Oleh Chandra Purna Irawan (Kordinator BKLDK Jawa Barat)


Moment pergantian tahun begitu sangat dinantikan oleh setiap orang. Tak jarang diantara mereka yang menyambutnya dengan berpesta ria, meniup terompet didetik-detik terakhir pergantian tahun dan lain-lain. Seakan moment tahun baru merupakan moment istimewa yang tak boleh terlewatkan. Sebelum saya melanjutkan penjelasan kenapa perayaan tahun baru adalh budaya kufur dan sampah. Kita simak sejarahnya terlebih dahulu

Sejarah dan cara merayakan di masa lampau

Tahun baru adalah suatu perayaan yang menandakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Kalender Romawi kuno menggunakan tanggal 1 Maret sebagai Hari Tahun Baru. Belakangan, orang Romawi Kuno menggunakan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun yang baru. Pada Abad Pertengahan, kebanyakan negara-negara Eropa menggunakan tanggal 25 Maret, hari raya umat Kristen yang disebut Hari Kenaikan Tuhan, sebagai awal tahun yang baru. Hingga tahun 1600, kebanyakan negara-negara Barat telah menggunakan sistem penanggalan yang telah direvisi, yang disebut kalender Gregorian.

Kebanyakan orang di masa silam memulai tahun yang baru pada hari panen. Mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan untuk meninggalkan masa lalu dan memurnikan dirinya untuk tahun yang baru. Orang Persia kuno mempersembahkan hadiah telur untuk Tahun Baru, sebagai lambang dari produktivitas.

Orang Romawi kuno saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Bulan Januari mendapat nama dari dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang). Orang-orang Romawi mempersembahkan hadiah kepada kaisar.

Para kaisar lambat-laun mewajibkan hadiah-hadiah seperti itu. Para pendeta Keltik memberikan potongan dahan mistletoe, yang dianggap suci, kepada umat mereka. Orang-orang Keltik mengambil banyak kebiasaan tahun baru orang-orang Romawi, yang menduduki kepulauan Inggris pada tahun 43 Masehi.

Pada tahun 457 Masehi gereja Kristen melarang kebiasaan ini, bersama kebiasaan tahun baru lain yang dianggapnya merupakan kebiasaan kafir. Pada tahun 1200-an pemimpin-pemimpin Inggris mengikuti kebiasaan Romawi yang mewajibkan rakyat mereka memberikan hadiah tahun baru. Para suami di Inggris memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana (pin). Kebiasaan ini hilang pada tahun 1800-an, namun istilah pin money, yang berarti sedikit uang jajan, tetap digunakan. Banyak orang-orang koloni di New England, Amerika, yang merayakan tahun baru dengan menembakkan senapan ke udara dan teriak, sementara yang lain mengikuti perayaan di gereja atau pesta terbuka.

Sekalipun tahun baru juga merupakan hari suci Kristiani, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Amerika. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan “Selamat Tahun Baru” dan menyanyikan Auld Lang Syne.

Menurut Syariah
Benarkah tahun baru harus kita sambut dengan sepesial? Semisal saling mengucapkan ucapan selamat, lewat lisan atau tulisan yang kita tulis di kartu ucapan tahun baru. Sedemikian istimewakah makna tahun baru bagi umat manusia? Coba perhatikan pernyataan Al Imam Ibnu Tammiyah radhiaallahu anhu. Adapun mengucapkan selamat terhadap syiar-syiar keagamaan orang-orang kafir yang khusus bagi mereka, maka hukumnya haram menurut kesepakatan para ulama, seperti mengucapkan selamat terhadap hari-hari besar mereka dan puasa mereka, seperti mengucapkan semoga hari besar ini diberkahi atau ucapan semisalnya dalam rangka hari besar tersebut…”

Sedang Umar bin Khatab ra berkata, terkait dengan momentum tahun baru Masehi atau hari-hari besar lain yang merupakan hari-hari besar orang-orang Yahudi dan Nasrani. Janganlah kalian mengunjungi kaum Musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka(HR. Al Baihaqi, no:18640)

Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka (HR.Ibid. no:18641)

Dari kedua hadist tersebut, jelaslah sudah kalau mengucapkan selamat atau ikut serta dalam merayakan hari-hari besar kaum musyrikin ( Tahun baru, Natal,Valentine,dll) hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam. Karena moment tahun baru atau moment-moment lainnya merupakan pencampuradukan antara Al Haq dan kebathilan. Yang lebih banyak nilai mudharatnya, ketimbang sisi positifnya. Selain kufur, perayaan tahun baru juga menghabiskan banyak uang dan perilaku hura-hura semisal sex, ugal-ugalan dijalan dan hal ini lah yang menunjukkan akan budaya sampah.

Sebagai umat Islam tentunya kita harus konsisten terhadap keyakinan/akidah yang kita anut, karena sesungguhnya merayakan momen tahun baru itu bukanlah budaya Islam, jadi janganlah sekali-kali terpengaruh dan mengadopsinya menjadi bagian dari budaya kaum muslimin.

Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.( QS. Al-Baqarah:109)

Coba perhatikan ayat tersebut! Sesungguhnya, moment tahun baru itu salah satu tipu muslihat orang-orang musyirikin untuk menyesatkan kaum muslimin dari jalan kebenaran, jalan yang penuh dengan cahaya rahmat dan karunia-Nya. Karena sejatinya, kaum musyirikin itu mengetahui kalau agama Islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin, sehingga hati mereka menjadi dengki dan berusaha mengembalikan keyakinan kaum muslimin pada kekafiran agar jauh dari cahaya Allah.

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang kafir itu, niscaya mereka akan mengembalikanmu kebelakang ( Kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang merugi.(QS. Ali Imron:149)

Berdasarkan penjelasan diatas, terlihat sudah bahwa tahun baru adalah bagian dari perayaan orang kufur. Namun sayang, umat islam saat bagaikan bebek yang sekedar mengikut. Justru seharusnya, kita sebagai umat yang terbaik sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT di dalam ayat suci menjadi culture leader yang menciptakan agar mereka (orang kufur) mengikuti budaya kita (Islam). Tentunya, tak ada seorang pun diantara kita yang ingin menjadi orang yang merugi dan amal ibadahnya tertolak oleh Allah Swt. Kalau demikian, mari bersama-sama bersiaga dalam menghalau datangnya budaya kaum musyirikin yang mereka proklamirkan lewat liberalisme, modernitas dan premisivisme budaya.

Lebih baik pada tahun baru 2010, kita jadikan sebagai momen untuk menuju perubahan dan kemulian diri dan kemulian kaum muslimin.[ ]

“Penyediaan pendidikan yang lebih baik di Jalur Gaza, jauh dari pengaruh para ekstrimis, sangat penting untuk membangun masa depan wilayah itu.”

Dengan kata-kata tersebut, Menteri Pemerintah Inggris untuk Pembangunan Internasional, Douglas Alexander mengumumkan niat pemerintahannya untuk memberikan lebih dari 53 juta pundsterling sebagai bentuk dukungan bagi otoritas Palestina, serta badan PBB untuk bantuan dan pekerjaan bagi para pengungsi (UNRWA) guna melindungi dan mendukung anak-anak di Gaza, demikian ungkapnya seperti yang dikutip oleh kantor berita Ma’an.

Sedangkan, Direktur Operasional UNRWA di Gaza, John Ging mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi sekolah-sekolah yang dikelola UNRWA, yang nmendidik sebanyak 260 ribu anak-anak pengungsi di Gaza adalah apa yang disebut dengan “mengatasi ekstrimisme” yang dipicu oleh perang dan blokade Israel yang terus berlanjut, demikian ungkapnya seperti yang dikutip oleh kantor berita Palestina to Day.

Mereka yang mengikuti kebijakan negara-negara besar akan menyadari bahwa kebijakan operasi lembaga-lembaga internasional di bawah negara-negara besar itu, terutama yang lahir dari rahim PBB, seperti badan PBB untuk bantuan dan pekerjaan bagi para pengungsi (UNRWA), maka tidak lain badan ini dibentuk hanya untuk menambah dan menanamkan pengaruh kekuasaan kolonial Barat di dunia, khususnya di dunia Islam yang kaya akan sumber daya alam, dan musuh peradaban tradisional negara-negara besar, yang dijalankan dengan nama dan semboyan palsu.

Inggris misalnya, yang mencoba untuk memperlihatkan rasa belas kasih kepada anak-anak Palestina, dengan memberikan dukungan keuangan palsu dan licik ini, telah terbongkar-melalui pernyataan Alexander-tujuan tersembunyi dan jahatnya di balik dukungan finansial yang mencurigakan ini. Misinya adalah menjauhkan pengaruh “kelompok ektrimis” dari anak-anak dan para pemuda Gaza, serta merusak pikiran mereka dengan mengajarinya “tragedi” Yahudi melalui pengajaran anak-anak korban Gaza tentang Holocaust, bukan melindungi mereka dari serangan roket dan jet pembom yang menyebarkan kematian, pembunuhan, dan teror di tengah-tengah mereka.

Sesungguhnya, apa yang keluar dari mulut para politisi Barat hanyalah kebencian dan ketidaksenangan ketika mereka berbicara tentang ekstrimisme, kekerasan dan terorisme. Sementara yang mereka maksud dengan semua itu adalah Islam dan para pengembannya. Mereka melakukan itu sebagai ekspresi rasa frustrasi dan kemarahannya terhadap apa yang telah dicapai kaum Muslim, seperti kesadaran mereka yang begitu besar akan agamanya, serta dukungan mereka kepada para pengemban Islam dan para pejuangnya. Dalam hal ini, mereka benar-benar marah, karena kegagalannya dalam mengubah pemikiran generasi umat Islam. Mereka tidak senang dengan semua ini, sehingga mereka pun bekerja siang dan malam untuk memerangi Islam dan pemeluknya.

Kekuatan kolonial Barat yang diwakili oleh Amerika dan Uni Eropa adalah sumber terorisme dan ekstremisme di dunia. Mereka yang telah menghancurkan Irak di atas kepala warganya, menjarah minyaknya, kekayaannya, dan warisan bersejarahnya; mereka yang menduduki Afghanistan dan hingga kini mereka masih menanamkan benih-benih kerusakan dan korupsi; mereka yang mendukung entitas Yahudi melampiaskan kesombangan, keangkuhan dan kekejamannya terhadap warga Palestina yang lemah; dan berbagai kemunafikan lainnya.

Sementara ide-ide Islam, yang mereka berusaha menyebutnya dengan terorisme dan ekstremisme telah menjadi dasar negara yang memenuhi dunia dengan cahaya, mengakhiri kegelapannya, mengemban Islam dengan dakwah dan jihad sebagai obor hidayah bagi seluruh dunia, serta mengerahkan semua potensi dan kemampuannya demi menyebarkan hidayah kepada umat manusia. Sekarang, siapa yang layak disebut teroris, orang yang melakukan pendudukan, pembunuhan, penindasan, dan penjarahan kekayaan demi keserakahan dan kolonialisme, atau orang yang mengemban untuk dunia obor pemberi cahaya dan hidayah?!!

Sebenarnya yang bertanggung jawab atas warga Palestina, memeliharanya, dan melindunginya, bahkan membebaskan wilayahnya dari kotoran dan kejahatan orang-orang Yahudi adalah seluruh kaum Muslim dan para penguasa mereka, bukan UNRWA dan Inggris, sebab mereka inilah sumber utama dari sebagian besar tragedi yang menimpa warga Palestina dan kaum Muslim secara umum.

