid adalah kedustaan, hal dibantah sendiri oleh ht suriah”. Juga ditulis dalam pengantar terjemahan pengumuman, “Setelah klaim adanya beberapa brigade jihad di Syiria yang menyepakati Negara Khilafah dan dirujuk berbagai situs dan web HT dunia, ternyata DIBANTAH MENTAH-MENTAH oleh HT Syiria “
Dari pernyataan di atas, seolah-olah ada ketidak-sinkronan antara “HT Dunia” (?) dengan HT di Suriah. Situs-situs “HT dunia” (?) menampilkan berita tentang penandatanganan mitsaqul ‘amal li-iqamatil Khilafah oleh beberapa brigade, tapi HT Suriah justru membantah berita tersebut. Komentar saya: maka ketahuilah bahwa pernyataan tentang HT suriah yang membantah “HT Dunia” itu adalah bohong.
Alasannya karena penandatanganan Mitsaqul ‘Amal li-Iqamatil Khilafah bersama HT oleh beberapa brigade itu merupakan peristiwa yang benar-benar terjadi dan dipublikasikan oleh situs resmi HT, yakni situs al-Maktabul I’lamiy al-markaziy (kantor penerangan pusat) (lihat video penandatanganan mitsaq di situs resmi HT di sini). Sementara dalam surat teguran-nya kepada admin fanspage “Daulah Khilafah- Qariban bi-idznillah” tersebut, HT Suriah itu justru menekankan kepada admin untuk hanya merujuk kepada situs-situs resmi HT, salah satunya adalah situs al-maktab al-i’lamiy al-markaziy yang memuat berita penandatanganan mitsaq tersebut. Lantas bagaimana mungkin HT Suriah memerintahkan admin untuk merujuk situs HT Pusat namun pada saat yang sama justru membantah apa yang dipublikasikan dalam situs itu??? Tentu tidak mungkin. Jadi bohong besar kalau HT Suriah dikatakan membantah adanya penandatanganan mitsaq tersebut.
Kebohongan itu akan lebih kentara lagi kalau kita membuka situs resmi HT Suriah, karena ternyata dalam situs tersebut sampai saat ini juga masih dimuat video tentang penandatanganan mitsaqul ‘amal li-iqamatil khilafah oleh beberapa brigade (lihat di sini). Berita tentang penandatanganan mitsaqul ‘amal li-iqamatil khilafah dan daftar siapa-siapa saja yang menandatanganinya juga dimuat dalam fanspage resmi HT Suriah di facebook (lihat di sini; lihat juga di sini). Jadi saya tidak paham bagaimana jalan pikiran orang yang menulis komentar itu sehingga bisa menyimpulkan bahwa HT Suriah membantah apa yang publikasikannya sendiri???
Duduk Perkara:
Jika HT Suriah tidak membantah adanya penandatanganan mitsaq tersebut, Lantas apa yang sebenarnya dibantah oleh HT Suriah? Jawabnya: Siapa saja yang melihat dan mencermati surat HT Suriah kepada admin fanspage plus gambarnya (lihat di sini) maka dia akan tahu bahwa yang dibantah oleh HT Suriah adalah sebuah berita yang baru saja diposting dan disebar oleh admin fanspage “Daulah Khilafah- Qariban bi-idznillah” yang mengabarkan bahwa ada tujuh kelompok baru yang ikut menandatangai mitsaqul ‘amal li-iqamatil khilafah. Kelompok 7 baru itu bisa dibaca pada gambarnya, yaitu : (1) Liwa’ul Habibil Musthafa, (2) Kata’ib Ahrarisy Syam, (3) Katibah al-Faruq, (4) Liwa’ul Haq, (5) Liwa’ut Tauhid, (6) Tajammu’ Ansharil Islam, dan (7) Liwa’ul Islam.
Nah, berita yang mengabarkan bahwa ke-7 kelompok ini ikut menyusul menandatangani Mitsaqul ‘Amal li-Iqamatil Khilafah bersama HT itulah yang salah. KEsalahan admin yang menyebar berita itu ada dua. Pertama menyebarkan berita terkait HT  yang tidak disahkan oleh sumber-sumber resmi HT. Maka, Kantor penerangan HT Suriah menegaskan bahwa berita yang bisa dipercaya hanyalah berita dari sumber-sumber resmi HT. Kesalahan kedua adalah, ketika HT mengeceknya di lapangan, ternyata penandatanganan dari ke-7 kelompok tersebut tidak terjadi. Inilah masalahnya
Adapun, berita bahwa ada beberapa kelompok sebelumnya yang telah menandatangani mitsaq tersebut, maka itu adalah benar, dikonfirmasi oleh HT, beritanya dan videonya sampai sekarang masih bisa diakses di halaman HT Suriah sendiri (lihat di sini dan di sini) juga di situs resmi HT suriah (di sini)
Dan perlu diketahui bahwa yang selama ini dipublikasikan oleh para syabab di dunia –termasuk di Indonesia- adalah berita yang benar tentang penandatanganan mitsaq oleh beberapa kelompok yang telah dipublikasikan oleh HT Pusat dan HT Suriah yang telah kami cantumkan linknya di atas. Dan Alhamdulillah, Berita bohong tentang penandatanganan 7 kelompok itu belum sempat tersebar terlalu luas, sebelum diselamatkan oleh Maktab i’Lami HT Suriah. Alhamdulillah.

Kedustaan kedua

bohong dengan mengatakan bahwa HT Suriah minta maaf atas berita bohong tersebut
Perhatikan perkataan penebar berita bohong tentang HT ini, dia mengatakan: “Setelah klaim adanya beberapa brigade jihad di Syiria yang menyepakati Negara Khilafah dan dirujuk berbagai situs dan web HT dunia, ternyata DIBANTAH MENTAH-MENTAH oleh HT Syiria yang secara gentle Meminta Maaf.. Terjemahan Surat Permintaan Maaf sbb:”
Saya bertanya: Mana kalimat dari surat HT yang menunjukkan bahwa mereka minta maaf? Silahkan lihat surat HT Suriah itu sekali lagi di sini. Bukankah permintaan maaf itu tidak ada??
