9:32 AM



Focus Group Discussion (FGD) Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Kota Bandung

Sekaligus Konsolidasi Elemen Pemuda dan Mahasiswa Bandung untuk Sikap dan Pernyataan Bersama dalam "Kampanye Melawan LGBT"

Selasa, 16 Februari 2016.
Pkl 16:00 s.d. slse
Tempat : Pendopo Masjid UNPAD Dipati Ukur

*Mengundang semua Element mahasiswa dan pemuda bandung (HIMA, UKM, BEM, LDK, komunitas keIslaman dst) *Ikhwan Only

Contact : 081910532804 (Saeful)
[www.globalmuslim.web.id]

(Liputan 6 TV)Beredarnya foto perkawinan pasangan homo di Bali terus mendapatkan kecaman dari berbagai pihak termasuk dari Ketua Lajnah Fa’aliyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Rahmat Kurnia.
“Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth!” tegasnya mengutip Sabda Rasululllah SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad kepada mediaumat.com, Kamis (17/9) melalui surat elektronik.
Sayangnya, lanjut Rahmat, titah Rasulullah tersebut tidak dilirik dengan sebelah mata sekali pun sehingga di negeri yang mayoritas Muslim ini dilangsungkan perkawinan sesama jenis.
“Bila Rasulullah SAW tegas menyatakan demikian, maka adanya perbuatan pernikahan sejenis menambah bukti negeri zamrud khatulistiwa ini tengah meluncur menuju kebinasaan!” simpulnya sembari menerangkan Al-Qur’an Surat  Asyu’ara ayat 172-173 yang menggambarkan bagaimana dahsyatnya kebinasaan yang ditimpakan kepada kaum Nabi Luth akibat perbuatannya itu.
Selain itu Rahmat pun menyinggung berbagai kerusakan di  negeri ini atau pun dibelahan dunia lainnya. “Apa penyebab kerusakan terjadi dimana-mana ? Umat Islam saat ini tidak memiliki benteng.  Sampai-sampai akidah dan hartanya pun tidak ada yang melindunginya.  Benteng kita itu adalah khalifah sebagaimana kata Nabi: Sesungguhnya imam (khalifah) itu adalah benteng,” bebernya sembari mengutip hadits riwayat Imam Bukhari tersebut.
Ia juga menegaskan perlu ada upaya untuk terus mengkonsolidasikan tokoh-tokoh umat Islam dan menggencarkan kajian politik Islam.  Satu hal yang kini tidak ada dalam tubuh umat, termasuk barang kali sebagian tokoh dan ulamanya, adalah wa’yu siyasiy al-islamiy (kesadaran politik Islam).
Padahal, dengan adanya kesadaran tersebut maka umat tidak akan ridla kecuali dihukumi oleh syariat Islam. “Tentu saja, ketika benteng tidak ada maka umat akan mudah untuk dihancurkan,” pungkasnya.[][htipress/www.globalmuslim.web.id]