Daripada menyerahkan masalah ini kepada negara-negara Barat dan badan PBB untuk bantuan dan pekerjaan bagi para pengungsi (UNRWA) yang malah membuatnya bebas menyebarkan dan menanamkan racun pemikiran sesat, justru kewajiban kaum Muslim, khususnya para penguasanya adalah melindungi warga Palestina, menolongnya, dan membebaskan wilayahnya. Namun, di mana kepedulian mereka dalam hal ini, sebaliknya mereka terlibat dalam melakukan kejahatan terhadap Palestina, warganya, dan umat Islam secara keseluruhan?!

Oleh karena itu, kewajiban semua kaum Muslim adalah mengumpulkan seluruh potensinya, lalu berusaha dan bekerja menuju solusi mendasar untuk mengakhiri eksistensi entitas Yahudi, serta mengakhiri apa yang menjadi penyebab penderitaan dan bencana yang menimpa warga Palestina dan orang-orang di sekitar mereka.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ


“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (Al-Anfal [8] : 36)

Sumber : pal-tahrir.info, 29/12/2009. || hizbut-tahrir.or.id, 31/12/2009

Washington - Administrasi Obama menolak seruan untuk menghentikan atau menunda penutupan penjara Teluk Guantanamo pasca serangan teror Hari Natal dengan dalih bahwa penutupan penjara akan melemahkan perekrutan teroris dalam jaringan yang mengaku bertanggung jawab atas rencana serangan minggu lalu.

Pejabat pemerintah AS pun meyakinkan para legislator bahwa pihaknya akan sangat hati-hati dalam mentransfer setiap tahanan ke negara-negara lain, mengikuti kekhawatiran bahwa mengirim puluhan warga Yaman yang ditahan di sana kembali ke negara asal mereka -yang telah muncul sebagai aktivitas ekstremis mudah terbakar- justru akan membahayakan Amerika Serikat.

Pejabat senior mengatakan kepada Fox News bahwa tak seorang pun dalam administrasi Presiden Obama yang mempertimbangkan ulang rencana untuk menutup Teluk Guantanamo. Meskipun penutupan mungkin tidak akan terjadi hingga 2011 karena serangkaian kemunduran, kata para pejabat Guantanamo dan tetap meyakinkan bahwa Guantanamo masih ada di bawah "kepentingan keamanan nasional."

"Fasilitas penahanan di Guantanamo telah digunakan oleh Al-Qaidah sebagai alat untuk propaganda dan merekrut - termasuk hubungannya dengan Al-Qaidah di Jazirah Arab. Sebagaimana yang telah diakui pemimpin militer kami, menutup fasilitas penahanan di Guantanamo adalah keharusan keamanan nasional," kata seorang pejabat senior mengatakan kepada Fox News.

Al-Qaidah di Jazirah Arab mengklaim bertanggungjawab atas percobaan pemboman di penerbangan Detroit Northwest Airlines minggu lalu. Sumber mengatakan tersangka Umar Farouk Abdulmutallab menghabiskan waktu di Yaman dan kemungkinan besar telah dipersiapkan untuk misi tersebut.

Hal ini telah menuntun beberapa anggota parlemen untuk mendesak Obama untuk memikirkan ulang rencana Guantanamo atau setidaknya berhenti mentransfer tawanan ke Yaman atau negara Jazirah Arab lainnya.

"Mengingat situasi keamanan di Yaman dan kegagalan pemerintah Yaman untuk mengamankan tahanan kelas tinggi di masa lalu, kami percaya bahwa setiap pengalihan seperti itu sama sekali bukan tindakan yang bijak dan hanya sekedar pertimbangan yang menimbulkan rasa sakit bagi banyak orang," klaim Sens. John McCain, R-Ariz.; Joe Lieberman, I-Conn.; dan Lindsey Graham, RS.C., dalam sebuah surat kepada presiden Selasa (29/12).

"Serangan 25 Desember hanya serangan baru dari sekian rencana dalam daftar AQAP di Yaman."

Pemerintah Obama baru-baru ini memerintahkan enam tahanan Guantanamo dikirim kembali ke Yaman. Hal ini menimbulkan keprihatinan, karena Al-Qaidah di Jazirah Arab dipimpin oleh dua mantan tahanan Guantanamo yang dilaporkan telah dikirim ke Arab Saudi dari Guantanamo pada tahun 2007 dan dibebaskan dengan penuh kontroversi setelah menyelesaikan program rehabilitasinya.

Semua tersangka dinyatakan terlibat dalam serangan tahun 2000 di USS Cole juga telah dibebaskan oleh pemerintah Yaman.

Tetapi pejabat administrasi senior mengatakan Selasa bahwa pihaknya terus meninjau kasus setiap tahanan kasus dengan cermat dan ketelitian.

"Kebijakan kami adalah, seperti yang konsisten dengan hukum, bahwa kami akan melakukan usaha mentransfer tahanan. Kami akan memberitahu Kongres, bahwa kita akan melakukan transfer sesuai dengan kepentingan keamanan nasional AS. Dan kami percaya bahwa masing-masing yang kami lakukan sejauh ini telah meningkatkan keamanan nasional," kata pejabat. (althaf/fox/armh)

Dua puluh juta penduduk di wilayah Uighur yang telah diputus dari sambungan Internet dan layanan telepon internasional sejak demonstrasi yang berakhir kerusuhan mematikan enam bulan lalu dan saat ini penduduk wiayah Uighur hanya bisa membuka 2 situs web yang dikelola pemerintah Cina.

Penduduk di wilayah Uighur atau sering juga disebut "Turkistan Timur" hanya dapat mengunjungi website xinhuanet.com, situs yang dijalankan oleh kantor berita negara Xinhua, dan people.com.cn, website koran Harian Rakyat, menurut kantor informasi pemerintah daerah.

Pada situs-situs lain, termasuk layanan berupa komentar atau email masih tetap diblokir, kata kantor pemerintah daerah.

Pemerintah Cina di Xinjiang memutus akses ke Internet, panggilan internasional dan SMS setelah mayoritas Cina dari suku Han melancarkan serangan balas dendam, dua hari setelah muslim Uighur melakukan protes di ibukota Xinjiang Urumqi. Kekerasan tersebut telah menewaskan 197 orang.

"Perangkat itu (internet, SMS, panggilan internasioanl) adalah alat penting yang digunakan oleh para aktor dibelakang layar untuk menghasut kerusuhan di Urumqi," kata Yang Maofa, direktur telekomunikasi daerah administrasi Xinjiang kepada surat kabar China Daily.

Karena situasi sosial secara keseluruhan telah menjadi stabil, pemerintah setempat memutuskan untuk mencabut larangan pada akses internet dengan persetujuan pemerintah pusat, kata kantor pemerintah daerah.

Yang Maofa mengatakan pihak berwenang akan segera membuka kembali panggilan internasional dan pesan SMS, namun belum memastikan tanggalnya.

Xinjiang - nama Cina yang disematkan kepada wilayah Uighur - juga memungkinkan akses ke sejumlah situs lokal resmi, termasuk situs web pemerintah daerah, yang tidak dapat diakses dari luar daerah.(fq/reu/rep)

Delapan warga AS menjadi korban serangan bunuh diri di basis militer AS yang terletak di provinsi Khost, tenggara Afghanistan. Dari delapan warga AS yang tewas itu, beberapa diantaranya adalah agen CIA.

Pejabat AS di Kabul dan Jubir Kementerian Luar Negeri AS, Ian Kelly hari Rabu (30/12) membenarkan terjadinya insiden itu. "Kami membenarkan telah terjadi ledakan di provinsi Khost dan delapan orang Amerika tewas," kata mereka.

Pihak AS tidak memberikan detil para korban apakah semuanya warga sipil atau tentara AS. Namun sejumlah laporan menyebutkan, diantara korban tewas adalah agen-agen CIA.

Washington Post dalam laporannya mengatakan basis militer AS di Afghanistan "Forward Operating Base Chapman" yang digunakan oleh para agen mata-mata AS, menjadi sasaran serangan bom bunuh diri hari Rabu kemarin dan sumber-sumber di AS membenarkan bahwa delapan orang yang tewas dan luka-luka dalam serangan itu besar kemungkinan adalah para pegawai CIA dan kontraktor AS.

Serangan bom kemarin merupakan serangan yang menimbulkan korban yang paling besar di kalangan personel intelejen AS dibandingkan serangan-serangan lainnya sejak invasi AS ke Afghanistan. Selama tahun 2009 saja, jumlah pasukan asing yang tewas di Afghanistan mencapai 506 orang, 310 diantaranya adalah tentara AS.

Serangan bom bunuh diri kamp militer AS di provinsi Khost kemarin, bersamaan dengan aksi protes rakyat Afghanistan di beberapa kota atas operasi militer yang dilakukan pasukan internasional di pedalaman provinsi Kunar, dekat perbatasan dengan Pakistan, hari Minggu lalu. Dalam operasi tersebut, pasukan asing itu membunuh 10 warga sipil termasuk anak-anak sekolah.

Sekitar 200 mahasiswa di Jalalabad melakukan long march, memprotes serangan pasukan asing itu dan menuntut agar pelakunya diadili. Sementara di kota Kabul, ratusan orang juga menggelar aksi serupa dan mendesak AS untuk segera menarik pasukannya dari Afghanistan.

"Obama ! Bawa tentara-tentaramu keluar Afghanistan!" teriak para pengunjuk rasa yang menggunakan ikat kepala berwarna biri bertuliskan "Berhentilah Membunuh Kami!"

Pasukan NATO di Afghanistan membantah telah membunuh warga sipil dalam operas militer yang dilakukan hari Minggu lalu. Seorang pejabat senior NATO mengatakan bahwa yang terlibat dalam operasi militer tersebut bukan pasukan NATO tapi pasukan khusus AS.

Menurut, Juru Bicara International Security Assistance Force (Isaf) yang berada dibawah komando NATO, Kolonel Wayne Shanks, operasi militer di Kunar adalah operasi gabungan tentara Afghanistan dan pasukan asing. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden di Kunar. (ln/prtv/aljz/ermslm)

Hasil investigasi pemerintah Afghanistan menyimpulkan pada hari Rabu kemarin (30/12), bahwa pasukan asing di bawah bendera International Security Assistance Force (ISAF) telah menyeret 10 warga sipil, termasuk delapan anak-anak, dari rumah mereka dan kemudian menembak mereka hingga mati.

"Unit pasukan internasional turun dari pesawat dan mengambil 10 orang dari tiga rumah, delapan di antaranya siswa sekolah di kelas enam, kelas sembilan dan kelas 10, salah satu dari mereka adalah seorang tamu, sisanya dari keluarga yang sama, dan menembak mereka hingga mati," kata Asadullah Wafa, kepala tim investigasi presiden dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Agence France Presse (AFP).

Tim investigasi memperlihatkan dokumen dari kepala sekolah yang membuktikan status anak-anak yang dibantai tersebut.

Insiden itu terjadi Sabtu malam di provinsi Kunar timur.

Presiden Hamid Karzai telah berbicara dengan ayah dan paman dari para siswa untuk menyampaikan rasa belasungkawa, dan ia menjanjikan akan melakukan penyelidikan penuh.

International Security Assistance Force (ISAF), yang memiliki 113.000 pasukan di Afghanistan, mengatakan bahwa mereka tidak punya aktivitas di daerah itu pada saat insiden terjadi.

Namun pejabat militer senior Barat mengatakan pasukan khusus AS diam-diam telah melakukan operasi di daerah itu, secara terpisah dari ISAF.

Kematian warga sipil di Afghanistan yang dilanda perang adalah isu sensitif bagi publik dan akan menyebabkan ketegangan antara Karzai dan pasukan asing yang banyak berada di Afghanistan.

PBB awal pekan ini mengkonfirmasi bahwa 2.038 kematian warga sipil dalam 10 bulan pertama tahun 2009, menunjukkan adanya kenaikan 10,8 persen dari periode yang sama padatahun 2008.