Sesungguhnya kedustaan ini hanya bisa menipu orang-orang yang tidak bisa membaca surat dari HT Suriah. Orang yang bisa membaca surat itu pasti tidak akan menemukan bahwa HT Suriah telah minta maaf atas berita bohong yang disebarkannya. Justru HT Suriah menuntut admin yang memuat berita itu untuk minta maaf. Jika anda sudah membaca surat itu, maka ketahuilah bahwa kesalahan ada pada admin fanspage “daulah khilafah qariban biidznillah” karena menampilkan berita tidak benar tentang penandatanganan mitsaq oleh 7 kelompok yang telah disebut. Maka, HT Suriah justru meminta agar admin meminta maaf terkait berita yang tidak akurat itu. Maka, sang Admin kemudian minta maaf kepada HT Suriah dan kepada anggota fanspage. Permintaan maaf admin fanspage Daulatul Khilafah qariban biidznillah kepada HT Suriah bisa dilihat di sini
Jadi, bukan HT Suriah yang meminta maaf, justru admin fanspage “daulah khilafah alislamiyah qariban biidznillah”  yang meminta maaf kepada HT Suriah dan para pembacanya. Maka, berita bahwa HT Suriah telah meminta maaf adalah bohong, sebab HT Suriah tidak menyebarkan berita bohong terkait dengan hal tersebut dan tidak berkewajiban minta maaf.
Kebohongan lain yang terkait dengan masalah minta maaf ini adalah menisbatkan permintaan maaf admin fanspage “hallul Ummah al-Khilafah” -yang ikut menshare berita tersebut- kepada HT Suriah . Ini dilakukan dengan menampilkan permintaan maaf admin fanspage tersebut kemudian dibuat seolah-olah permintaan maaf itu keluar dari HT Suriah, padahal HT Suriah tidak minta maaf karena tidak ikut menyebar berita yang tidak valid itu. Tipuan murahan itu yang hanya efektif pada orang-orang yang terbakar kedengkian plus tidak bisa membaca dengan baik.
Perhatikan, admid fanspage “hallul Ummah al-khilafah” yang tersebar di Indonesia itu menulis pesan sbb (aslinya lihat di sini:
السلام عليكم إلتزاما منا بالاحكام الشرعية وتقديرا وإحترام لمتتبعي صفحتنا المحترمين نتقدم اليكم بهذا الإعتذار عن ما نشرناه سابقا عن صفحات صديقة تبين أن الخبر للاسف كان مكذوب وهذه الرسالة التي وجدناها وإذ نلتزم بما جاء فيها
نشرت صفحة “دولة الخلافة الاسلامية-قريبا باٍذن الله.” خبر حول توقيع مجموعة جديدة من الكتائب و الألوية لميثاق العمل لدولة الخلافة” وقد أرسلنا لهم الرسالة التالية:
====
الأخوة الكرام القائمين على هذه الصفحة
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
لقد بلغنا ما وضعتموه هنا من وثيقة رعمتم أنها من فصائل معينة.. وأنها لها علاقة بحزب التحرير..
وقد جهدنا في تتبع الخبر فتبين أنه خبر مكذوب !!
فنرجو منكم عموماً ومن القائم على هذا الصفحة أن يحذف الوثيقة ويقدم اعتذار للقراء الكرام ولرواد الموقع على هذه الأخبار الكاذبة ، ونؤكد هنا أن الجهة الرسمية الوحيدة التي يحق لها نشر مثل هذه الأخبار ليأخذها السادة المتابعون على أنها ثقة هي المكتب الإعلامي لحزب التحرير ولاية سوريا بمواقعه الرسمية الثلاثة
إضافة لموقع المكتب الإعلامي المركزي ولمواقع الحزب ومكاتبه الرسمية.
غير ذلك فإننا غير مسؤولين عن أية أخبار تُنشر ، وخاصة عن الثورة السورية والتي لم تُنشر على موقعنا أو على الموقع المركزي ولم تحمل ختمنا وتوقيعنا.
25/12/2012م
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Admin Hatem
Komentar saya:
Pesan dari admin fanspage “hallul Ummah al-Khilafah” itu disangka (atau direkayasa seolah-olah) 100% ditulis oleh HT Suriah. Dan perhatikan bahwa surat yang mereka kutip dan mereka kira sebagai surat dari HT Suriah itu pertama kali diawali dengan permintaan maaf.
Artinya: “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dengan dasar keterikatan dengan hukum syara’ serta demi menghargai dan menghormati para pengikut fanspage kami yang terhormat, Kami menyampaikan kepada anda sekalian permintaan maaf atas apa yang baru saja kami sebarkan dari halaman sahabat , dengan segenap maaf, ternyata adalah palsu (makdzub). Dan surat yang kami dapati ini kami berpegang dengan apa yang terdapat di dalamnya:”….:
Namun siapa saja yang membaca pesan yang ditulis oleh HT Suriah pada halaman resmi kantor penerangan HT Suriah, maka mereka tidak akan menjumpai permintaan maaf seperti yang tertulis di fanspage “hallul ummah al-khilafah” itu. HT Suriah hanya mengirim surat kepada admin “Daulatul Khilafah qariban biidznillah” menginformasikan bahwa berita yang baru saja mereka taruh di sana adalah salah, lalu meminta agar admin menghapus berita itu dan meminta maaf. Perhatikan apa yang ditulis oleh admin fanspage resmi kantor penerangan HT Suriah berikut yang tertuju kepada admin halaman “daulatul khilafah qariban biidznillah” (lihat aslinya di sini):
Teks asli:
نشرت صفحة “دولة الخلافة الاسلامية-قريبا باٍذن الله.” خبر حول توقيع مجموعة جديدة من الكتائب و الألوية لميثاق العمل لدولة الخلافة” وقد أرسلنا لهم الرسالة التالية:
====
الأخوة الكرام القائمين على هذه الصفحة
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
لقد بلغنا ما وضعتموه هنا من وثيقة رعمتم أنها من فصائل معينة.. وأنها لها علاقة بحزب التحرير..
وقد جهدنا في تتبع الخبر فتبين أنه خبر مكذوب !!
فنرجو منكم عموماً ومن القائم على هذا الصفحة خصوصاً الأخ عبدالله عجلوني أن يحذف الوثيقة ويقدم اعتذار للقراء الكرام ولرواد الموقع على هذه الأخبار الكاذبة ، ونؤكد هنا أن الجهة الرسمية الوحيدة التي يحق لها نشر مثل هذه الأخبار ليأخذها السادة المتابعون على أنها ثقة هي المكتب الإعلامي لحزب التحرير ولاية سوريا بمواقعه الرسمية الثلاثة
إضافة لموقع المكتب الإعلامي المركزي ولمواقع الحزب ومكاتبه الرسمية.
