Mewaspadai Kelompok Kafirin :Walan Tardho

Kaum muslimin rahimakumullah,
Allah SWT berfirman :
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al Baqarah 120).
Kaum muslimin rahimakumullah.
Dalam tafsir An Nasafy diterangkan bahwa dalam ayat tersebut seolah-olah orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata: “Kami tidak ridho kepadamu sekalipun engkau sudah mentok dalam upaya mencari ridlo kami sampai engkau mengikuti millah kami”. Ucapan mereka itu upaya memupus harapan Rasulullah saw. agar mereka masuk Islam.
Dalam firman Allah “qul inna hudallahi huwal huda”An Nasafy menerangkan bahwa petunjuk yang Allah ridloi untuk hamba-Nya adalah Al Islam. Dan dia adalah petunjuk secara keseluruhan, tidak ada petunjuk sesudahnya. Adapun apa yang mereka serukan untuk diikuti bukanlah petunjuk, tapi sekedar hawa nafsu mereka saja. 
Dalam kitab Fathul Qadir diterangkan bahwa millah adalah sebutan untuk apa saja yang Allah syariatkan kepada para hamba-Nya dalam kitab-kitab-Nya melalui lisan para nabi-Nya. Demikian juga istilah syariah.
Ibnu Katsir mengatakan bahwa di dalam firman Allah “dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” terdapat ancaman yang keras kepada umat Islam agar jangan mengikuti jalan-jalan dan metode-metode Yahudi dan Nasrani setelah mereka mengetahui dari Al Quran dan As Sunnah. Mereka harus berlindung kepada Allah dari hal itu. Sebab bentuk seruan (khithab) dalam ayat tersebut adalah untuk Rasulullah saw., namun kandungan perintah-Nya adalah untuk umatnya.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Apa yang sangat mereka inginkan?
Allah SWT menyingkap obsesi atau keinginan kaum ahli Kitab itu.
Pertama, Mereka ingin memurtadkan umat Islam. Allah SWT berfirman:
Sebahagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, Karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Baqarah 109).
Oleh karena itu, sebenarnya bagi umat Islam Indonesia, Kristen dan Katolik yang merupakan representasi ahli kitab tidak ada masalah. Tapi masalah yang kemudian muncul adalah ketika mereka melakukan diakonia lalu melakukan pembatisan, alias melakukan pemurtadan! Berbagai macam modus operandi mereka lakukan untuk memurtadkan umat Islam. Inilah yang diprotes oleh para aktivis islam anti pemurtadan di seluruh negeri ini.
Dan ini pula yang diprotes oleh Almarhum Dr. Muhammad Natsir yang pada dekade 80-an pernah menulis surat protes kepada Paus atas kegiatan diakonia sebagai modus kristenisasi di negeri ini. Diakonia adalah kegiatan-kegiatan sosial yang berujung kepada pembaptisan. Dan pada periode terakhir ini diakonia terus terjadi.
Misalnya, beberapa waktu lalu di Bekasi ada kegiatan yayasan Kristen Mahanaim mengadakan acara B3 (Bekasi Berbagi Berkah) yang kerjasama dengan Pemkot Bekasi??? Kegiatan misionaris dari AS membagi uang kepada para korban gempa di kampung muslim di Padang Pariaman yang berujung pada pembagian kitab Injil dan ceramah ajakan kepada agama Kristen alias pemurtadan!  
Kaum muslimin rahimakumullah,
Kenapa umat Islam menolak aktivitas pemurtadan? Sebab perbuatan murtad adalah dosa yang tidak terampunkan bagi seorang muslim manakala dia tidak sempat kembali ke pangkuan Islam sebelum mati.  Allah SWT berfirman :
“….mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al Baqarah 217).
Kedua, mereka tidak menghendaki kebaikan bagi umat Islam. Allah SWT berfirman: 
Orang-orang kafir dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Al Baqarah 105).
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dengan demikian jelaslah inti dari sikap dan keinginan orang Yahudi dan Nasrani yang dijelaskan Al Quran. Oleh karena itu, umat Islam harus senantiasa waspada terhadap keberadaan mereka dan senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan umat atas dasar ukhuwah Islamiyyah dan terus-menerus secara istiqomah berpegang teguh kepada aqidah Islam dan senantiasa menerapkan syariah Allah SWT secara kaffah sehingga bisa menangkal bahaya apapun yang ditimbulkannya.
Marilah kita renungkan Allah SWT berfirman:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(QS. Ali Imran 103).
Juga firman-Nya:
Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Anfal 46).
Baarakallahu lii walakum!