Protes

Ratusan mahasiswa marah turun ke jalan di dua kota untuk memprotes pembunuhan siswa sekolah.

"Kami berdemo terhadap orang-orang asing yang datang ke negara kami," kata Safiullah Aminzai, salah satu siswa peserta demo di Jalalabad, ibukota provinsi Nangahar timur, kepada AFP.

"Mereka tidak membawa demokrasi ke Afghanistan tetapi mereka membunuh ulama kami dan anak-anak."

Pengunjuk rasa yang marah memblokir jalan-jalan utama di Jalalabad dan membakar bendera Amerika dan patung Presiden Barack Obama di lapangan umum.

Mereka juga meneriakkan slogan-slogan anti-AS seperti "kematian untuk Obama" dan "kematian bagi pasukan asing".

"Kami sudah hilang kesabaran," teriak sekelompok pengunjuk rasa.

"Ini telah terjadi berulang kali. Jika itu terjadi lagi, kita akan turun ke jalan kembali dan membawa senjata."

Pengunjuk rasa di pusat kota Kabul mengikat pita hijau di sekitar dahi mereka dengan tulisan "berhenti membunuh kami" yang ditulis dengan warna merah.

Pengunjuk rasa yang lain meneriakkan "Keluar orang Asing!" dan "kematian bagi pembunuh orang Afghanistan!".

Analis telah berulang kali memperingatkan bahwa pembunuhan secara sembarangan terhadap warga sipil akan mengubah penduduk Afghan biasa menjadi benci terhadap pasukan asing dan hal ini juga bisa mengikis dukungan publik terhadap Karzai.(fq/iol/ermslm)

Mungkin hal ini bisa jadi yang menyebabkan kenapa Mesir sangat keukeuh secara langsung maupun tidak langsung membela kepentingan zionis Israel, bahkan rela membunuh secara perlahan-lahan saudara-saudara Muslimnya di Gaza dengan melakukan blokade perbatasan untuk masuk ke Gaza.

Menurut sumber-sumber ekonomi terungkap bahwa nilai dari perjanjian antara Mesir dan Israel untuk gas alam total nilainya sejauh ini mencapai hingga 10 miliar dolar.

Surat kabar Israel yang fokus terhadap persoalan ekonomi "Kalklest" menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang berada di Israel telah mengimpor gas alam Mesir dengan nilai kontrak perjanjian total sebesar 10 milyar dolar.

Tercatat bahwa perjanjian ekspor impor gas alam tersebut terakhir ditandatangani oleh perusahaan gas alam Mesir EMG dengan perusahaan Israel "Mektaim Volkswagen", sehingga perusahaan EMG Mesir menjadi perusahaan satu-satunya yang memasok gas alam untuk perusahaan Volkswagen Israel yang beroperasi di bidang kimia dan mencapai nilai kesepakatan antara mereka sekitar 50 juta dolar pertahun.

Surat kabar Israel ini juga mengungkapkan adanya kontak yang menyeluruh yang dilakukan oleh perusahaan Mesir EMG dengan melakukan kemitraan dengan pengusaha Zionis terkenal Yossi Maiman untuk menandatangani beberapa perjanjian dengan perusahaan-perusahaan energi dalam negeri Israel, termasuk perusahaan swasta yang menghasilkan listrik yang membutuhkan ketersediaan gas alam Mesir.

Dalam kesimpulan laporannya, surat kabar "Kalklest" menampilkan daftar perusahaan-perusahaan Israel yang menjadi importir gas alam Mesir, diantaranya adalah sebagai berikut: General Electric Company, Inc Nesher, Dourad, Energi Asdod, Solad Energy Company, Haifa Chemicals, dan terakhir perusahaan Mektaim Volkswagen.(fq/imo/ermslm)

Oleh : Chandra Purna Irawan (Kordinator BKLDK Jawa Barat)


Waktu terus bergulir tidak terasa akan memasuki tahun baru 2010 Masehi meninggalkan tahun 2009 M. Pergantian tahun kali ini hendaknya menjadi titik penting untuk melakukan evaluasi diri atas capaian-capaian kita pada tahun-tahun yang lalu dan perlu merenungkan sejauh mana mereka menyusuri lorong waktu dan setiap kesempatan yang dikaruniakan Allah SWT dengan membuktikan rasa syukur dalam bentuk pengabdian.

Dari tahun ketahun semenjak kemerdekaan hingga saat ini nasib rakyat negeri ini belum banyak berubah, negeri yang oleh para pujangga dulu disebut zamrud khatulistiwa ini juga tetap diwarnai oleh banyak sekali bencana berupa gempa bumi, banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut menyisakan sebuah ironi. Selain karena faktor manusia, bencana terjadi karena qudrah (kekuatan) dan irâdah (kehendak) Allah SWT. Karenanya, kita sering diajak berdoa agar terhindar dari segala bencana. Namun anehnya, mengapa pada saat yang sama kita tidak juga mau tunduk dan taat kepada Allah dalam kehidupan kita? Buktinya, hingga kini masih sangat banyak larangan Allah (riba, pornografi, kezaliman, ketidakadilan, korupsi dan sebagainya) yang dilanggar; masih sangat banyak pula kewajiban Allah (penerapan syariah, zakat, ‘uqûbat, shalat, haji, dan sebagainya) yang tidak dilaksanakan. Haruskah ada bencana yang lebih besar lagi untuk menyadarkan kita agar segera tunduk dan taat kepada Allah? Tentu tidak.

Jika menilik berbagai persoalan yang timbul di sepanjang tahun, dapat disimpulkan bahwa ada dua faktor utama di belakangnya, yakni faktor sistem dan manusianya. Kemiskinan, kriminalitas dan masalah sosial lain, intervensi asing, ketidakadilan, Islamophobia (ketakutan terhadap Islam) dan berbagai bentuk kezaliman yang ada sepenuhnya terjadi akibat pemimpin yang tidak amanah dan sistem yang buruk, yakni sistem Kapitalisme-sekular.

Kapitalisme sebagai penyangga sistem dunia juga terbukti gagal menciptakan kesejahteraan manusia. Bahkan, ideologi ini telah menyeret manusia pada kehancuran-kehancuran yang lebih mengerikan lagi. Kebobrokan sistem kapitalisme, baik pada sistem hukum dan pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pendidikan, dan kesehatan telah nyata-nyata terpampang di depan mata. Di bawah ini akan kami paparkan ‘fakta gagalnya sistem kapitalisme’;

Kapitalisme : Sistem Pemerintahan dan Hukum
1. Nasionalisme

Nasionalisme terbukti gagal dan sudah tidak relevan lagi untuk membangun peradaban masa depan. Sebagaimana dikutip dari Kalim Shiddiqui, paham nasionalisme dinyatakan sebagai paham yang menuntut adanya kesetiaan kepada bangsanya melebihi segalanya. Menurut Sardar, nasionalisme merupakan indikator destruktif bagi peradaban masa depan. Paham ini telah berimplikasi buruk bagi umat manusia; (1) meningkatnya jumlah negara yang hanya mementingkan dirinya sendiri dengan mengesampingkan bahkan cenderung mengorbankan kepentingan pihak lain, (2) munculnya rasialisme yang bersifat massal, (3) nasionalisme telah memecah belah umat manusia, bahkan menutup trend dunia global yang saling menopang dan mendukung. Data di lapangan menunjukkan; sejak PD II, 20 juta jiwa hilang karena konflik-konflik yang berdimensi nasionalistik. 29 konflik dari 30 konflik terjadi pada dimensi domestik. Di Sovyet lebih dari 20 konflik terjadi dan menelan korban raturan ribu bahkan hingga mencapai jutaan.

Cost-cost ekonomi yang tidak perlu, timpangnya distribusi, dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, merupakan konsekuensi logis dari paham nasionalisme. Arus barang-barang dan manusia tidak bisa masuk dengan mudah disebuah negara akibat pemberlakuan tarif cukai yang melangit. Anda bisa membayangkan, seandainya cukai tidak ada tentu arus barang dan orang akan lebih lancar. Selain itu, dengan dicairkannya sekat-sekat nasionalistik cost-cost yang tidak perlu itu bisa dipangkas bahkan dieleminasi. Harga barang dan jasa tentu akan lebih murah.

2. Sistem Pemerintahan Demokratik
Sistem pemerintahan demokratik yang menempatkan rakyat sebagai pihak berdaulat juga telah menimbulkan nestapa modern. Diadopsinya sistem pemerintahan demokrasi –yang berimplikasi logis kepada sekulerisme— telah menimbulkan apa yang disebut oleh pakar-pakar barat dengan ungkapan beragam namun bermakna sama. A Sorokin menyebut dengan The Crisis of Our Age. Sayyed Hossen Nasser menyebut abad sekarang dengan istilah ‘Nestapa Manusia Modern’, karena adanya alienasi seperti yang digambarkan oleh Eric Fromm. Luis Leahy menyebut dengan ‘Kekosongan Rohani’. Gustave Jung mengomentari peradaban sekarang dengan ‘Gersang Psikologis’. Peter Berger menyatakan, bahwa masyarakat kapitalistik selalu bercorak sekuleristik. Sedangkan masyarakat yang sekuleristik cenderung akan memarginalkan peran agama, bahkan ada kecenderungan untuk mereduksi agama menjadi subsistem yang tidak lagi berarti. Pembagian kekuasaan –dengan alasan menghilangkan otoritarianisme— terbukti malah menimbulkan dualisme kepemimpinan serta kaburnya batas wewenang masing-masing lembaga negara. Padahal dengan adanya dualisme kepemimpinan akan menimbulkan kontraksi-kontraksi kekuasaan yang berakibat kepada konflik elit politik. Konflik elit politik akan berbuntut pada dikorbankannya kepentingan-kepentingan publik dan terabaikannya urusan rakyat.

3. Sistem Ekonomi.
Capaian yang dihasilkan oleh sistem ekonomi kapitalistik tampak pada penjelasan O. Henry dalam Supply and Demand, “….bencana melanda bumi dengan penumpukan kekayaan demikian cepat, namun tidak memberikan timbal balik apapun ….” Produksi –yang dianggap oleh kapitalis sebagai inti permasalahan ekonomi– meningkat cukup signifikan. Namun, di sisi lain, kesenjangan ekonomi dan mandegnya distribusi barang dan jasa merupakan problem yang belum bisa dipecahkan oleh sistem ekonomi kapitalis. Munculnya konglomerasi, serta perusahaan-perusahaan individu yang menguasai aset-aset publik, semakin memperlebar jurang kemiskinan antara yang kaya dan miskin. Kekayaan terus tersedot k arah negara-negara kapitalis raksasa dan para pemilik modal.

Menjelang akhir tahun 1988 asimetri distribusi pendapatan seluruh dunia mengakibatkan 75 % dari 5,1 milyar penduduk dunia hanya bisa menikmati 15% dari seluruh pendapat dunia, untuk kemudian dibagi-bagikan di antara negara-negara berkembang. Sebaliknya, negara-negara industri barat yang penduduknya hanya 17% dari seluruh penduduk dunia, hidup dengan menikmati 66% pendapatan dunia. Eropa Timur dan USSR dengan penduduknya 8% dari penduduk dunia mendapat bagian 19 % dari pendapatan dunia, yang besarnya mencapai 18,4 ribu miliar dolar AS. Data sebelumnya menunjukkan, 26% penduduk negara-negara blok barat dan blok timur menguasai lebih dari 78% produksi, 81% penggunaan energi, 70% pupuk, dan 87% persenjataan dunia. Sementara itu, 74% penduduk negara-negara berkembang (Afrika, Asia dan Amerika Latin) hanya mendapat jatah sekitar 1/5 produksi dan kekayaan dunia.