غير ذلك فإننا غير مسؤولين عن أية أخبار تُنشر ، وخاصة عن الثورة السورية والتي لم تُنشر على موقعنا أو على الموقع المركزي ولم تحمل ختمنا وتوقيعنا.
25/12/2012م
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
====
فيرجى منهم ومن الجميع الإلتزام بذلك
Terjemahan:
“halaman “Daulah al-Khilafah -qariban biidznillah” telah menyebarkan berita seputar adanya penandatanganan mitsaqul ‘amal liDaulatil Khilafah oleh kelompok baru dari beberapa resimen dan brigade, maka kami telah mengirimkan surat berikut ini kepada mereka:
====
Saudara-saudara tercinta admin halaman ini (yakni Daulah al-Khilafah -qariban biidznillah)
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.
Sungguh telah sampai kepada kami berita mengenai apa yang anda sekalian tampilkan di sini berupa perjanjian (watsiiqoh) dimana kalian beranggapan bahwa itu berasal dari brigade tertentu.. dan bahwasannya watsiqah tersebut ada hubungannya dengan Hizbut Tahrir.
Kami berusaha sungguh-sungguh dalam menyelidiki berita tersebut, kemudian jelaslah bahwa berita tersebut adalah berita palsu!!
Oleh karena itu, kami berharap kepada anda semua secara umum, dan terutama kepada admin fanspage Daulah Khilafah Islamiyah-Qoriiban Biidznillah, al-akh Abdulloh ‘Ajluniy, agar menghapus watsiqoh (perjanjian) tersebut, dan menghaturkan maaf kepada para pembaca yang terhormat dan pengelola laman terkait atas penyebaran berita-berita bohong tersebut. Dan Kami tegaskan disini, bahwasanya pihak resmi satu-satunya yang berhak mempublikasikan berita-berita seperti di atas untuk kemudian diambil oleh orang-orang yang mengikutinya sebagai berita yang dapat dipercaya adalah Maktab I’lamiy (Kantor Penerangan) HIzbut Tahrir Wilayah Suriah, dengan tiga laman resminya yang menjadi pelengkap bagi Situs Kantor Penerangan Pusat (al-maktab al-i’lami al-markazy), Situs-situs resmi HT dan kantor-kantor resmi HT.
Selain sumber itu, maka kami tidak bertanggung-jawab atas berita-berita yang diterbitkan, terutama berita-berita mengenai revolusi Suriah yang tidak kami publikasikan di situs-situs kami atau situs pusat , dan juga tidak ada stempel dan tandatangan kami.
15/12/12
Wassalamual’aikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.
====
Maka diharapkan dari mereka dan dari semuanya untuk mematuhi surat tersebut

Kesimpulannya: permintaan maaf itu bukan dari HT Suriah. Permintaan maaf itu merupakan tambahan yang diketik oleh admin fanspage “hallul ummah al-khilafah” yang merasa bersalah karena turut tergesa-gesa menshare berita yang tidak disahkan oleh maktab i’lami dan belum diuji validitasnya itu. Lalu, setelah minta maaf, admin mengutip surat teguran dari Maktab i’lami (kantor penerangan) HT Suriah yang berisi teguran, bukan permintaan maaf. Jadi, yang ada hanyalah surat teguran dari HT Suriah, bukan permintaan maaf. Maka jelas, kenapa penyebar berita bohong di Indonesia itu tidak mengutip surat asli dari Maktab I’lami Suriah? Jawabnya : karena teks asli surat itu tidak ada permintaan maafnya dan tidak bisa menjadi bahan cemoohan.

Kedustaan Ketiga

Kebohongan bahwa “situs dan web HT dunia” ikut menyebarkan berita bohong tentang penandatanganan mitsaqul ‘amal oleh 7 kelompok yang namanya telah disebut yang diposting oleh admin fanspage “daulah khilafah qariban biidznillah”.
Dalam komentarnya, penyebar berita bohong tentang HT itu menulis: “Setelah klaim adanya beberapa brigade jihad di Syiria yang menyepakati Negara Khilafah dan dirujuk berbagai situs dan web HT dunia, ternyata DIBANTAH MENTAH-MENTAH oleh HT Syiria
Jadi, menurutnya, “situs-situs dan web HT dunia” ikut menyebarkan apa yang diposting oleh admin fanspage “daulah khilafah qariban biidznillah”. Ini tuduhan kosong nan ngawur dari orang yang tidak tahu duduk perkaranya. Jelas, berita bohongnya adalah penandatanganan mitsaq oleh tujuh kelompok yang telah disebutkan. Pertanyaannya: “Situs dan web HT dunia” mana yang pernah memberitakan dan mengklaim bahwa: ketujuh kelompok berikut telah menandatangani mitsaq?? yakni (1) Liwa’ul Habibil Musthafa, (2) Kata’ib Ahrarisy Syam, (3) Katibah al-Faruq, (4) Liwa’ul Haq, (5) Liwa’ut Tauhid, (6) Tajammu’ Ansharil Islam, dan (7) Liwa’ul Islam. Siapa yang bisa menyebutkan bahwa ada situs resmi HT yang memberitakan hal ini??? Dari mana dia bisa menulis seperti itu??? Dari situs HT yang mana dia membaca berita itu?? Kapan dia pernah membaca berita penandatanganan 7 kelompok itu dari situs-situs HT?? Sebuah pertanyaan yang tidak akan pernah bisa dia dijawab karena sebenarnya dia tidak pernah menemukan dan membaca berita itu dari situs-situs HT, tapi dia dengan seenaknya menyatakan bahwa berita itu telah dimuat oleh situs-situs HT. Apakah ini bukan dusta???

Kedustaan keempat

tidak amanah dalam menerjemahkan
Permintaan maaf dari admin fanspage “Hallul Ummah al-Khilafah” telah diterjemahkan secara tidak amanah oleh penyebar berita bohong tersebut. Perhatikan pernyataan admin “Hallul Ummah al-Khilafah”:
السلام عليكم إلتزاما منا بالاحكام الشرعية وتقديرا وإحترام لمتتبعي صفحتنا المحترمين نتقدم اليكم بهذا الإعتذار عن ما نشرناه سابقا عن صفحات صديقة تبين أن الخبر للاسف كان مكذوب وهذه الرسالة التي وجدناها وإذ نلتزم بما جاء فيها
نشرت صفحة “دولة الخلافة الاسلامية-قريبا باٍذن الله.” خبر حول توقيع مجموعة جديدة من الكتائب و الألوية لميثاق العمل لدولة الخلافة” وقد أرسلنا لهم الرسالة التالية
Teks tersebut diterjemahkan oleh penebar berita bohong dengan penuh tendensi menjadi seperti berikut:
Atas dasar konsistensi kami terhadap hukum-hukum syariat, juga demi menghormati dan menghargai kepada member terhormat, berikut kami haturkan permohonan maaf atas berita-berita yang kami upload dan tampilkan di beberapa web tautan, yang menjelaskan bahwa berita -seputar kesepakatan berdirinya Negara Khilafah- adalah dusta”.