bahagianya
Pertarungan dahsyat antara setan dan malaikat terjadi di dalam diri manusia; setiap waktu, dalam banyak aktivitas, sampai seorang manusia meninggal dunia. Pertarungan dahsyat ini, terjadi antara kebaikan melawan keburukan, pikiran dan hati melawan hawa nafsu, niat beramal dan godaan untuk menunda hingga meninggalkannya, dan wujud-wujud lain yang amat banyak jumlahnya.
“Setan memiliki bisikan untuk manusia,” demikian sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Mas’ud, “begitu juga dengan malaikat.” Itulah pertarungan abadi yang tidak akan pernah berhenti hingga seorang hamba memenangkan setan lalu terjerumus dalam siksa neraka, atau mengikuti dan setia mendukung kebaikan bisikan malaikat dan menikmati jamuan surga yang tiada duanya.
Dalam lanjutan sabdanya ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa bisikan setan berupa janji keburukan dan dusta terhadap kebenaran. Sebaliknya, bisikan malaikat adalah janji kebaikan dan pembenaran serta dukungan terhadap kebenaran. Amat jauh berbeda, tetapi amat sukar membedakannya.
“Barang siapa mendapatinya (janji kebaikan dan pembenaran terhadap kebenaran),” perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “hendaklah ia mengetahuinya bahwa hal itu datangnya dari Allah Ta’ala, dan hendaknya ia memuji-Nya.” Sebaliknya, “Jika ia mendapati selainnya, hendaklah berlindung kepada Allah Ta’ala dari godaan setan nan terkutuk.”
Di dalam hadits yang di-hasan gharib-kan oleh Imam at-Tirmidzi ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengakhiri sabdanya dengan membaca Firman Allah Ta’ala dalam surat al-Baqarah [2]: 268,
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir). Sedangkan Allah menjadikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.”
“Setan,” kata Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini, “menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan.” Lantaran takut miskin itulah, seorang hamba berhasrat terhadap dunianya dengan menumpuk harta yang dikaruniakan padanya sehingga enggan menginfaqkannya di jalan Allah Ta’ala.
Selain itu, lanjut beliau menerangkan, “Setan juga menyuruh kalian berbuat maksiat, dosa, melanggar berbagai larangan, dan menyalahi aturan Allah Ta’ala.”
Berkebalikan dari amalan setan itu, Allah Ta’ala menjanjikan ampunan sebagai lawan dari perbuatan jahat yang dibisikkan oleh setan dan karunia yang amat luas bagi kemiskinan yang dijadikan oleh setan sebagai sarana menakut-nakuti umat manusia.
Dari ayat ini juga bisa disimpulkan, “Senantiasalah memohon ampunan kepada Allah Ta’ala atas semua dosa yang kita lakukan, dan teruslah berinfaq di jalan-Nya sebagai jalan untuk mendapatkan karunia-Nya yang amat luas dan wujud syukur atas begitu banyak nikmat yang diberikan.” [www.globalmuslim.web.id/Kisahikmah]