Jurang antara negara kaya dan negara miskin semakin melebar. Pada tahun 1970-1980, GNP real di negara miskin rata-rata meningkat 17 dolar per penduduk, di negara pengekspor minyak 624 dilar, dan di negara industri 2.117 dolar. Ini berarti, jika pertumbuhan pada dasawarsa 1980-1990 sama dengan dasawarsa sebelumnya, rasio pendapatan penduduk di negara miskin dan negara kaya tahun 1990 menjadi 1 dibanding 52 (sebelumnya 1:43).

Bank Dunia membandingkan statistik ekonomi dan sosial dari 185 negara dengan jangkauan dari 16 negara yang memiliki GNP sebesar 100 milir dolar AS ke atas hingga 95 negara yang memiliki GNP di bawah 10 miliar dolar AS. Sebagai gambaran perbedaan antara negara-negara berkembang dengan negara-negara maju seperti AS, maka Bhutan memiliki GNP perkapita sebesar 150 dolar AS dan harapan hidup rata-rata 46 tahun, sedangkan AS dengan GNP sebesar 18.430 dolar AS, dengan harapan hidup rata-rata 75 tahun. Ini benar-benar terlalu besar bagi warganegara di kedua negara tersebut untuk memahami seperti apa hidup di negara lain.

Demikianlah, sistem kapitalistik telah melahirkan kesenjangan perekonomian yang semakin hari semakin melebar. Kecenderungan ini siap meledak menjadi revolusi yang sangat dahsyat. Bahkan, pakar barat sendiri, Peter Drucker menyatakan bahwa abad 20 akan menyuguhkan apa yang sebelumnya telah diramalkan oleh Mao dan Castro, yaitu perang antarkelas…hanya hanya, perang yang berlangsung pada saat ini adalah perang antar ras. Richard Kean juga mengingatkan kepada dunia, “Bahaya besar dari jurang pemisah yang ada sekarang ini antara kaum kaya/miskin, Utara/Selatan, dan antara ras Kaukasoid dan golongan kulit berwarna, disebabkan oleh kesadaran yang dirasakan oleh kaum miskin bahwa mereka miskin. Kepongahan teknologi barat akan berubah menjadi pukulan maut bagi imperialisme. Dunia barat telah menyebarkan berita-berita mengenai prestasi material mereka ke seluruh dunia. Kesadaran diri, dugaan-dugaan dan perasaan ketidakadilan semakin tumbuh subur di negara-negara miskin, tanpa usaha untuk mengatasi keadaan ini, pecahnya suatu revolusi semakin mengancam.”

Kesenjangan dalam perolehan pendapatan dan kekayaan merupakan inti persoalan ekonomi dunia saat ini. Ia adalah isyu ekonomi utama dari problematika dunia. Kenyataan di atas merupakan konsekuensi logis diterapkannya sistem ekonomi kapitalistik. Problem di atas tidak sekadar disebabkan karena adanya human error, atau lemahnya norma dan etika para pelaku ekonominya, namun lebih banyak dikarenakan oleh paradigma dasar sistem ekonomi kapitalik itu sendiri.

Beberapa paradigma salah dari sistem perekonomian kapitalistik tampak pada asumsi-asumsi di bawah ini; Kapitalis memandang bahwa problem dasar ekonomi adalah produksi. Pandangan ini didasarkan pada sebuah asumsi yang salah, “Kebutuhan manusia tak terbatas, sedangkan alat pemuasnya terbatas.” Keterbatasan alat pemuas merupakan problem dasar ekonomi yang harus dipecahkan. Sebab, kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan alat pemuasnya terbatas. Masalah ini bisa diselesaikan dengan meningkatkan produksi semaksimal mungkin. Padahal, asumsi ini adalah asumsi yang sangat salah. Kebutuhan manusia itu sebenarnya terbatas, bukan tak terbatas. Kebutuhan manusia akan makanan misalnya, bukan tak terbatas, akan tetapi terbatas. Seseorang hanya mampu mengkonsumsi nasi maksimal 3 piring, lebih dari itu ia tidak membutuhkan nasi lagi. Selain itu, manusia tidak selamanya mengkonsumsi makanan secara terus menerus, atau mengkonsumsi makanan yang sejenis. Manusia mengkonsumsi berbagai macam makanan. Ada sebagian manusia yang mengkonsumsi jagung, beras, ketela, gandum, dan lain-lain. Ini berarti, daya dukung alam masih bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia.

Faktor kecerdasan manusia juga berperan penting agar manusia bisa survive dalam kondisi yang sulit. Lahan sempit bukanlah alasan untuk tidak bisa menyamai produksi pada lahan yang luas. Dengan ditemukannya rekayasa genetika, deservikasi, pertanian dengan media udara, dan air semakin menguatkan bahwa manusia mampu survive dalam kondisi apapun. Kebutuhan manusia tidak tak terbatas. Yang tidak tak terbatas adalah keinginannya. Secara ekonomi, keinginan manusia tidak mutlak harus dipenuhi semuanya. Seandainya keinginan-keinginan tertentu tersebut tidak dipenuhi atau dipuasi, tidak akan menimbulkan masalah yang serius.

Sistem ekonomi kapitalistik juga sangat lemah dalam hal distribusi. Penumpukan kekayaan pada sebagian pihak, serta ketidakmampuan di pihak yang lain merupakan implikasi logis diterapkannya sistem ekonomi kapitalistik.

Kegagalan kapitalisme di bidang-bidang lain juga tampak jelas.

4. Bidang Pendidikan
Di bidang pendidikan, lahir generasi sekuleristik-materialistik-hedonistik, yang mengagung-agungkan materi. Dunia pendidikan lebih didominasi oleh kepentingan-kepentingan ekonomi. Pakar-pakar pendidikan modern menyatakan bahwa pendidikan sekarang ini tidak lebih untuk mencetak manusia-manusia materialistik yang berorentasi kepada produksi dan konsumsi materi belaka. Belum lagi ditambah dengan kebijakan-kebijakan pendidikan yang memarginalkan peran agama dan etika.

Pendidikan sekuleristik telah menuntun anak menjadi orang-orang yang permisive (budaya serba boleh). Cairnya norma agama merupakan akibat dari pola dan orentasi pendidikan yang salah. Lahir kemudian generasi-generasi brengsek yang jauh dari norma-norma kemanusiaan. Aborsi, vandalisme, kekerasan yang dilakukan pelajar semakin menjadi-jadi. Dunia fashion yang mengumbar aurat semakin menambah kegilaan aksi-aksi asusila dan kriminalitas.

Kegagalan sistem pendidikan kapitalistik juga disebabkan karena kesalahan di dalam memandang manusia ideal, dan cara untuk membentuk manusia ideal. Karena ideologi ini berpusat kepada materi, dunia pendidikan pun arus mengikuti kaedah-kaedah yang bersifat materialistik. Ini semakin diperparah dengan kenyataan bahwa pendidikan dewasa ini dibangun di atas asumsi-asumsi psikologis yang salah. Belum lagi ditambah dengan sistem sosial masyarakat yang tidak mendukung sama sekali terhadap pendidikan anak. Akibatnya, anak semakin terjauh dari keluarga, teman, dan bahkan dirinya sendiri. Lahirlah psikopat-psikopat yang merasa dirinya bukan psikopat!

Akhirnya kehancuran peradaban manusia tinggal menunggu waktu saja.

5. Sistem Kesehatan
Jaminan terhadap kesehatan bagi masyarakat juga semakin jauh. Dengan adanya swastanisasi pada pengelolaan kesehatan berakibat pada mahalnya biaya kesehatan. Sementara fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah tetap tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

2010, Moment to change & a glory
Allah SWT memberikan kita potensi, salah satunya adalah akal, dengan akal inilah membedakan manusia dengan binatang. Binatang hanya menggunakan kebiasan atau coba-coba dalm kehidupannya, tidak pernah menggunakan akalnya untuk berpikir sebelum bertindak. Jadi sebagai tanda bahwa kita menggunakan akal, maka tidak akan pernah mau terperosok yang kedua kalinya di lubang yang sama.

Karena itu, jika kita ingin sungguh-sungguh lepas dari berbagai persoalan di atas, maka jadikan tahun 2010 sebagai momen perubahan menuju kemuliaan dengan cara memilih jalan baru yaitu menerapkan sistem yang baik dan mengangkat pemimpin yang amanah. Sistem yang baik hanya mungkin datang dari Zat Yang Mahabaik. Itulah syariah Islam. Adapun pemimpin yang amanah adalah yang mau tunduk pada sistem yang baik itu. Jika kita rindu dengan kehidupan mulia dan sejahtera, maka tidak ada jalan lain kecuali kita segera mewujudkan pemimpin yang menerapkan syariah Islam yang berasal dari Allah yang Maha Bijaksana. Dengan sistem ini pula terdapat nilai keimanan dan takwa dalam setiap aktivitas sehari-hari yang akan membentengi tiap orang agar bekerja ikhlas dan penuh amanah. Dengan syariah problem kemiskinan, intervensi asing, ketidakadilan, kezaliman dan berbagai persoalan masyarakat bisa diatasi dengan sebaik-baiknya sehingga kerahmatan Islam bagi seluruh alam bisa diwujudkan secara nyata.[]

Kairo - Sejumlah umat Islam di India terpaksa harus mengubah nama-nama mereka menjadi nama Hindu untuk mendapatkan kesempatan kerja di industri berlian yang tertutup bagi Muslim. "Kita tidak akan mendapatkan pekerjaan jika kita dikenal sebagai Muslim," ungkap Allarakha Khan, seorang pekerja Muslim yang menggunakan nama Hindu, kepada India Express, Selasa (29/12) kemarin.

"Kami telah melakukan hal ini sudah cukup lama, dan kami akan sangat berhati-hati untuk tidak mengungkapkan nama atau alamat asli kami di tempat kerja," tambah dia.

India yang mayoritas penduduknya Hindu, dengan 140 juta penduduk Muslim merupakan negara bependuduk Muslim terbesar ketiga di dunia setelah Indonesia dan Pakistan. Umat Islam India telah menderita secara sosial dan ekonomi selama puluhan tahun. Mereka telah lama mengeluh atas kecilnya persentase mereka dalam instansi kepolisian, militer, dan departeman pemerintah lainnya.

Mereka juga mengeluhkan kecilnya kesempatan belajar di universitas negeri. Mereka akhirnya mendaftar ke institusi pendidikan yang lebih rendah dan akibatnya, tingkat pengangguran umat Islam lebih tinggi daripada umat mayoritas, Hindu, bahkan dari umat minoritas lainnya seperti umat Kristen dan Sikh.

Membayar Mahal

Mehboob Pathan bersama putra dan putrinya terpaksa mengubah nama mereka dengan nama Hindu untuk mencari pekerjaan di industri berlian. "Seperti saya, ayah saya juga menyembunyikan identitas agamanya hanya agar bisa mendapatkan pekerjaan," tegas anak Pathan, Mushtaq, yang berganti nama Hindu Mukesh.

Tragisnya, dengan menyembunyikan identitas keislaman mereka, keluarga ini harus membayarnya dengan harga mahal. Sang ayah, Mehboob Pathan, dengan nama Hindu Jayenti Bhatti, menghilang dan keluarga telah melaporkan ketidakhadirannya. Namun, mereka mengalami shock berat saat sang ayah ditemukan terbunuh dalam sengketa moneter dan jenazahnya dikremasi (dibakar) sebagai seorang Hindu.