Fanspage Daulah Khilafah Islamiyah-Qariiban Biidznillah, telah menyebarkan berita seputar penandatanganan yang dilakukan beberapa brigade Jihad tentang Mitsaq ‘Amal (Komitmen Perjuangan) Mendirikan Negara Khilafah. Kami kirimkan surat berikut ini:,..”
Bandingkan antara teks asli dengan terjemahan di atas, dan perhatikan bahwa dalam terjemahan itu ada dusta dan cenderung missleading: bahwa kalimat berikut:
nuqaddimu lakum hadzal i’tidzara ‘an maa nasyarnaahu saabiqan ‘an shafhaatin shadiiqatin tabayyana annal khabara, lilasif, kaana makdzuban
diterjemahkan secara dzalim menjadi: “kami haturkan permohonan maaf atas berita-berita yang kami upload dan tampilkan di beberapa web tautan, yang menjelaskan bahwa berita -seputar kesepakatan berdirinya Negara Khilafah- adalah dusta
Padahal  tulisan tidak menyatakan bahwa semua berita tentang penandatanganan mitsaq ‘amal liiqamatil khilafah adalah bohong. Teks itu hanya mengatakan: “Kami menyampaikan kepada anda sekalian permintaan maaf atas apa yang baru saja kami sebarkan dari halaman sahabat , dengan segenap maaf, ternyata adalah palsu (makdzub)“.
Perhatikan, bagaimana frase “atas apa yang baru saja kami sebarkan dari halaman sahabat adalah palsu/dusta” diganti secara dzalim dengan perkataan, “atas berita-berita yang kami upload dan tampilkan di beberapa web tautan, yang menjelaskan bahwa berita -seputar kesepakatan berdirinya Negara Khilafah- adalah dusta.
Padahal, berita yang palsu hanyalah berita yang baru saja diupload atau dishare oleh admin fanspade hallul ummah al-khilafah, yaitu tentang 7 kelompok baru yang mendatangani mitsaq, itu saja. Adapun berita-berita sebelumnya tentang adanya penandatanganan mitsaq oleh beberapa brigade, maka itu berita yang benar. Jadi jelas, penebar berita bohong itu tidak amanah dalam menerjemahkan teks dari fanspage tersebut. Terbukti lagi bahwa dia berbohong.
PErhatikan pula bagaimana penebar berita bohong itu menerjemahkan kalimat yang dikutip oleh admin dari halaman resmi kantor penerangan HT Suriah berikut secera semena-mena:
Nasyarat shafhah “daulatil khilafah islamiyah –qariban biidznillah- khabara haula tauqi’i majmuu’atin jadiidatin minal kataa’ib wal alwiyati limitsaaqil ‘amal liDaulatil khilafah, qad arsalnaa lahum ar-risalatat taaliyah
Dia menerjemahkan dengan fantasinya, dan mengatakan: “Fanspage Daulah Khilafah Islamiyah-Qariiban Biidznillah, telah menyebarkan berita seputar penandatanganan yang dilakukan beberapa brigade Jihad tentang Mitsaq ‘Amal (Komitmen Perjuangan) Mendirikan Negara Khilafah. Kami kirimkan surat berikut ini:”
Padahal, terjemahan yang benar dan jujur adalah sebagai berikut: “halaman “Daulah al-Khilafah al-islamiyah -qariban biidznillah” telah menyebarkan berita seputar adanya penandatanganan mitsaqul ‘amal liDaulatil Khilafah oleh kelompok baru dari beberapa resimen dan brigade, maka kami telah mengirimkan surat berikut ini kepada mereka:”
PErhatikan kedzalimannya, bagaimana frase “penandatanganan mitsaqul ‘amal oleh kelompok baru dari beberapa resimen dan brigade” dia terjemahkan menjadi “penandatanganan yang dilakukan beberapa brigade Jihad tentang Mitsaq ‘Amal (Komitmen Perjuangan) Mendirikan Negara Khilafah“, soalah seluruh berita sebelumnya itu juga bohong. Padahal yang bohong hanyalah berita yang baru saja diposting saja, yaitu terkait tujuh kelompok baru tersebut di awal, bukan berita-berita sebelumnya. adapun berita-berita sebelumnya, tentang adanya beberapa kelompok yang menandatangani mitsaul ‘amal, maka sekali lagi kami katakan, itu adalah benar adanya sebagaimana dikonfirmasi oleh sumber-sumber resmi HT, baik dari pusat maupun dari HT Suriah sendiri.
Kesimpulan
Berita yang beredar di Indonesia bahwa HT menipu umat terkait dengan adanya sebagian brigade yang menandatangani mitsaqul ‘amal liiqamatil khilafah adalah dusta. Penandatanganan itu benar-benar terjadi pada November 2012, dan berita yang selama ini disebut dan dikutip oleh syabab HTI adalah benar. Para syabab di Indonesia dan sebagian besar syabab di dunia tidak sempat menyebarkan berita yang tidak valid tentang penandatanganan mitsaqul amal oleh tujuh brigade yang disebutkan oleh admin halaman “Daulatul Khilafah al-islamiyyah qariban biidznillah. Wallahu a’lam [Bukan penjelasan resmi. Titok Priastomo, 30/12/12/www.globalmuslim.web.id]

m-rahmat-kurnia-83x57.jpg (83×57)Permasalahan umat tak kunjung henti. Berbagai masalah datang menimpa umat Muhammad saw. Gelar kemuliaan dari Allah SWT bagi kaum Muslim, khayru ummah, tidak lagi mewujud dalam kenyataan. Darah umat Islam terus tertumpah di Gaza, Rohingnya, Pakistan, Suriah, dan berbagai belahan bumi lain. Kekayaan alam pun terus terampas. Kemiskinan tak kunjung terentaskan.Benang kusut. Itulah perumpamaan paling tepat bagi kondisi umat Islam saat ini.
Tugas kita memang bukan meratapi. Kewajiban kita adalah mengubah kondisi ini menjadi lebih baik. Pertanyaannya, apakah harapan itu masih ada?