ademani
 Beberapa bulan terakhir, berita tentang masuk Islamnya seorang atlet sepak bola internasional terdengar cukup ramai berseliweran di dunia maya. Ya, seorang pemain internasional asal Togo, Sheyi Emmanuel Adebayor, mengumumkan bahwa ia telah memeluk Islam. Ia telah meninggalkan keyakinan Kristennya dan memilih Islam sebagai jalan hidup. Jalan kebenaran yang ia yakini.
Menariknya, ia juga menyebutkan beberapa alasan mengapa ia memilih Islam dan meninggalkan Kristen. Tentu ini menunjukkan, Adebayor melakukan pengkajian, membandingkan, dan merenungkan sehingga sampai pada kesimpulan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Bukan sekedar ikut-ikutan dan emosional saja.
Berikut ini alasan Adebayor memeluk Islam sebagaimana dirilis oleh theheraldng.com. Pesepakbola yang pernah bermain untuk klub-klub sepak bola top Eropa: Arsenal, Manchester City, Real Madrid, dan kini Tottenham Hotspurs ini mengatakan,
“Aku punya 13 alasan yang kuat mengapa seorang muslim itu sama seperti Yesus dan mereka lebih mengikuti Yesus daripada orang-orang Kristen:
Pertama, Yesus mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan. Hanya satu Tuhan saja yang berhak untuk disembah. Hal itu termaktub dalam Deut 6:4, Mark 12:29. Umat Islam juga meyakini demikian. Sebagaimana diajarkan Alquran dalam surat 4 (An-Nisa) ayat 171.
Kedua, Yesus tidak makan daging babi. Dijelaskan dalam Leviticus 11:7. Sama dengan yang dilakukan umat Islam. Dan hal itu dijelaskan Alquran dalam surat 6 (Al-An’am) ayat 145.
Ketiga, Yesus mengucapkan salam dengan kalimat “assalamu’alaikum” (kedamaian selalu bersamamu). Terdapat dalam John 20:21. Muslim juga mengucapkan salam dengan cara demikian.
Keempat, Yesus selalu mengucapkan “God Willing” (insya Allah). Umat Islam mengucapkan kalimat ini juga sebelum mereka melakukan apapun. Sebagaimana dituntunkan dalam Alquran surat 18 (Al-Kahfi) ayat 23-24.
Kelima, Yesus mencuci wajah, kedua tangan, dan kedua kakinya sebelum shalat. Hal yang sama juga dilakukan oleh seorang muslim.
Keenam, Yesus dan nabi-nabi lainnya yang terdapat di dalam Injil shalat dengan meletakkan kepala mereka di tanah. Dijelaskan dalam Matthew 26:39. Muslim juga melakukan demikian. Sebagaimana diajarkan Alquran dalam surta 3 (Ali Imran) ayat 43.
Ketujuh, Yesus memiliki janggut dan memakai throbe (gamis). Hal ini disunnahkan bagi seorang muslim.
Kedelapan, Yesus mengikuti syariat (syariatnya tauhid sama seperti nabi-nabi sebelumnya pen.) dan mengimani semua nabi. Lihat Matther 5:17. Muslim juga diajarkan demikian oleh Alquran. Lihatlah surat 3 (Ali Imran) ayat 84 dan 2 (Al-Baqarah) 285.
Kesembilan, Ibu Yesus, Maryam, mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya dan mengenakan hijab. Sebagaimana terdapat dalam 1 Timothy 2:9, Genesis 24: 64-65, dan Corinthians 11:6. Wanita muslimah juga mengenakan pakaian yang sama. Alquran mengajarkan mereka dalam surat 33 (Al-Ahzab) ayat 59.
Kesepuluh, Yesus dan nabi-nabi lainnya yang disebutkan di dalam Injil berpuasa hingga lebih dari 40 hari. Lihat Exodus 34:28, Daniel 10:2-6. 1Kings 19:8 dan Matthew 4:1. Muslim pun berpuasa selama bulan Ramadhan. Seorang muslim diwajibkan berpuasa sebulan penuh, 30 hari. Lihat Alquran surat 2 (Al-Baqarah) ayat 183. Kemudian dianjurkan untuk melanjutkan berpuasa 6 hari untuk menambah ganjaran pahala.
Kesebelas, Yesus mengajarkan agar berucap “Kedamaian untuk rumah ini” ketika memasuki rumah. Lihat Luke 10:5. Dan juga memberi salam kepada orang-orang di dalam rumah dengan ucapan “Kedamaian untuk kalian”. Sekali lagi, muslim melakukan hal yang sama persis dengan apa yang dilakukan dan diajarkan Yesus. Ketika kita masuk ke rumah kita, atau rumah orang lain, kita mengucapkan “Bismillah” dan juga memberi salam “assalamualaikum”. Inilah tuntunan Alquran dalam surat 24 (An-Nur) ayat 61.
Kedua belas, Yesus dikhitan (disunat). Khitan merupakan salah satu dari 5 sunnah fitrah dalam ajaran Islam. Dalam Islam, seorang laki-laki diwajibkan untuk berkhitan. Berdasarkan Injil Luke 2:21. Yesus berusia 8 hari saat ia dikhitan. Di dalam Taurat, Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim bahwa khitan adalah sebuah “perjanjian abadi”. Lihat Genesis 17:13. Di dalam Alquran, surat 16 (An-Nahl) ayat 123, seorang muslim diwajibkan untuk mengikuti agama Nabi Ibrahim. Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Ibrahim berkhitan setelah berumur delapan puluh tahun” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad).
Ketiga belas, Yesus berbicara dalam bahasa Aramaik dan menyebut Tuhan dengan Elah. Secara penyebutan atau pelafalan, sama dengan lafadz Allah. Aramaik adalah bahasa kuno. Ia merupakan bahasa Bible. Bahasa ini merupakan salah satu dari Bahasa Semit. Termasuk juga bahasa Hebrew (Ibrani), Arab, Ethiopia, dan bahasa-bahasa kuno lainnya seperti bahasa Assyria dan Babylonia yang merupakan Bahasa orang-orang Akkadia.
Bahasa Aramaik “Elah” dan bahasa Arab “Allah” adalah sama.
Kata Aramaik “Elah” berasal dari bahasa Arab “Allah”. Yang artinya adalah Tuhan. Allah dalam bahasa Arab artinya juga Tuhan. Tuhan Yang Mahatinggi. Anda bisa dengan mudah mendapatkan kesamaan pelafalannya. Dengan demikian, Tuhan nya Yesus juga merupakan  Tuhannya orang-orang Islam. Dialah Tuhan semua manusia. Dan Tuhan semua makhluk yang ada.
Nah, sekarang katakan kepadaku, siapakah pengikut Yesus yang sebenarnya? Tentu saja jawabnya umat Islam. Sekarang saya yakin saya telah menjadi pengikut Yesus yang sebenarnya”. Tutup Adebayor.
Kajian yang dilakukan Adebayor benar-benar menunjukkan bahwa yang benar itu jelas dan yang menyimpang itu juga telah jelas. Oleh karena itu, benarlah apa yang Allah firmankan,
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.(QS Ali Imron : 85).[eramuslim/www.globalmuslim.web.id]emmanuel-adebayor-islam