"Bagaimana mungkin polisi mengurus jenazahnya dengan cara Hindu?" ungkap Mushtaq kesal. "Sebuah pengusutan dapat menunjukkan bahwa ia adalah Muslim." Tapi, polisi bersikeras bahwa keluarga sudah terlambat.

"Kami mengurus jenazahnya sesuai ritus Hindu karena tidak mengetahui bahwa ia seorang Muslim," kata inspektur polisi, VR Malhotra. "Keluarga datang terlambat dan kita sekarang tak berdaya," tambah dia.

Dalam Islam, kremasi tidak diperbolehkan karena dianggap tidak menghormati mayat dan Islam mengajarkan untuk menghormati manusia, baik dalam kondisi hidup maupun mati. Ini adalah kewajiban Muslim sebagai sebuah komunitas (fardhu kifayah) untuk memastikan bahwa setiap Muslim yang meninggal dengan benar dicuci, dikafani, dan dimakamkan sesuai dengan ajaran Islam. "Kami terlalu miskin untuk melakukan apa pun," kata Mushtaq tak berdaya. (iol/taq/rep)

Jakarta - Peneliti Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam, mengatakan, anggaran pengadaan 150 mobil mewah bagi pejabat dapat menggratiskan biaya pendidikan 184 ribu siswa setingkat SMP.

Rinciannya, biaya satu mobil Rp 1,325 milyar dapat menggratiskan biaya pendidikan sekitar 2.300 siswa setingkat SMP dalam setahun.

"Pengadaan mobil mewah bagi pejabat negara merupakan bentuk pengingkaran janji pemerintahan SBY jilid II kepada rakyat untuk mendorong efisiensi belanja negara diawal pemerintahannya," kata Roy dalam pernyataan tertulis, Rabu (30/12).

Dia mengatakan, pengadaan mobil mewah tidak memenuhi rasa keadilan publik. Sejatinya, ujar Roy, APBN digunakan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Namun faktanya, APBN justru digunakan untuk menggemukkan birokrasi dan foya-foya pejabat dengan seribu alasan good governance," katanya. Padahal, dengan logika itu, anggaran mestinya lebih diefisienkan.

Berdasarkan data IBC, sejak tahun 2005-2010, alokasi APBN untuk belanja pegawai atau gaji berkisar 15-22 persen terhadap total belanja pemerintah pusat.

"Trend-nya selalu naik dari tahun ke tahun, belum termasuk belanja barang untuk fasilitas pejabat dan aparatur dibawahnya," ujar Roy.

Menurut Roy, pengadaan mobil mewah pejabat menyedot APBN kira-kira Rp 106 milyar. Mengutip data Departemen Keuangan, Roy mengatakan, mobil mewah yang diadakan melalui APBNP 2009 sebanyak 80 buah. Sementara, beban pajak (PPnBM) yang musti ditanggung negara sekitar Rp 785 juta per mobil atau totalnya sebesar Rp 62,8 milyar.

Sehingga, Roy menganggap itu sebagai akal-akalan pemerintah untuk meningkatkan belanja dan percepatan realisasi APBN 2009 di akhir tahun. Niat pemerintah yang memaksakan pembelian mobil Toyota Crown Royal Saloon dapat dilihat sebagai upaya untuk memperlihatkan "citranya" kepada masyarakat bahwa mereka dapat membelanjakan APBN sesuai target.

"Untuk itu, agar ke depan APBN dapat dikontrol publik, maka sejak awal sudah harus direncanakan, pembahasan hingga pertanggungjawabannya dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi publik sesuai dengan amanat Pasal 3 UU 17/2003 tentang Keuangan Negara," ujar dia. (ikh/itz/rep)

Al-Quds - Lembaga Al-Maqdisi menegaskan, pasukan penjajah Israel menghancurkan dan mengusur lebih dari 130 rumah selama tahun 2009 di sisi timur kota Al-Quds (Jerusalem) yang dijajah Israel sejak tahun 1967. “Tahun ini terjadi peningkatan drastis penggusuran rumah warga Palestina di Al-Quds dari tahun 2008 yang hanya 89 rumah yang digusur”.

Lembaga menegaskan dalam salinan laporan tertulis yang dibagian media yang diterima oleh Infopalestina kemarin Selasa (29/12) bahwa penjajah Israel menggusur 23 rumah dengan cara memaksa pemiliknya membongkarnya sendiri karena khawatir denda dari Israel. Lembaga menjelaskan, aksi penggusuran itu menyebabkan terusirnya 569 warga Al-Quds dari rumah mereka, 281 adalah anak-anak.

Ia menjelaskan, aksi penggusuran dan pembongkaran ini terkonsentrasi di wilayah Isawiah, Jabal Mubakir, Thour, Sha’vat, Bet Hanina, Kota Lama, Salwan, Raas Amod, Shour Bahir, Raas Khamis, kampung Tsauri, Bet Shavava, Wadi Jaoz. (bn-bsyr/ifp)

Kabul - Kematian sipil di Afghanistan meningkat lebih dari 10 persen dalam 10 bulan pertama tahun 2009, ungkap PBB pad Selasa (29/12), di tengah meningginya kemarahan atas tuduhan pembunuhan anak-anak dalam operasi militer Barat.

Angka yang dikeluarkan Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) pada AFP memperlihatkan terdapat 2.038 warga sipil yang tewas pada 10 bulan pertama perang Afghan tahun 2009, jumlah ini meningkat 10,8% dibanding 10 bulan pertama tahun lalu yang berjumlah 1.838 jiwa.

Angka-angka itu dirilis sehari setelah Presiden Hamid Karzai meluncurkan sebuah investigasi yang melaporkan bahwa 10 orang, sebagian besar dari mereka anak-anak sekolah, tewas dalam serangan yang didalangi oleh pasukan asing di dekat perbatasan Pakistan.

Kematian warga sipil di tangan pasukan asing memicu ketidakpercayaan penduduk Afghan pada pemerintahnya, serta pasukan AS dan NATO.

Perang Afghanistan kini telah berlangsung hampir sembilan tahun dan tahun 2009 menjadi tahun dengan jumlah pasukan salibis terbanyak, serta menyebabkan lebih banyak pertempuran dengan Taliban.

Terdapat lebih dari 110.000 tentara asing yang 'berperang melawan terorisme' di bawah komando AS dan NATO, dengan angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 150.000 orang pada akhir 2010 dengan kedatangan 30.000 lainnya dari AS dan 6.800 dari berbagai negara sekutu yang tergabung dalam NATO.

Jenderal Stanley McChrystal, yang mengomandoi pasukan AS dan NATO di Afghanistan, telah mengklaim telah merancang sebuah prinsip sentral pertempuran dalam strategi barunya bahwa korban sipil harus diminimalkan.

Pada hari Sabtu di bagian timur provinsi Kunar, sebuah serangan oleh pasukan salibis Barat dilaporkan telah menewaskan 10 warga sipil, delapan di antaranya anak-anak sekolah, kata para pejabat Afghanistan.

Menanggapi kejadian tersebut, ISAF NATO mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa-apa seputar kematian warga sipil di Kunar, namun Karzai bersumpah untuk melakukan penyelidikan.

"Presiden sungguh-sungguh sedih dan marah kemarin atas insiden provinsi Kunar," kata juru bicara Karzai Waheed Omar.

"Lebih banyak upaya harus dilakukan untuk mencegah insiden seperti itu," katanya kepada wartawan, dan menambahkan bahwa Karzai akan mengangkat isu sensitif di sebuah pertemuan puncak di negaranya di London bulan depan.

"Salah satu cara yang kami rasa dapat membantu mencegah korban sipil adalah bahwa pasukan keamanan Afghanistan harus diletakkan pada garis depan," katanya.

Pelatihan aparat keamanan Afghanistan yang belum berpengalaman merupakan salah satu kunci dalam strategi Presiden AS Barack Obama untuk menarik jumlah pasukannya, meskipun polisi dan tentara Afghanistan menyatakan kurang dalam merekrut dan pendanaan. (althaf/afp/armh)

Washington - Presiden AS Barack Obama telah mengidentifikasi Afghanistan, Pakistan, Yaman dan Somalia sebagai empat tempat paling berbahaya yang dipakai untuk menetaskan rencana para 'teroris' untuk menyerang Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (28/12) malam, Obama juga bersumpah untuk melacak orang-orang yang bersekongkol di balik percobaan serangan bom di sebuah pesawat pada Hari Natal.

Dia mengatakan serangan itu peringatan serius akan bahaya yang dihadapi bangsanya.

Obama mengatakan ia juga telah memerintahkan peninjauan menyeluruh terhadap proses 'screaning' di bandara yang ternyata mampu ditembus Umar Farouk Abdulmutallab sehingga ia bisa terbang ke Amerika Serikat.

Mengomentari upaya untuk pemboman pesawat AS saat mendarat di Detroit, Obama mengatakan, ia telah mengarahkan tim keamanan nasional untuk melakukan penjagaan ketat agar bisa mencegah orang-orang yang akan menyerang negaranya.

"Kami belum memiliki semua jawaban mengenai percobaan serangan terakhir ini, tetapi mereka yang berencana membantai laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersalah harus tahu bahwa Amerika Serikat akan melakukan lebih dari hanya memperkuat pertahanan kami," kata Obama.

"Kami akan terus menggunakan setiap elemen kekuatan nasional untuk menggagalkan, membongkar dan mengalahkan ekstremis yang mengancam kami, apakah mereka dari Afghanistan atau Pakistan, Yaman atau Somalia, atau di mana saja mereka merencanakan serangan terhadap tanah air AS."

Obama yakin bahwa para tersangka dalam peristiwa Natal ini telah mampu lolos dari sistem pengamanan Amerika Serikat.

"Jadi saya memerintahkan peninjauan menyeluruh, bukan hanya tentang informasi yang berkaitan dengan tersangka, tetapi juga dari keseluruhan sistem pengawasan dan mencari upaya lain untuk memperketatnya," katanya.

Peninjauan kedua rencananya akan dilakukan untuk memeriksa semua kebijakan, teknologi serta prosedur 'screaning' terkait dengan perjalanan udara, tambahnya.

"Kami perlu menentukan bagaimana tersangka mampu membawa bahan peledak berbahaya naik pesawat terbang dan apa langkah-langkah tambahan yang dapat kami ambil untuk menggagalkan serangan di masa yang akan datang." (althaf/dawn/armh)

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyebut aksi demonstrasi anti-pemerintah pada peringatan Hari Ashura adalah sebuah "drama yang memuakkan" dan satu-satunya penonton yang puas melihat drama itu adalah Amerika dan kaum Zionis.

"Bangsa Iran sudah melihat banyak peristiwa serupa. Amerika dan kaum Zionis adalah satu-satunya penonton dari sebuah drama yang mereka buat sendiri," tukas Ahmadinejad seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA.

Presiden Iran menuding AS dan kaum Zionis yang menjadi dalang aksi protes anti-pemerintah di kota Tehran bersamaan dengan peringatan hari Ashura hari Minggu kemarin. Polisi Iran menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran dan dilaporkan sejumlah orang tewas dalam aksi protes yang berakhir rusuh itu.

Kepala Deputi Kepolisian Iran, Ahmad Reza Radan menolak tudingan bahwa pasukannya menggunakan kekerasan dalam menangani para demonstran dan membantah terlibat dalam jatuhnya sejumlah korban tewas.

Negara-negara Barat yang selama ini memang anti-Iran langsung melontarkan kecaman atas aksi kekerasan yang terjadi di Iran. Meski negara-negara Barat yang mengecam itu juga negara-negara pelaku pelanggaran HAM di berbagai negara, terutama negeri-negeri Muslim.