Tentu, masih ada. Secara imani, Allah menjanjikan kemenangan bagi umat Islam. Dia berfirman (yang artinya): Dialah Yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran) dan agama (dien) yang benar untuk Dia menangkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak suka (TQS at-Taubah [9]: 33).
Realitas pun menunjukkan betapa umat Islam di berbagai penjuru dunia tengah berjuang menegakkan Islam di tengah kehidupan. Revolusi Syam merupakan contoh yang paling dekat. Tuntutan penerapan syariah Islam dan penegakkan Khilafah terus menggema. Di Indonesia sendiri dukungan terhadap perjuangan Khilafah muncul dari para ulama, penguasa, tokoh, mahasiswa, pelajar, bahkan ibu-ibu rumah tangga. Di sisi lain, negara adikuasa AS pun terus dililit krisis baik di dalam maupun di luar negeri. Fajar kemenangan Islam makin menunjukkan tanda-tanda kedatangannya. Semua ini menggambarkan bahwa harapan akan datangnya kemenangan itu benar-benar ada.
Harapan itu semakin nyata. Bukan sekadar keyakinan, tegaknya syariah Islam dalam sistem Khilafah tersebut ada yang mengembannya. Di antara gerakan yang secara konsisten berjuang menerapkan Islam secara kaffah dan tegaknya Khilafah adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Tidak mengherankan, berbagai harapan diberikan kepada Hizbut Tahrir.
Ichwan Sam (Sekjen MUI Pusat) memiliki pandangan dan harapan tersendiri terhadap HTI. “Sesuai dengan namanya, saya berharap agar HTI terus memperkuat komitmennya terhadap Islam dan Indonesia,” harapnya. Beliau menambahkan, “Juga, menjadi unsur dinamis bagi gerakan Islam di Indonesia bersama komponen umat Islam lainnya secara sinergis dan konstruktif, serta berusaha semaksimal mungkin menjadi bagian utama penjaga kebaikan, kemajuan dan keutuhan negara dan bangsa Indonesia dari upaya-upaya yang ingin mengganggu, merusak dan memecah belah negara dan bangsa Indonesia.
Apa yang dilakukan oleh HTI selama ini memang dalam rangka membebaskan negeri Muslim terbesar ini, dan umat Islam secara umum, dari penjajahan negara besar. Hanya saja, ini perlu makin dilipatgandakan.
Pandangan lain datang dari Pak Abdul Chalik. Beliau menyampaikan, “Menyikapi peran dan aktivitas HTI selama ini dapat disimpulkan bahwa HTI memiliki sikap tegas dan prinsip ukhuwah islamiyah serta syar’i terlihat dalam setiap aksi dan reaksi. Hal ini tergambar pada mobilisasi massa HTI dalam merespon kebijakan Pemerintah dan kondisi umat. Keberdaaan HTI dengan sikap tegas dan berprinsip sangat berdampak bagi kehidupan umat Islam di Indonesia. Umat Islam sangat mendambakan adanya institusi bagi pembinaan generasi muda Islam. Itu tampak terlihat pada institusi HTI.
Berdasarkan hal ini, beliau menaruh harapan besar pada HTI. “HTI tetap dalam prinsip syariah dan Khilafah. Saat sekarang umat Islam membutuhkan pegangan dan figur umat,” tegasnya.
Harapan akan teraihnya kemenangan pun banyak disampaikan banyak tokoh.Sebut saja, Ustadz Awid. Pengurus DPP Front Pembela Islam ini menyampaikan, “Semoga HTI lebih maju lagi…dan bisa mewujudkan cita-citanya…”
Sesepuh Partai Bulan Bintang, Fuad Amsyari, juga memberikan harapannya kepada saya lewat SMS beberapa waktu lalu, “Semoga HTI bisa segera mencapai cita-citanya menerapkan syariah Allah SWT dalam kehidupan sosial politik, melalui dukungan penuh pada partai berbasis Islam di Indonesia.
Persatuan langkah umat merupakan dambaan banyak pihak. Ada juga harapan tersebut disematkan ke atas pundak HTI. Tokoh Pemuda Persis, Taufik, menyampaikan kepada saya, “Semoga HTI bisa sinergi dengan ormas Islam dalam memberikan pelatihan-pelatihan bagi kemajuan ormas Islam dan Islam secara keseluruhan.
Ungkapan senada pernah disampaikan Ketua Umum Sarikat Islam, Djauhari.Beliau menyampaikan, “Hizbut Tahrir dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan perjuangan untuk mewujudkan Islam rahmatan lil ‘alamin.
Dengan bahasa lebih gamblang diungkapkan kepada saya oleh Presiden Front Serikat Nasional, Ahmad Daryoko. Pak Dar, begitu saya biasa memanggilnya, menyatakan dengan nada penuh semangat, “Kami berharap Hizbut Tahrir menjadi kekuatan Islam yang dapat masuk ke seluruh elemen bangsa yang saat ini mulai dimasuki ajaran-ajaran terlarang seperti komunis.
Pesan dan harapan juga disampaikan oleh Anwar Abbas (Pengurus PP Muhammadiyah). Beliau mengungkapkan perasaannya, “Pak Rahmat, semoga HTI semakin lebih bagus dan lebih baik lagi dalam mendakwahkan ajaran Islam karena semakin mampu mengimplementasikan dakwah yang penuh hikmah danmaw’izhatil hasanah seperti difirmankan Allah di tengah-tengah masyarakat dan bangsa Indonesia.
Pesan dan harapan penggugah semangat pun diungkapkan oleh Zahir Khan (Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia). Mantan Duta Besar Pakistan ini menyampaikan semangatnya, “Kita harus terus berjuang menegakkan syariah Islam, satu-satunya kebenaran dari Allah SWT.
Harapan umat demikian besar. Apa yang disampaikan oleh Abdillah Toha kepada saya barangkali dapat mewakili harapan itu. Politisi Senior dan Mantan anggota DPR ini menyampaikan, “Saya ucapkan selamat kepada HTI atas kegigihannya memperjuangkan kejayaan Islam.
Beliau pun mengutarakan, “Saya harap agar HTI tidak berhenti pada hal-hal fiqhiyah/ubudiyah, Islam politik, hegemoni imperialisme Barat dan sejenisnya, tetapi juga aktif memperjuangkan masalah kongkret seperti nasib mayoritas rakyat Indonesia yang miskin, terbelakang, dan terpinggirkan, serta perwujudan pemerintah yang bersih dari segala bentuk penyimpangan dan korupsi.