meratapi nasib lahanwww.syahidah.web.id - “Pertanian merupakan sektor utama dalam kehidupan suatu bangsa”
Itulah salah satu  kalimat yang sering kita dengar dari pidato yang dikutip dari tokoh-tokoh besar di Indonesia dan dunia. Hal tersebut benar adanya karena memang pertanianlah yang menjadi penopang kehidupan suatu bangsa. Pertanian menghasilkan bahan makanan bagi manusia. Namun seiring perkembangan zaman kita menyaksikan Indonesia kian menjadi negara yang terus – menerus mengimpor bahan pangan. Bahkan untuk komoditas singkong sekalipun Indonesia masih mengimpor dari China dan Thailand. Sebenarnya di mana letak kesalahan negara ini dalam membangun sektor pertaniannya?
Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut alangkah baiknya kita membandingkan dengan sejarah pertanian yang begitu berkembang pesat di masa kejayaan Islam. Tentu ada rahasia yang terismpan di dalamya yang menjadi sebab pertanian di masa itu sangat berkembang. Agar nantinya kita dapat menentukan di manakah letak kesalahan negara ini dalam membangun sektor pertaniannya?!
Pertanian merupakan sektor yang mendapat perhatian besar dalam Islam. Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam membangun pertanian di masa kejayaannya kala itu. Faktor tersebut di antaranya :
  1. Faktor Ruhiah
00
Islam memberikan dorongan ruhiah yang besar untuk bertani atau berladang atau lebih umum menanam bebijian atau pepohonan. Rasulullah saw. bersabda :
“Tidaklah seorang Muslim menanam sebatang pohon atau menanam pohon (berkebun) atau menanam sebutir biji (bertani), lalu sebagian hasilnya dimakan oleh burung, manusia atau binatang, melainkan baginya ada pahala sedekah”
 (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tarmidzi dan Ahmad)
Dari hadits tersebut mamacu kaum muslimin berlomba-lomba untuk turut serta menjadi individu yang memberikan manfaat bagi makhluk lainnya. Dorongan keimananlah yang berperan pada aspek ruhiah, sehingga kaum muslimin kala itu tidak hanya mengejar keuntungan semata namun juga membentuk kehidupan yang bermanfaat dengan didasarkan pada keimanan yakni memperoleh pahala.
  1. Peran Kebijakan Negara
andalusia
Peran negara yang menjalan sistem ekonomi Islam juga amat penting dan berperan besar. Hasilnya kaum muslim berhasil meraih kegemilangan di sektor pertanian serta memberi kontribusi besar bagi kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia selama berabad – abad. Semua itu terekam baik dalam sejarah kaum Muslim dan diakui oleh sejarahwan Barat sekalipun.
Kemajuan besar di sektor pertanian itu menunjukkan besarnya peran kebijakan pertanian Khilafah ketika itu. Kebijakan khilafah kala itu dimaksudkan untuk meningkatkan produksi pertanian dan menjamin kelangsungannya. Kebijakan tersebut mencakup :
  1. Kebijakan Intensifikasi
  2. Kebijakan Ekstensifikasi
  3. Pembangunan Infrastruktur
  4. Penelitian dan Pengembangan (Litbang)
  5. Dukungan Kepada Petani