Presiden Ahmadinejad balik mengecam reaksi negara-negara Barat itu dan mendesak Barat untuk memikirkan kembali sikap anti-Iran mereka. Ia menegaskan bahwa bangsa Iran tetap akan menunjukkan kekompakkannya untuk melawan intervensi Barat dalam urusan dalam negeri Iran. (ln/prtv/ermlsm)

Sementara sebagian masyarakat Palestina dan dunia memperingati peringatan kekejaman Israel dalam melakukan agresi brutalnya ke jalur Gaza tahun lalu, Inggris malah menggelontorkan bantuan sebesar 50 juta poundsterling (sekitar 80 juta dollar) kepada Otoritas Palestina yang dianggap Inggris sebagai kelompok "moderat" di Ramallah, dan dana yang sangat besar dari Inggris tersebut diperuntukkan sebagai bagian dari "melawan ekstremisme di kalangan pemuda Palestina."

Dalam edisi hari Selasa (29/12) surat kabar Inggris "The Independent" memberitakan bawa pemerintah Inggris telah memberikan "hibah" kepada otoritas Palestina, bantuan ini datang setelah 24 jam setelah pembunuhan enam warga Palestina oleh pasukan Israel pada hari paling berdarah sejak akhir agresi Israel terhadap Jalur Gaza," yang dimulai pada Desember 27, 2008 lalu yang berlangsung selama 22 hari, meninggalkan lebih dari 1.400 tewas dan sekitar 5.500 terluka.

Surat kabar itu menyatakan bahwa "Pemerintah Inggris bereaksi dengan pemerintahan di Jalur Gaza setelah mereka menolak tindakan penduduk dari sektor tersebut yang berpartisipasi dalam peringatan yang diselenggarakan oleh Gerakan Perlawanan Islam (Hamas); untuk memprotes kondisi ekonomi masyarakat miskin akibat agresi Israel.

Pemerintah Inggris menjelaskan bahwa "Uang bantuan mereka akan diberikan kepada kelompok moderat Otoritas Palestina di Ramallah, dan sebesar 7 juta poundsterling akan digunakan untuk membantu masyarakat di wilayah Gaza selama musim dingin, juga akan diberikan bantuan kepada guru-guru yang bekerja di sekolah-sekolah yang dikelola oleh PBB (UNRWA)."

Sebelumnya pada bulan September lalu, terjadi perdebatan mengenai mata pelajaran terkait soal Holocaust yang akan di ajarkan oleh UNRWA di sekolah-sekolah di Gaza, Hamas sendiri mengecam ide untuk memberikan mata pejaran tersebut.

ntuk melawan ekstremisme

Surat kabar The Independent mengutip pernyataan sejumlah guru di sekolah-sekolah UNRWA bahwa "tantangan terbesar yang mereka hadapi dalam menghadapi anak-anak pengungsi dan 260 ribu pengungsi lainnya adalah bagaimana mengatasi ekstremisme akibat perang baru-baru ini di Gaza dan pengepungan yang terus berlanjut di Gaza".

Direktur operasi UNRWA di Gaza, John Ging menyatakan "membuka blokade akan sangat membantu dalam mengatasi radikalisasi di kalangan pemuda Gaza. "

Seperti yang dinyatakan oleh Menteri Negara Inggris untuk Pembangunan Internasional - Douglas Alexander bahwa "kampanye pendidikan di Gaza dengan membersihkan dari ide-ide ekstremis adalah kunci untuk membangun masa depan daerah itu. Dan UNRWA akan berada di garis depan untuk mengkompensasi penurunan volume pendidikan di Gaza, pada waktu yang sama, kurikulum pelajaran UNRWA akan lebih mempromosikan hak asasi manusia dan toleransi sosial, politik dan mendukung upaya-upaya untuk melawan tindakan ekstremisme." (fq/iol/ermslm)

Dalam beberapa hari ke depan, tahun 2009 akan segera berganti, dan tahun 2010 akan menjelang. Ini tahun baru Masehi, tentu saja, karena tahun baru Hijriyah telah terjadi satu pekan yang lalu. Bagi kita orang Islam, ada apa dengan tahun baru Masehi?

Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Perayaan Tahun Baru

Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia.

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

Perayaan Tahun Baru Zaman Dulu

Seperti kita ketahu, tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).

Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year's Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh. Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba futbol Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan "Selamat Tahun Baru" dan menyanyikan Auld Lang Syne.Di negara-negara lain, termasuk Indonesia? Sama saja!

Bagi kita, orang Islam, merayakan tahun baru Masehi, tentu saja akan semakin ikut andil dalam menghapus jejak-jejak sejarah Islam yang hebat. Sementara beberapa pekan yang lalu, kita semua sudah melewati tahun baru Muharram, dengan sepi tanpa gemuruh apapun. (sa/ermslm)

West Midlands - Sebuah masjid dan pusat pendidikan Islam di Plant Street, Cradley Heathe, dekat West Midlands, akhir pekan lalu, habis terbakar dalam sebuah serangan vandalisme. Sepuluh orang kru pemadam kebakaran yang dikerahkan tidak mampu memadamkan api yang meludeskan kedua bangunan itu.

Serangan itu diperkirakan terjadi pada pukul 10.15 malam, waktu setempat, pada Hari Boxing. Para petugas mengatakan bahwa kebakaran tersebut terjadi karena kesengajaan, dan saat ini kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Ini bukanlah pertama kalinya kami menjadi target vandalis," ujar sekretaris masjid dan Islamic Center, Vasharat Ali seperti dikutip Telegraph Senin (28/12). "Pembakaran serupa juga pernah terjadi lima tahun silam," tambah dia.

Sekitar 400 Muslim yang biasa menggunakan masjid tersebut kini kesulitan untuk mendapatkan tempat ibadah sementara sebagai pengganti masjid itu. Rencana akan dibangun masjid baru, namun diperkirakan memakan waktu yang tidak sebentar.

“Gedung tersebut telah hancur total, dan buku-buku yang kami gunakan untuk mengajari anak-anak juga telah hancur karena air," ungkap dia. (tl/taq/rep)

Kepala keamanan nasional Yaman telah menyatakan bahwa negara itu menerima bantuan dari AS untuk pertempuran yang disebut 'Operasi al-Qaeda' di selatan Yaman.

Mohamed Al-Anisi telah mengatakan kepada surat kabar Arab Saudi Okaz bahwa pasukan Yaman bekerjasama dengan Amerika Serikat pada serangan militer terhadap kamp al-Qaeda.

Konfirmasi dari Yaman muncul seiring adanya laporan dari kantor berita ABC yang mengungkapkan bahwa Presiden AS Barack Obama telah menandatangani perintah untuk serangan militer baru-baru ini di Yaman di mana puluhan warga sipil, termasuk anak-anak, tewas.(mu)

Ramallah - Israel kembali memercikkan api perselisihan dengan Palestina. Negara Yahudi itu mengumumkan akan membangun 700 apartemen di Jerusalem Timur, wilayah yang diharapkan Palestina menjadi ibukota mereka di masa depan.

Rencana yang diumumkan Senin (28/12) lalu itu merupakan kebijakan politik baru Israel di bawah kepemimpinan Netanyahu. Menteri Perumahan Israel memastikan bahwa ini adalah pertama kalinya Netanyahu menyetujui pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur.

Para pejabat Palestina mengatakan, mereka tidak akan memulai pembicaraan damai selama Israel masih melangsungkan pembangunan di wilayah yang menjadi sengketa kedua pemerintahan tersebut.

"Selama masih ada tindakan seperti itu, berarti Israel tidak menginginkan pembicaraan damai," ujar negosiator Palestina, Saeb Erekat.

Namun Israel bersikeras bahwa permukiman di Jerusalem Timur tersebut bukan termasuk wilayah yang menjadi perdebatan kedua pemerintahan, akan tetapi termasuk dari ibukota Israel. Pernyataan itu diragukan oleh komunitas internasional.

Perwakilan Obama di Timur Tengah, George Mitchell, berencana mengunjungi Tepi Barat dan Israel pertengahan Januari nanti. Ia sedang mencoba menemukan formula yang tepat untuk memulai kembali pembicaraan damai Israel-Palestina.

Kepala Urusan Pers Gedung Putih, Robert Gibbs, menyatakan baik Palestina maupun Israel harus bersiap melangsungkan pembicaraan damai sesegera mungkin.

Para pemimpin Israel menolak menghentikan pembangunan di Jerusalem Timur, wilayah yang dikuasai Israel sejak perang timur tengah pada 1967. Mereka menyatakan tidak akan menyerahkan sejengkal bagian pun wilayah tersebut kepada pihak lain. (ap/nan/itz/rep)

Maungdaw - Unit teknik dari angkatan darat Burma yang datang ke kota Maungdaw sejak bulan September untuk mengawasi dan mengamankan pembangunan pagar perbatasan Burma dan Banglades terus menakut-nakuti warga desa Muslim Rohingya, kata seorang tokoh desa yang minta namanya dirahasiakan.

Angkatan darat Burma, menggunakan tenaga kerja paksa dari para penduduk desa Muslim untuk membangun pagar perbatasan antara Burma dan Bangladesh. Pasukan angkatan darat memerintahkan oleh Anggota Dewan Pembangunan dan Perdamaian Desa (VPDC) dan Pasukan Keamanan Perbatasan Burma (Nasaka) agar mengirim para pekerja untuk membangun tempat tersebut. Angkatan darat hanya membayar 500 Kyat perhari sementara harga upah minimal bagi para pekerja adalah 2000 Kyat. Oleh karena itu para penduduk desa enggan untuk bekerja ditempat tersebut hingga akhirnya mereka diintimidasi dan dipaksa untuk tetap bekerja, kata seorang pedagang lokal.

Sebagai contoh, pada 24 Desember pukul 11 siang, ketika pekerja Muslim Rohingya bersiap untuk makan siang dengan mencuci muka dan tangan mereka, komandan pasukan angkatan darat, unit teknik Kapten Myo Win memukul salah seorang pekerja dengan tuduhan ia telah berhenti bekerja sebelum waktu makan tiba, padahal pekerja Rohingya tersebut berhenti bekerja tepat di waktu yang sama seperti hari-hari sebelumnya bersama para pekerja lain.

Semua pekerja keluar memprotes tindakan sang komandan, namun ia semakin marah dan membalas dengan memukuli seluruh pekerja. setelah kejadian itu, tentara mengelompokkan para pekerja yang berjumlah 6 orang tiap kelompoknya dengan alasan keamanan.

Selain memaksa warga desa Muslim Rohingya untuk bekerja dengan bayaran yang sangat murah, Unit teknik angkatan darat juga meminta pajak terhadap orang-orang Rohingya yang membawa barang-barang ketika melewati markas mereka.

Hingga saat ini pasukan angkatan darat terus mengintimidasi orang-orang Muslim Rohingya, seperti halnya para polisi dan anggota Pasukan Keamanan Perbatasan (Nasaka) yang selama ini selalu membuat susah masyarakat Muslim Rohingya. [aa/kp/voai]

Menteri Tenaga Kerja dan Kesetaraan Denmark, Inger Stojberg menuduh Organisasi Islam Al-Iman menghalangi integrasi kaum Muslim ke dalam budaya masyarakat Denmark.

Tuduhan itu dikeluarkan setelah organisasi Islam tersebut menolak kunjungan menteri kepada mereka. Penolakan itu dilakukan, mengingat kunjungan menteri kepada mereka itu bukan untuk penyelesaian masalah-masalah kaum Muslim dan tuntutan mereka, seperti rasisme dan diskriminasi terkait lapangan pekerjaan, namun kunjungannya itu hanya akan membicarakan mengenai bagaimana mengintegrasikan mereka dalam kebudayaan dan tradisi masyarakat Denmark.