Bahkan beliau mengharapkan, “HTI harus berada di garis depan dalam mempersatukan umat Islam, menghargai perbedaan di antara umat, dan menentang kecenderungan beberapa kelompok Islam yang saling mengkafirkan.
Berbagai persoalan memang tidak pernah berhenti datang. Namun, harapan terhadap pengemban dakwah dan keberhasilan dakwahnya pun terus bermunculan. Harapan itu demikian besar. Berdasarkan realitas ini, saya ingin menyampaikan, “Layar telah terkembang. Pantang biduk pulang ke pantai. Pergilah, dan teruslah berjuang! Jangan kembali pulang hingga kemenangan itu datang! Allâhu akbar! [Muhammad Rahmat Kurnia/www.globalmuslim.web.id]

Enam hari setelah Natal 25 Desember, tibalah tahun baru Masehi tanggal 1 Januari. Umat kristiani biasa menggabungkan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru. Tak sedikit umat Islam yang latah terjebak promosi kekafiran dengan mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru Masehi.
Bahkan ikut-ikutan merayakan pergantian tahun baru dengan gebyar maksiat. Demi menunggu momen pukul 00.00 mereka rela menghambur-hamburkan dana secara mubazir untuk pesta kembang api, pesta miras, festival hiburan yang berbaur pria dan wanita, perzinaan dan pesta maksiat lainnya.
Tak sedikit waktu, dana, tenaga dan pikiran yang dibuang percuma demi tahun baru. Padahal Allah SWT memperingatkan bahwa para pemboros itu adalah saudaranya syaitan yang sangat ingkar kepada Tuhan (Qs Al-Isra’ 26-27).
Dalam tinjauan akidah, para ulama yang berkompeten telah memfatwa haram ucapan Selamat Tahun Baru Masehi, terlebih merayakan pestanya.
Komisi Fatwa Saudi Arabia (Al-Lajnah Ad-Daimah lil-Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal-Ifta’) dalam Fatawa nomor 20795 menyatakan bahwa mengucapkan Selamat Tahun Baru Masehi kepada non muslim tidak boleh dilakukan oleh seorang Muslim karena perayaan tahun baru tidak masyru’ (tidak disyariatkan).” Fatwa ini ditandatangani oleh: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Syaikh, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan, Syaikh Shalih Al-Fauzan, dan Syaikh Bakr Abu Zaid.
Senada itu, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, dengan tegas menyatakan bahwa umat Islam dilarang mengucapkan Selamat Tahun Baru Masehi (Miladiyah), karena ia bukan tahun syar’i. Bahkan apabila memberi ucapan selamat kepada orang-orang kafir yang merayakan hari raya Tahun Baru, maka orang ini dalam keadaan bahaya besar berkaitan dengan hari-hari raya kekafiran.
Karena ucapan selamat terhadap hari raya kekafiran itu berarti senang dengannya dan mensupport kesenangan mereka, padahal senang terhadap hari-hari raya kekafiran itu bisa-bisa mengeluarkan manusia dari lingkaran Islam, sebagaimana Ibnul Qayyim rahimahullah telah menyebutkan hal itu dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz-Dzimmah. (Liqoatul Babil Maftuh, juz 112 halaman 6).
Ibnul Qayyim berkata, “Adapun memberi ucapan selamat kepada simbol-simbol khusus kekafiran, (hal tersebut ) adalah haram menurut kesepakatan ulama…” (Ahkamu Ahlu Ad-Dzimmah, 1/441).
Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili dalam situsnya juga mengharamkan ucapan Selamat Tahun Baru Masehi karena perbuatan tersebut termasuk tasyabbuh (meniru kebiasaan orang kafir) kepada kaum Kristen yang mana mereka saling mengucapkan selamat ketika awal tahun baru Masehi. Tasyabbuh dengan mereka diharamkan oleh Rasulullah SAW.
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Daud).
Rasulullah SAW sudah mewanti-wanti umatnya tentang bahaya tasyabbuh terhadap orang Persia, Romawi, Yahudi dan Kristen. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang biawak, pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri).
Para ulama itu memperingatkan strategi pemurtadan yang dikemas dengan pencampuradukan antara al-haq dan kebatilan, sesuai firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah 109, Ali-Imran 69, 99, 149, dan Al-Hijr 9.
Momentum Tahun Baru ini tidak luput dari pencampuradukan antara al-haq dan kebatilan, propaganda kepada kekufuran, kesesatan, permisivisme dan ateisme serta pemunculan sesuatu kemungkaran yang bertentangan dengan syariat.
Di antara hal itu adalah propaganda kepada penyatuan agama-agama (pluralisme), penyamaan Islam dengan aliran-aliran dan sekte-sekte sesat lainnya, penyucian terhadap salib dan penampakan syiar-syiar kekufuran yang dilakukan oleh orang-orang Kristen dan Yahudi.
Banyak yang beranggapan bahwa perayaan tahun baru adalah urusan duniawi yang tidak ada kaitannya dengan akidah. Padahal secara historis, perayaan tahun baru Masehi tidak bisa dipisahkan dari tradisi dan ritual penyembahan dewa Janus dalam agama paganisme (agama kafir penyembah berhala):
“The Roman ruler Julius Caesar established January 1 as New Year’s Day in 46 BC. The Romans dedicated this day to Janus , the god of gates, doors, and beginnings. The month of January was named after Janus, who had two faces – one looking forward and the other looking backward” (The World Book Encyclopedia, 1984, volume 14 hlm. 237).
(Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke-46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu).
Dalam mitologi Romawi, Dewa Janus adalah sesembahan kaum Pagan Romawi. Bulan Januari (bulannya dewa Janus) ditetapkan setelah Desember karena Desember adalah pusat Winter Soltice, yaitu hari-hari di mana kaum pagan penyembah Matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. Pertengahan Winter Soltice jatuh pada tanggal 25 Desember, dan inilah salah satu dari banyaknya pengaruh Pagan pada tradisi Kristen.
Kaum Pagan pandai menyusupkan budaya mereka ke dalam budaya agama lain. Ini terbukti dengan tradisi mereka bertahun baru yang sudah populer diikuti di berbagai belahan dunia. Misalnya, tradisi kaum Pagan merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, bernyanyi bersama, memukul lonceng dan meniup terompet.