1. Kebijakan Intensifikasi
Kebijakan Intensifikasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas. Di antaranya dalam bentuk penggunaan sarana dan produksi pertanian yang lebih baik seperti bibit unggul, penggunaan pupuk, obat-obatan dan saprotan, dsb. Intensifikasi juga dilakukan dengan jalan penciptaan, penyebarluasan serta penggunaan teknik budidaya dan produksi modern yang lebih efisien di kalangan petani. Pola intensifikasi sudah dilakukan sejak awal. Setidaknya pada awal abad ke-9, sistem pertanian modern telah menjadi pusat kehidupan ekonomi dan organisasi di negeri-negeri Muslim. Pertanian di Timur dekat, Afrika Utara dan Spanyol didukung sistem pertanian yang maju, menggunakan irigasi yang canggih dan pengetahuan yang sangat memadai. Kaum Muslim telah menguasai teknik budidaya modern untuk kebun buah dan sayuran. Mereka juga bagaimana membasmi serangga dan menggunakan dosis pupuk yang tepat.
Umat Islam pun telah mengembangkan teknik pemuliaan tanaman dan hewan yang maju sehingga bisa menghasilkan bibit unggul baik tanaman maupun hewan ternak. Kaum Muslim juga mampu mengembangkan varietas baru dan menambahkan keragaman tanaman yang ada.
Sejumlah jenis tanaman yang sebelumnya tak dikenal berhasil dikembangkan dan diperkenalkan. Contohnya, jeruk “sour orange” dan lemon. Buah asli Asia ini dibawa umat Islam dari India ke Arab sebelum abad ke-10 dan dikembangkan hingga akhirnya juga dikenal di Suriah, Asia Kecil, Palestina, Mesir dan Spanyol. Dari Spanyol lalu menyebar ke seluruh Eropa Selatan dan dikenal sebagai Seville Orange.
Kaum Muslim juga memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang tanah, jenisnya, kendungannya dan karakteristiknya; kelembaban, termasuk cuaca dan iklim serta tanaman apa yang cocok. Mereka juga menguasai teknik pembuatan pupuk dan komposisi penggunaannya.
Untuk meningkatkan produktvitas pertanian, kaum Muslim mengembangkan sistem irigasi yang canggih. Dalam hal ini juga diadopsi teknik dan teknologi modern seperti penggunaan kincir untuk mengangkat air dari sungai lalu dialirkan melalui jaringan irigasi. Dengan itu satu lahan bisa dipanen sampai tiga kali setahun dengan jenis tanaman yang berbeda.