Menteri telah menyampaikan niatnya untuk mengunjungi organisasi Islam itu dalam rangka kampanye tentang kesetaraan gender, yang saat ini sedang gencar disuarakan di Denmark. Bahkan menteri itu menegaskan bahwa ia tidak akan membahas masalah-masalah ketenagakerjaan dalam kunjungan tersebut.

Sebelumnya, menteri itu telah mengatakan yang menunjukkan sikap rasis terhadap kaum Muslim, yaitu bahwa perempuan Muslim yang tidak melepas hijabnya pada saat memasuki bursa kerja, akan kehilangan hak untuk mendapatkan pekerjaan dari pemerintah.

Inilah yang membuat organisasi Islam itu menegaskan bahwa menteri ini telah melanggar undang-undang kebebasan yang dijamin oleh Konstitusi Denmark.(mu/hti)

Kunar - Sepuluh sipil termasuk delapan siswa sekolah dasar tewas dalam serangan udara tentara penjajah NATO di Afghanistan.

"Laporan mengindikasikan bahwa peristiwa tersebut merupakan serangkaian operasi militer yang dilakukan tentara internasional di provinsi Kunar.... 10 sipil, delapan diantaranya siswa sekolah dasar tewas," ujar salah seorang bawahan Hamid Karzai, Senin (28/12).

Otoritas boneka Afghanistan tidak bisa melakukan banyak hal untuk menghentikan serangan-serangan biadab tentara pendudukan yang telah memakan banyak korban jiwa, Karzai hanya bisa mengutuk tanpa melakukan tindakan nyata.

Tentara penjajah NATO di Kabul mengatakan akan segera melihat tempat kejadian, namun menolak memberikan informasi lebih detil.

Operasi militer yang tidak pandang bulu yang dilakukan oleh lebih dari 100.000 tentara pendudukan di Afghanistan membuat mereka tidak mendapat "sambutan hangat" dari penduduk lokal. Sebelumnya, beberapa bukan lalu di Provinsi Kunduz, serangan udara tentara kafir AS membunuh dan melukai sedikitnya 140 sipil. (haninmazaya/prtv/armh)

Gaza - Dalam dua serangan terpisah, tank milik tentara zionis Israel merangsek masuk ke wilayah utara dan selatan Jalur Gaza pada Senin (28/12).

Serangan pertama terjadi pada senin pagi ketika tank dan buldoser milik militer laknat tersebut memasuki lahan pertanian di dekat Khan Younis, selatan Gaza.

Saksi mata mengatakan bahwa tank-tank itu melancarkan tembakan ke perumahan penduduk dan buldoser yang mereka bawa merusak hasil panen Muslim Palestina. Tidak dilaporkan korban tewas atau terluka atas serangan ini.

Setelah itu di siang hari, tentara zionis kembali melakukan serangan juga dengan menggunakan tank dan buldoser. Kali ini mereka memasuki kota Beit Hanoun di utara Jalur Gaza.

Mereka melakukan hal yang sama, tank-tank mereka melancarkan tembakan ke rumah penduduk dan buldoser mereka menghancurkan pohon-pohon serta hasil panen penduduk.

Peristiwa yang sama terjadi pada Sabtu lalu, tentara zionis Israel melancarkan tembakan ke arah kota Beit Hanoun dan membunuh tiga sipil Palestina. (haninmazaya/imemc/armh)

Kabul - Angka kematian tentara Amerika Serikat di Afghanistan tahun ini telah meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2008.

Berdasarkan perhitungan AFP, angkatan perang asing yang tercatat sebagai korban tewas dalam peperangan di Afghanistan tahun ini adalah 506, 310 di antaranya merupakan pasukan Amerika.

Berbagai operasi militer asing di Afghanistan ini pun telah menyebabkan ribuan rakyat sipil Afghanistan tewas.

Kelaparan dan keresahan terus menerus meningkat di sepanjang Afghanistan sejak AS memimpin invasinya di negeri tersebut tahun 2001.

Saat ini AS mengomandoi 113.000 pasukannya dan pasukan dari negara-negara sekutunya di Afghanistan, dan berencana untuk menyebarkan 40.000 pasukan lainnya di negara Asia Tengah tersebut. (althaf/prtv/armh)

Jakarta - Pembagian mobil dinas baru Toyota Crown Saloon kepada para menteri KIB II dan para pejabat tingi negara membuktikan pemerintahan SBY benar-benar tidak peka. SBY yang berkomitmen mengawal program penghematan nasional dinilai hanya pandai beretorika tanpa aksi nyata.

“Nikmat kekuasaan seringkali menghilangkan kepekaan seorang pemimpin. Ini buktinya kalau kekuasaan menumpulkan kepekaan. Ini membuktikan SBY tidak punya komitmen penghematan, hanya pandai beretorika,” kata Wakil Ketua Dewan Pakar DPP PPP Lukman Hakiem kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/12/2009).

Menurut mantan sekretaris FPPP DPR ini, seharusnya SBY dapat meniru kesederhanaan para pemimpin di Iran dan India. Mereka rela menggunakan kendaraan dinas yang apa adanya tanpa bermewah-mewah.

“Saya kira SBY dan kabinetnya serta pejabat negeri ini harus bisa meniru cara hidup sederhana dari pemimpin dan pejabat negara di India dan Iran. Kan dengan mengunakan mobil yang ada, tidak mengurangi derajat menterinya tho?” paparnya.

Lukman menilai mobil dinas baru para menteri dan pejabat negara yang seharga Rp 1,3 miliar itu terlalu mahal di tengah upaya susahnya pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Harusnya mobil yang masih bisa dipakai tetap dipertahankan. Kalaupun memang harus diganti, bisa diganti dengan mobil yang serupa.

“Kalau Camry, memang kenapa? Apakah kemudian jadi turun derajatnya kalau menteri naik Camry? Zaman Pak Harto dulu, mobil dinas tidak diganti setiap ganti menteri. Bahkan ada mobil bekas yang dipakai. Seperti bekas mobil untuk angkutan KTT Non Blok dipakai menteri,” paparnya.

Lukman berharap SBY dapat mengevaluasi kebijakannya yang merestui pemberian mobil dinas menteri dengan mobil mewah itu. Alasannya, selain karena mengusik rasa kepekaan sosial, juga menjadikan pemimpin negeri ini semakin tidak merakyat.

“Kalau Pak SBY mau mengagalkan, kan tinggal perintah. Kita tunggu lah langkah kongkretnya,” pungkasnya. (dtk/hti)

Mutik Abdurrahman Ahmad dan lima putra putrinya kini hidup di rumah keluarga istrinya sejak rumah mereka di Beit Lahiya, Jalur Gaza Utara, hancur lebur akibat gempuran pesawat tempur Israel pada awal invasi Israel ke Jalur Gaza akhir tahun lalu.

Ahmad adalah potret dari penderitaan 3.500 warga Palestina di Jalur Gaza menyusul rumah mereka hancur lebur akibat gempuran pesawat tempur Israel selama invasinya ke Jalur Gaza itu.

Ahmad mengungkapkan telah mendapatkan ganti rugi dari pemerintah Hamas, tetapi belum cukup karena tidak sesuai dengan kerugian dari kehancuran rumahnya akibat gempuran itu.

Ia mengaku tidak mendapatkan rumah untuk disewa dan akhirnya terpaksa menumpang di rumah keluarga istrinya yang sempit dan hanya terdiri dari dua kamar berukuran kecil.

Ia menyayangkan, janji-janji untuk pembangunan kembali Jalur Gaza hingga saat ini ibarat angin lalu saja. ”Dunia kini hanya menonton penderitaan kami. Tidak seorang pun yang terketuk hatinya,” keluh Ahmad.

Menurut laporan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan pemerintah Palestina, masih ada sekitar 50.000 warga Palestina lagi yang menderita akibat rumah mereka mengalami kerusakan dalam skala ringan atau menengah akibat gempuran pesawat atau tank Israel.

Kisah derita warga Palestina akibat invasi Israel ke Jalur Gaza itu pun ibarat membuka lembaran yang tak pernah ada habisnya.

Adalah tepat setahun lalu, 27 Desember 2008, pesawat tempur, tank, dan armada artileri Israel secara serempak menggempur Jalur Gaza yang dihuni sekitar 1,5 juta warga Palestina. Mesin perang Israel secara leluasa tak mengenal ampun terus menggempur Jalur Gaza sampai 22 hari, dari 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009.

Israel berdalih serangan besar itu sebagai aksi balasan atas serangan roket faksi-faksi Palestina atas sejumlah sasaran di wilayah Israel selatan dan menghancurkan terowongan antara Jalur Gaza dan Mesir yang digunakan untuk penyelundupan senjata.

Namun, serangan Israel secara berlebihan itu mendapat kritik keras dari masyarakat internasional. Sedikitnya 1.400 warga Palestina tewas yang sebagian besar warga sipil, sekitar 5.000 orang lainnya luka-luka, puluhan ribu lagi menderita tekanan psikologis dan kerugian materi yang tak terhingga.

Hati nurani masyarakat internasional terefleksi dalam hasil sidang khusus Dewan HAM PBB pada pertengahan Oktober lalu di Geneva, Swiss, yang menyetujui laporan tim pimpinan jaksa internasional asal Afrika Selatan, Richard Goldstone. Laporan tersebut menuduh Israel melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza.

Pemerintah Hamas di Jalur Gaza mulai Minggu (27/12) meluncurkan aksi peringatan setahun invasi Israel ke Jalur Gaza.

Menteri Kebudayaan pemerintah Hamas, Osama Esawi, mengatakan, invasi Israel ke Jalur Gaza mengantarkan isu Palestina kembali keharibaan dunia Arab dan Islam. ”Invasi Israel itu membuat massa Arab dan Islam serta masyarakat internasional memberikan solidaritas yang kuat terhadap rakyat Palestina,” kata Esawi.

Salah seorang pemimpin Hamas, Ismail Ridhwan, mengatakan, invasi Israel ke Jalur Gaza itu gagal mencapai tujuannya, yakni menggulingkan pemerintah Hamas atau menurunkan popularitas Hamas.

Menurut dia, kemampuan Hamas bertahan menghadapi invasi Israel itu menyebabkan Israel gagal mencapai tujuannya.

Warga Palestina di wilayah Israel yang lebih dikenal dengan sebutan Palestina tahun 1948 mulai pekan ini juga akan menggelar aksi unjuk rasa damai untuk memperingati setahun invasi Israel ke Jalur Gaza.

Anggota Knesset (parlemen Israel) dari warga Arab, Jamal Zahalakah, menegaskan, perang di Jalur Gaza belum berakhir karena wilayah itu masih dalam keadaan diblokade.

Zahalakah menyerukan masyarakat internasional agar menekan Israel mencabut blokade atas Jalur Gaza.

Anggota Knesset lain dari warga Arab, Muhammad Barakat, juga menyatakan, ada empat pertarungan melawan Israel saat ini, yaitu mengakhiri blokade atas Jalur Gaza, menghentikan pembangunan permukiman Yahudi, mengembalikan kota Jerusalem Timur, dan menghancurkan tembok pemisah yang dibangun Israel di Tepi Barat.

Zahalakah dan Barakat adalah anggota inti panitia aksi unjuk rasa Palestina tahun 1948 untuk memperingati setahun invasi Israel ke Jalur Gaza itu.

Hanya janji
Deputi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina Ibrahim Ridhwan mengatakan, janji-janji pembangunan kembali Jalur Gaza belum terlaksana hingga saat ini.

Seperti dimaklumi, masyarakat internasional dalam konferensi internasional tentang rekonstruksi Jalur Gaza pada 2 Maret lalu di kota Sharm el Sheikh, Mesir, berjanji akan mengucurkan dana 4,481 miliar dollar AS untuk rekonstruksi Jalur Gaza selama dua tahun mendatang.