Ke dalam agama Kristen, tradisi pagan ini diadopsi dengan menjadikan hari Dewa Janus tanggal 1 Januari menjadi Tahun Baru Masehi, sehingga muncullah pemisahan masa sebelum Yesus lahir pun (Sebelum Masehi/SM) dan sesudah Yesus lahir (Tahun Masehi/M).
Di Persia yang beragama Majusi (penyembah api), tanggal 1 Januari juga dijadikan sebagai hari raya yang dikenal dengan hari Nairuz atau Nurus. Dalam perayaan itu, mereka menyalakan api dan mengagungkannya, kemudian orang-orang berkumpul di jalan-jalan, halaman dan pantai, bercampur baur antara lelaki dan wanita, saling mengguyur sesama mereka dengan air dan minuman keras (khamr). Mereka berteriak-teriak dan menari-nari sepanjang malam. Semuanya dirayakan dengan kefasikan dan kerusakan.
Shahabat Abdullah bin ’Amr RA memperingatkan dalam Sunan Al-Baihaqi IX/234: ”Barangsiapa yang membangun negeri orang-orang kafir, meramaikan peringatan hari raya Nairuz (tahun baru) dan karnaval mereka serta menyerupai mereka sampai meninggal dunia dalam keadaan demikian. Ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat.” [A. Ahmad Hizbullah MAG/SI/www.globalmuslim.web.id]

JAKARTA - Bukan rahasia umum, setiap malam pergantian tahun kerap digunakan pasangan remaja untuk melakukan hubungan seks bebas. Pria biasanya mengawali aksinya dengan rayuan dan janji untuk bertanggung jawab agar pasangannya yakin.
Di malam tahun baru itu, ada  pria yang merayu dengan meminta pembuktian cinta dan sayang dari sang kekasih. Biasanya, remaja yang larut dalam kemeriahan malam tahun baru dan hari valentin mau saja menuruti ajakan itu.
Perbuatan itu juga tidak lepas dari lemahnya kontrol orangtua terhadap anak. Pengawasan ketat yang dilakukan sebelumnya diberikan pengecualian pulang malam di hari itu. Beberapa pria yang mengetahui peluang itu sengaja mengajak pasangannya menginap di hotel dengan alasan pulang kemalaman.
Dengan memahami sejarah munculnya perayaan tahun baru kita bisa memastikan bahwa tahun baru Masehi sejatinya termasuk bagian perayaan orang non-Muslim dan masih satu rangkaian dengan kegiatan mereka selama Natal.
Sejarah Tahun Baru
Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan.
Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings.
Menurut kepercayaan bangsa Romawi Kuno, Janus adalah dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultuels de Janus” in Mélanges de l’école française de Rome (Antiquité), hal. 399-400).
Fakta ini menyimpulkan bahwa perayaan tahun baru sama sekali tidak berasal dari budaya kaum Muslimin. Pesta tahun baru masehi, pertama kali dirayakan orang kafir, yang notabene masyarakat paganis Romawi.
Acara ini terus dirayakan oleh masyarakat modern dewasa ini, walaupun mereka tidak mengetahui spirit ibadah pagan adalah latar belakang diadakannya acara ini. Mereka menyemarakkan hari ini dengan berbagai permainan, menikmati indahnya langit dengan semarak cahaya kembang api, dan sebagainya.
Turut merayakan tahun baru statusnya sama dengan merayakan hari raya orang kafir. Dan ini hukumnya terlarang. Di antara alasan statemen ini adalah:
Pertama, turut merayakan tahun baru sama dengan meniru kebiasaan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang-orang yang melakukan perbuatan mungkar dan buruk, termasuk perbuatan orang-orang kafir. Beliau bersabda: “Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut,” (Hadits shahih riwayat Abu Daud)
Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan: “Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.”
Kedua, mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu,” (QS Al-Mumtahanah: 1).
Ketiga, Hari Raya merupakan bagian dari keyakinan dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk madinah:
Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha,” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).
Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang Majusi, sumber asli dua perayaan ini.
Namun mengingat dua hari raya tersebut adalah perayaan orang kafir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik: Idul Fitri dan Idul Adha.
Turut bergembira dengan hari raya orang kafir, termasuk terlarang
Karena itu, turut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang terlarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.
Keempat, Allah berfirman, menceritakan keadaan ‘ibadur rahman (hamba Allah pilihan): “Dan orang-orang yang tidak turut dalam kegiatan az-Zuur…
Sebagian ulama menafsirkan kata ‘az-Zuur’ pada ayat di atas dengan hari raya orang kafir. Artinya berlaku sebaliknya, jika ada orang yang turut melibatkan dirinya dalam hari raya orang kafir, berarti dia bukan orang baik.Desastian/dbs [www.globalmuslim.web.id]

JAKARTA  -Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Timur Pradopo dalam catatan akhir tahun menjelaskan, Polri khususnya Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri, telah menangani 14 kasus 'teroris' di seluruh wilayah Indonesia. Dalam proses penyidikkan tercatat ada 78 orang tersangka, 10 orang diantaranya tewas saat proses penangkapan.
"Tahun 2012, dalam penanganan kasus terorisme di seluruh Indonesia ada 14 kasus. Hal ini meningkat dibanding tahun 2011 dengan 10 kasus. Jumlah tersangka ada 78 orang. Kemudian yang meninggal dunia ada 10 orang. Sebelum akhir tahun ini akan terus dilakukan penangkapan atas orang-orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO/buron) dan akan segera kita sampaikan ke masyarakat," kata Kapolri, Jenderal Timur Pradopo.
Dari 68 orang tersangka 'teroris' yang tengah diproses hukum, menurut Kapolri, 51 orang tengah dalam proses penyidikkan, 17 orang tengah dalam proses pengadilan, dan dua orang diantaranya telah divonis hakim pengadilan tingkat pertama.
Selama penanganan kasus 'teroris' ini menurut Kapolri, ada delapan orang anggota polisi yang tewas dan sembilan orang menderita luka-luka di tahun 2012. Sementara itu dalam penanganan kasus kekerasan bersenjata di Papua, anggota polisi yang tewas berjumlah tujuh orang.
"Jadi gugur dalam tugas itu merupakan kehormatan tertinggi. Dari anggota yang tewas selama tahun 2012 itu ada 15 anggota. Delapan orang polisi tewas di Sulawesi Tengah dan Solo Jawa Tengah, kemudian anggota polisi yang tewas ada tujuh orang. Kedepannnya polri akan lebih melakukan perlindungan terhadap anggota di lapangan," jelas Kapolri.