2. Kebijakan Ekstensifikasi
Kebijakan Ekstensifikasi untuk menambah luas areal tanam dan luas lahan. Salah satunya dengan ihya’ul mawat(menghidupkan tanah mati), yaitu siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya. Hukum ini selain turut berperan dalam pendistribusian lahan pertanian juga menjamin luas areal tanam. Dengan itu tidak ada lahan yang terlantar. Berbeda dengan sekarang, ada jutaan lahan terlantar, dan pada saat yang sama juga ada jutaan petani tidak punya lahan.
Luas lahan ditingkatkan dengan membuka lahan baru. Misalnya seperti yang dilakukan Khilafah Bani Umayyah dengan mengeringkan lahan daerah rawa-rawa dan daerah aliran sungai di Irak serta menyulapnya menjadi lahan pertanian yang subur. Perluasan juga dilakukan dengan mengubah lahan yang tandus dan subur dengan  jalan dibangun saluran irigasi ke daerah itu. Lahan-lahan baru itu lalu dibagikan kepada petani yang tidak mempunyai lahan atau lahannya sempit.
3. Pembangunan Infrastruktur
al-jazari_water_deviceKemajuan Industri Masa Khilafah kincir air di Granada
Kemajuan pertanian tidak bisa diraih tanpa dukungan infrastruktur yang baik dan memadai. Ini disadari betul oleh para khalifah. Infrastruktur penting adalah irigasi yang canggih di seluruh wilayah yang terkenal di wilayah Irak. Sistem jaringan irigasi ini lalu diintroduksi ke Spanyol pada masa pemerintahan Islam di sana. Pompa-pompa juga dikembangkan untuk mendukung irigasi itu. Awalnya digunakan pompa ungkit. Berikutnya dikembangkan pompa Saqiya yang digerakkan dengan tenaga hewan. Yang fenomenal adalah dikembangkan kincir air sejak abad ke-3 H (9 M) untuk mengangkat air sungai dan diintegrasikan dengan penggilingan . ada ratusan di sepanjang sungai Eufrat dan Tigris. Infrastruktur lainnya adalah jalan. Jalan terus dibangun dan ditingkatkan kualitasnya sejak masa Khilafah Umar bin al-Khaththab.
sungai eufrat
Khilafah juga membiayai pemeliharaan kanal-kanal besar untuk pertanian. Air dari sungai Eufrat dialirkan hampir ke seluruh wilayah Mesopotamia atau Irak sekarang, sedangkan air Tigris dialirkan ke Persia. Negara juga membangun sebuah kanal besar yang menghubungkan dua sungai di Baghdad. Kekhalifahan Abbasiyah memelopori pengeringan rawa-rawa agar digunakan untuk pertanian.
Khilafah juga merehabilitasi desa-desa yang rusak dan memperbaiki ladang yang mengering. Pada abad ke-10, di bawah kepemimpinan sultan dari Bani Samanid, daerah antara Bukhara dan Samarkand, Uzbekistan berkembang pesat dan menjadi satu dari empat surga dunia. Tiga lainnya adalah wilayah Persia Selatan, Irak Selatan, dan di sekitar Damaskus, Suriah.

4. Penelitian dan Pengembangan
pertanian di masa khilafahkitab-al filaha dalam bahasa Perancis
kitab-al filaha dalam bahasa latinKhilafah juga mengembangkan iklim yang kondusif bagi kegiatan penelitian dan pengembangan sains dan teknologi, termasuk di bidang pertanian. Banyak laboratorium dibangun, begitu pula perpustakaan dan lahan-lahan percobaan. Para ilmuwan diberi berbagai dukungan yang diperlukan, termasuk dana penelitian, selain penghargaan ataskarya mereka. Lau lahirlah banyak sekali ilmuwan pelopor di bidang pertanian. Misalnya, Abu Zakaria Yahya bin Muhammad Ibn Al-Awwan, tinggal di Seville. Ia menulis buku Kitab al-Filanah yang menjelaskan tanaman dan budidaya 50 jenis buah-buahan; hama dan penyakit serta penanggulangannya; teknik mengolah tanah; sifat-sifat tanah; karakteristik dan tanaman yang cocok; juga tentang kompos. Ada juga Abu al-Khair, seorang ahli pertanian abad ke-12 di Spanyol. Ia menulis dan menjelaskan empat cara untuk menampung air hujan dan membuat perairan buatan. Khair menegaskan perlunya penggunaan air hujan untuk membantu proses  reproduksi pohon zaitun dengan cara stek. Ia juga menguraikan teknik pembuatan gula dari Tebu.
Ahmad al-Muwairi dalam bukunya Nihayah al-‘Arab fi Funun al-Adab menjelaskan, pada masa itu juga telah berkembang industri gula yang didukung oelh perkebunan Tebu di Faris dan al-Ahwaz, yang kemudian menyebar ke seluruh wilayah Laut Tengah. Ia juga menginfirmasikan penggunaan bajak berat (maharit kibar)yang digunakan sebelum penanaman Tebu.
pompa saqiya
Ada pula ahli pertanian dari Damaskus, Riyad ad-Din al-Ghazzi al-Amiri (935/1529). Dia menulis sebuah buku tentang pertanian yang terperinci. Ibnu Bassal (1038-1075), seorang ilmuwan di Andalusia, memelopori penggunaan teknologi “flywheel” (roda gila) untuk meningkatkan kemampuan Noria atau Na’uria (roda kincir air). Teknologi kincir termasuk kincir angin termasuk al-Hiyal karya Banu Musa bersaudara abad ke-3 H (9 M). Muhammad bin Zakaria ar-Razi dalam kitabnya al-Hawi (abad X M), menggambarkan output dari satu kincir air di Irak yang bisa mengangkat sebanyak 153.000 liter perjam, atau 2.500 liter permenit. Buku ini juga menggambarkan output dari satu kincir air dengan ketinggian 5 meter di Irak dapat mencapai 22.000 liter perjam.

