Israel Tak Terima Kebijakan Pemukiman Yahudinya Dikritik di PBB

JAKARTA,  - Beberapa diplomat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkritik Israel tentang pemukiman Yahudi yang terus diperluas. Namun sepertinya Israel tak terima atas kritikan tersebut dan Israel pun balas mengecam kritik-kritik tersebut.
Para diplomat tersebut menyatakan kekhawatiran mereka atas pembangunan pemukiman dan serangan yang baru-baru ini dilakukan oleh para pemukim Yahudi. 
Sebelumnya 14 diplomat menyuarakan kekhawatiran mereka pada Selasa 20 Desember lalu, seperti yang diutarakan oleh Duta Besar Afrika Selatan (Afsel) untuk PBB Baso Sangqu.
"Pembangunan pemukiman bagi warga Yahudi oleh pihak Israel, menjadi halangan bagi pembentukan solusi dua negara yang dapat menyelesaikan konflik Palestina dan Israel," ucap Sangqu seperti dikutip Associated Press, Kamis (22/12/2011).
Pihak Israel pun memberikan pernyataan yang ditujukan untuk melawan komentar dari para diplomat itu. "Diplomat-diplomat seharusnya memfokuskan diri pada upaya perdamaian di wilayah berdarah seperti Suriah, dibandingkan mencampuri urusan dalam negeri Israel," pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel.
Kecaman dari para diplomat itu, sebelumya memang ditujukan kepada serangan yang dilakukan kelompok ekstrimis Israel pada sebuah pangkalan militer, masjid dan lahan milik warga Palestina. Israel sendiri hanya menangkap beberapa orang tersangka dari serangan itu.
Tetapi yang jelas, pernyataan Israel ini menunjukan keangkuhan dari Pemerintah Israel yang tidak ingin proyek pembangunan pemukiman mereka diganggu. Meskipun pembangunan tersebut dilakukan di wilayah yang nantinya akan menjadi wilayah Negara Palestina merdeka. (Tg/Oz)