Lebih lanjut dikatakan Kapolri bahwa kejahatan terorisme bukanlah kejahatan biasa dari kelompok-kelompok yang mempunyai tujuan ideologis yang mereka perjuangkan. Untuk itu, kepolisian bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme untuk menyadarkan mereka yang beraliran keras dan fanatik.
Berangkat dari pernyatan Kapolri terkait progres penanganan terorisme tersebut, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menilai ada catatan penting yang perlu jadi bahan evaluasi institusi Polri dan pihak yang terlibat:
1. Selama tahun 2012 tindak pidana terorisme versus Polri tidaklah meningkat signifikan. Justru operasi dan tindakan aparat polri (densus88 dan BNPT) terhadap orang-orang yang disangka teroris semakin tinggi intensitasnya di tahun 2012. Hingga melahirkan ekses perlawanan di teritorial tertentu (Poso) dari orang-orang atau kelompok yang tertuduh teroris ini.
2.Dari jumlah 68 orang dalam proses penyidikan itu diluar jumlah orang salah tangkap yang kemudian dibebaskan setelah sebelumnya mengalami tindak kekerasan secara serius. Misalkan kasus dua orang di Jakarta dan yang terbaru 15 orang di Poso ditangkap selama sepekan diintrograsi dan dilepas setelah tidak berhasil membuktikan keterlibatan mereka, namun cara-cara yang dipakai sarat pelanggaran HAM serius. Jadi, 68 itu angka yang tidak jujur disampaikan, harusnya secara berimbang menyampaikan.
3. Sepuluh orang yang tewas dan dituduh sebagai teroris, menurut saya diduga kuat adalah extra judicial killing, ada tindakan over dari aparat dilapangan dan sayang tidak ada evaluasi dari pihak-pihak terkait dengan cara-cara over seperti ini. Seperti kasus terbunuhnya Kholid di Poso pasca gagalnya aparat menyisir di gunung tamanjeka, kemudian mengobrak-abrik kota Poso sehingga menimbulkan satu korban yang meninggal adalah Kholid  tanpa perlawanan sepulang dari solat subuh dieksekusi di jalan.
4.Dan sangat jelas pihak aparat menunjukkan perlakukan diskriminatif seperti kasus tuju orang polisi yang tewas di Papua, dan kasus kekerasan/teror/penembakan oleh gerombolan teroris OPM intensitasnya jauh lebih tinggi dibanding kasus yang di Jawa atau Poso. Tapi, Polri hanya melabeli mereka sebagai kelompok bersenjata, sementara itu label teroris untuk kelompok yang terkait dengan ideologi Islam.
Padahal, banyak kasus diantaranya 10 kasus dari 14 kasus teroris versi Polri lebih tepat dilabeli anya sebagai aksi teror bukan teroris. Tapi, anehnya kasus dari kelompok OPM dengan organisasi yang mapan, dan mempunyai visi politik memisahkan diri dari NKRI, melakukan banyak aksi teror dari penembakan sampai rencana pengeboman secara serentak di titik-titik strategis semua itu tidak pernah dilabeli teroris. Baru sebatas wacana pihak Polri menyatakan tidak ragu akan menerapkan UU teroris atas mereka.
Inilah sikap diskriminatif dan politis yang menempatkan kelompok Islam tertentu  pengusung ideologi Islam di cap Teroris hanya dengan alasan adanya aksi teror dari salah satu anggota mereka. Padahal, aksi teror itu belum tentu dilatar belakangi ideologi, tapi hanya sekedar faktor dendam dan rasa ketidak adilan.
5.Pihak aparat dilapangan perlu evaluasi diri, tidak jarang tindakan over yang melanggar HAM dan menyinggung umat Islam justru menjadi faktor spiral kekerasan menggeliat tak berujung. Malah mengesankan kekerasan demi kekerasan itu di pelihara dengan cara membudayakan kekerasan, demi kepentingan proyek perut dan politik.
6.Demikian juga, sikap aparat dilapangan ditambah pengerahan aparat yang tidak proporsional seperti di Poso dan merembet ke beberapa wilayah Sulsel hanya alasan mengejar teroris justru melahirkan traumatik dan mengganggu rasa tenang serta rasa aman masyarakat pada umumnya dan masyarakat  Poso secara khusus.
7.Kita perlu ingat; matinya seorang muslim (baik sipil/militer) diluar haq maka itu lebih berat dibandingkan runtuhnya ka'bah". Artinya siapapun tidak boleh menumpahkan darah seorang muslim diluar haknya.
8.Saya masih percaya dialog menjadi media untuk menurunkan aksi-aksi kekerasan, kekerasan tidak bisa ditumpas dengan kekerasan semata.
9.Harusnya pemerintah Indonesia menyadari dan mau evaluasi diri dlm isu terorisme agar tidak terjebak lebih dalam kepada kepentingan asing (amerika cs). Dan menjadikan umat Islam yang mengusung ideologi Islam sebagai musuh.Jika, ini terus dipelihara akan melahirkan kondisi kontraproduktif pada masa yang akan datang. Umat islam dengan seluruh komponen dan sebagai entitas dengan kekuatan politiknya punya hak yang sama di negeri Indonesia.
Punya hak yang sama untuk memperbaiki dan menyelesaikan problem multi dimensi di Indonesia dengan konsepkonsep Islam yang diyakini kebenaran dan kelayakannya.
Islam bukan musuh bagi Indonesia. Akan tetapi, barat dengan idelogi kapitalis imperialismenya lah musuh yang hakiki bagi Indonesia.
10.Perang melawan terorisme di dunia barat dan dunia Islam menyadarkan umat islam secara keseluruhan bahwa itu adalah proyek global perang terhadap Islam dan umatnya. Jadi, proyek deradikalisasi yang ujung-ujungnya makin menyudutkan kelompok - kelompok Islam juga akan sia-sia.
Karena, kesadaran politik umat islam cukup tinggi dan tidak bisa lagi dimanipulasi dengan propaganda-propaganda menyesatkan atas nama menjaga nation state, pluralisme (kebinekaan),moderatisme dan liberalisme.
"Semoga para pemangku kebijakan yang zalim mendiskriditkan Islam dan menzalimi umat Islam mau muhasabah diri dan taubat sebelum nyawa dikerongkongan dan hanya tangisan yg sangat pedih melolong kesakitan sementara pintu taubat sudah tertutup. wallahu a'lam."tutupnya(bilal/arrahmah/www.globalmuslim.web.id)
Powered by Blogger.