Masyarakat internasional menyatakan akan berkomitmen melaksanakan janjinya itu sesegera mungkin agar cepat ada perubahan yang lebih baik pada kehidupan rakyat Palestina.

Ridhwan mengungkapkan telah ada upaya renovasi bangunan di sana-sini dengan memanfaatkan bahan bangunan yang tersedia di pasar lokal atau diselundupkan melalui terowongan-terowongan di perbatasan Jalur Gaza-Mesir.

”Para penduduk dengan upaya sendiri telah berhasil membongkar 85 persen reruntuhan rumah-rumah mereka dan bangunan pemerintah. Mereka membangun sendiri dengan menggunakan bahan bangunan yang ada di pasar lokal,” ujarnya.

Ia mengatakan, penduduk Jalur Gaza kini semakin menyadari bahwa dunia telah membohongi mereka dengan janji-janji pembangunan kembali yang tak pernah terealisasi itu.

Di tengah aksi blokade yang semakin mencekik Jalur Gaza itu, UNRWA (badan PBB untuk bantuan pengungsi Palestina) terakhir ini berinisiatif meluncurkan proyek pembangunan kembali rumah-rumah warga Palestina dengan menggunakan bahan pasir. UNRWA telah berhasil membangun kembali 120 rumah warga Palestina di Jalur Gaza dengan menggunakan bahan pasir.

Meski demikian, proyek UNRWA untuk pembangunan kembali rumah-rumah warga Palestina dengan menggunakan bahan pasir itu mendapat kritik dari kalangan elite di Jalur Gaza.

Kolumnis dan pejuang hak asasi manusia Palestina, Mustafa Ibrahim, menanyakan mengapa UNRWA tidak meminta izin kepada Pemerintah Mesir agar bisa menyuplai bahan bangunan seperti semen dan bahan lainnya melalui pintu gerbang Rafah ke Jalur Gaza.

Ketua komite rakyat melawan blokade, Jamal Khadri, mengatakan, setahun setelah invasi Israel ke Jalur Gaza dan setelah tiga tahun blokade Israel, kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza menuju ke arah bencana.

Ia menyebut, blokade Israel itu telah melumpuhkan kehidupan di Jalur Gaza. ”Semua sektor kehidupan di Jalur Gaza kini sangat memprihatinkan, seperti sektor pendidikan, kesehatan, dan lingkungan,” ungkapnya.

Khadri lalu menuduh Israel melakukan tindakan tidak berperikemanusiaan di Jalur Gaza. (kmps/hti)

Ketika Barack Obama dilantik sebagai presiden AS pada awal tahun ini, harapan bertaburan di sejumlah penjuru dunia bahwa pemimpin baru itu akan bisa mengakhiri atau setidaknya meredakan konflik mematikan di sejumlah negara seperti Afghanistan dan Irak.

Sorak-sorai pun berkumandang riuh ketika Obama diambil sumpahnya sebagai Presiden ke-44 AS pada 20 Januari di Capitol Hill, Washington DC.

Penduduk sipil tidak berdaya di negara-negara konflik itu menyambut positif kehadiran Obama dengan harapan pemimpin baru tersebut bisa mengentaskan mereka dari penderitaan akibat perang.

Obama dalam pidato pelantikannya berjanji akan mengalihkan operasi pasukan dari Irak ke Afghanistan dan berusaha mencapai perdamaian meski hal itu tidak mudah dilakukan.

“Kita akan mulai meninggalkan Irak untuk memberikan tanggung jawab kepada rakyatnya, dan mewujudkan perdamaian yang sulit di Afghanistan,” katanya.

Untuk menopang rencana itu, ia menyatakan akan mengirim puluhan ribu prajurit tambahan AS untuk bertempur melawan Al-Qaeda dan Taliban.

“Penduduk Afghanistan pada akhirnya akan melakukan pengamanan mereka sendiri,” kata Obama.

Presiden baru AS berdarah Amerika-Afrika itu berjanji akan menyelesaikan permasalahan strategi dan sumber daya setelah perang delapan tahun di Afghanistan.

“Ini menjadi perhatian saya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut,” katanya.Obama juga mengatakan bahwa seluruh dunia bertanggung jawab membantu Amerika dalam misi di Afghanistan.

Pada awal Desember, Obama memerintahkan pengiriman 30.000 prajurit tambahan ke Afghanistan untuk bergabung dengan pasukan AS dan NATO yang sudah berada di negara itu untuk memerangi Taliban dan sekutunya.

Perintah Obama itu ditindaklanjuti oleh negara-negara NATO yang menjanjikan pengiriman sedikitnya 7.000 prajurit lagi untuk mendukung upaya baru pimpinan AS untuk mencapai kemenangan di Afghanistan.

Namun, kekerasan di negara itu hingga kini tidak mereda dan bahkan berkobar semakin hebat. Menjelang tutup tahun pun, seorang prajurit AS tewas dalam serangan bom.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO mengumumkan Minggu (27/12), seorang prajurit ISAF asal AS tewas dalam ledakan bom improvisasi (IED), pembunuh terbesar pasukan asing dalam perang delapan tahun di Afghanistan.

Tahun mematikan
Tahun ini tidak saja mematikan bagi prajurit, polisi dan warga sipil Afghanistan namun juga bagi pasukan internasional yang memerangi Taliban. Sebagian besar kekerasan terjadi di provinsi-provinsi selatan seperti Kandahar dan Uruzgan.

Delapan tahun setelah penggulingan Taliban dari kekuasaan di Afghanistan, lebih dari 40 negara bersiap-siap menambah jumlah prajurit di Afghanistan hingga mencapai sekitar 150.000 orang dalam kurun waktu 18 bulan, dalam upaya baru memerangi gerilyawan.

Lebih dari 500 prajurit asing tewas sejak Januari, yang menjadikan 2009 sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan internasional sejak invasi pimpinan AS pada 2001 dan membuat dukungan publik Barat terhadap perang itu merosot.

Dari jumlah kematian itu, 310 orang adalah prajurit AS, menurut data yang diperoleh Kantor Berita AFP. Jumlah korban tewas itu dua kali lipat dari angka kematian militer AS pada 2008.Tahun lalu, jumlah prajurit asing yang tewas di Afghanistan mencapai 295.

Saat ini terdapat lebih dari 110.000 prajurit internasional, terutama dari AS, yang ditempatkan di Afghanistan untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai mengatasi pemberontakan yang dikobarkan sisa-sisa Taliban.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Serangan-serangan Taliban terhadap aparat keamanan Afghanistan serta pasukan asing meningkat dan puncak kekerasan terjadi hanya beberapa pekan menjelang pemilihan umum presiden dan dewan provinsi pada 20 Agustus.

Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.

Dalam salah satu serangan paling berani, gerilyawan tersebut menggunakan penyerang-penyerang bom bunuh diri untuk menjebol penjara Kandahar pada pertengahan Juni tahun lalu, membuat lebih dari 1.000 tahanan yang separuh diantaranya militan berhasil kabur.

Bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer.

Kekerasan di Irak
Rencana Obama untuk memberikan tanggung jawab keamanan kepada rakyat Irak juga menemui hambatan.

Meski secara keseluruhan kekerasan mereda, serangan-serangan masih terus berlangsung di negara itu hingga menjelang berakhirnya 2009.

Pada Minggu (27/12), lima orang tewas dan 27 lain cedera, termasuk lima wanita dan seorang polisi, dalam serangan bom di kota Tuz Khurmatu di Irak utara terhadap iring-iringan massa yang mengikuti Asyura, ritual Syiah untuk memperingati pembunuhan Imam Hussein oleh pasukan kalifah Yazid (Sunni) pada tahun 680.

Anggota-anggota pasukan keamanan akhir-akhir ini juga menjadi sasaran utama kekerasan di Irak yang diluncurkan oleh sejumlah kelompok ekstrim, termasuk Al-Qaeda, setelah invasi pimpinan AS pada 2003.

Serangan-serangan itu merupakan yang terakhir dari rangkaian kekerasan yang membayang-bayangi pemilu Irak pada tahun depan.

Seorang jenderal senior AS dalam wawancara dengan AFP beberapa waktu lalu memperingatkan, gerilyawan mungkin akan melancarkan serangan-serangan yang lebih mengejutkan seperti pemboman dahsyat di Baghdad pada 25 Oktober, menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Maret.

Mayor Jendral John D. Johnson mengatakan bahwa meski situasi keamanan akan stabil pada pertengahan tahun depan, kekerasan bermotif politis yang bertujuan mempengaruhi bentuk pemerintah mendatang merupakan hal yang perlu dikhawatirkan.

“Saya rasa kami tidak mengesampingkan keinginan kelompok-kelompok ini untuk melancarkan serangan besar karena mereka bisa mendapat banyak perhatian media dan itu juga merupakan upaya mereka untuk mengintimidasi rakyat,” kata Johnson, deputi panglima operasi AS di Irak, dalam wawancara itu.

Ketika ditanya apakah ia memperkirakan gerilyawan berusaha melakukan pemboman seperti dua serangan bunuh diri yang menewaskan 153 orang di Baghdad pusat pada 25 Oktober, ia mengatakan, “Saya tidak bisa berbicara mengenai apa yang mereka ingin lakukan, ini adalah hal-hal yang kami perkirakan akan mereka lakukan.”

Serangan-serangan bom mobil di luar kementerian kehakiman dan kantor pemerintah provinsi Baghdad pada Minggu (25/10) itu terjadi setelah serangan-serangan serupa yang menewaskan sekitar 100 orang di kementerian-kementerian keuangan dan luar negeri pada 19 Agustus.

Rangkaian serangan dan pemboman sejak pasukan AS ditarik dari kota-kota di Irak pada akhir Juni telah menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan pasukan keamanan Irak untuk melindungi penduduk dari serangan-serangan gerilya seperti kelompok militan Sunni Al-Qaeda.

Pemboman di Baghdad dan di dekat kota bergolak Mosul tampaknya bertujuan mengobarkan lagi kekerasan sektarian mematikan antara orang-orang Sunni dan Syiah yang membawa Irak ke ambang perang saudara.

Meski ada penurunan tingkat kekerasan secara keseluruhan, serangan-serangan terhadap pasukan keamanan dan warga sipil hingga kini masih terjadi di Kirkuk, Mosul dan Baghdad.

Banyak orang Irak juga khawatir serangan-serangan terhadap orang Syiah akan menyulut lagi kekerasan sektarian mematikan antara Sunni dan Syiah yang baru mereda dalam 18 bulan ini. Puluhan ribu orang tewas dalam kekerasan sejak invasi pimpinan AS ke Irak pada 2003.

Jumlah korban tewas akibat kekerasan di Irak turun hingga sepertiga menjadi 275 pada Juli, bulan pertama pasukan Irak bertanggung jawab atas keamanan di daerah-daerah perkotaan sejak invasi pimpinan AS pada 2003.

Kekerasan menurun secara berarti di Irak dalam beberapa bulan ini, namun serangan-serangan meningkat menjelang penarikan militer AS, dan 437 orang Irak tewas pada Juni — jumlah kematian tertinggi dalam kurun waktu 11 bulan.

Perdana Menteri Nuri al-Maliki memperingatkan pada Juni bahwa gerilyawan dan milisi mungkin meningkatkan serangan mereka dalam upaya merongrong kepercayaan masyarakat pada pasukan keamanan Irak.

Rangkaian kekerasan yang masih terjadi di Afghanistan dan Irak menunjukkan bahwa siapa pun presiden AS, bahkan Obama sekalipun, bukan “dewa penyelamat” yang bisa dengan mudah menghentikan perang. (ant/hti)
Powered by Blogger.