5. Dukungan Kepada Petani
rissani-maroko
Khilafah juga memberikan dukungan kepada para petani. Di antaranya dukungan permodalan baik dalam bentuk pemberian seperti yang diberikan pada masa Khalifah Umar bin al-Khaththab kepada para petani di Irak, atau dalam bentuk pinjaman tanpabunga seperti pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan utang itu baru dikembalikan dua tahun setelahnya.
Maka dari itu, wajar dengan kebijakan itu dan kebijakan lainnya, tercapai kegemilangan pertanian pada masa Khilafah. Berdasarkan catatan sejarah dan komentar para ilmuwan termasuk dari Barat, sistem pertanian pada era Spanyol Muslim merupakan sistem pertanian yang paling kompleks dan paling ilmiah, yang pernah disusun oelh kecerdikan manusia.
Joseph McCabe, cendekiawan berkebangsaan Inggris, mengungkapkan, di bawah kendali Muslim Arab (pada masa Khilafah), perkebunan di Andalusia jarang dikerjakan oleh budak. Perkebunan dikerjakan oleh para petani sendiri. Saat yang sama, bangsa Eropa masih didukung oleh sistem feodal, saat tanah dikuasai oleh para tuan tanah dari kalangan bangsawan, sedangkan petaninya hanya sebagai buruh tani yang miskin.
Di sepanjang Sungai Guadalquivir Spanyol juga terdapat 12 ribu desa yang berkecukupan, bahkan makmur. Revolusi Pertanian Islam telah diawali pada abad ke-7 yang membuat negeri-negeri Islam berkembang pesat dan memiliki masyarakat makmur dari hasil pertanian. Para ahli geografi awal mengungkapkan, terdapat 360 desa di Fayyum, sebuah provinsi di Kairo, Mesir, yang masing-masing dapat menyediakan kebutuhan makanan bagi penduduk seluruh Msir setiap hari. Ada pula 200 desa di sepanjang Sungai Tigris, Irak, yang pertaniannya juga maju. Sensus yang dilakukan pada abad ke-8 di Mesir mengungkapkan bahwa dari 10 ribu desa di Mseir, tak ada desa yang memilliki bajak kurang dari 500 unit.
Tak aneh, wilayah-wilayah yang sebelumya terbelakang secara pertanian, setelah berada di bawah Khilafah mengalami kemajuan yang pesat. Wilayah Mediteranian yang sebelumnya terbelakang, dengan datangnya Islam, segalanya pun berubah. Kaum Muslim yang datang ke wilayah itu memperkenalkan berbagai macam tanaman baru sehingga garapan pertanian pu kian beragam. Seorang ahli agronomi Andalusia, seperti at-Tignari yang berasal dari Granada, membuat referensi tentang tanaman-tanaman yang memberikan kontribusi besar bagi peningkatan pertanian yang cukup signifikan.
Seorang orientalis dari Prancis, Baron Carra de Vaux, menyebutkan sejumlah tanaman dan hewan yang dibawa umat Islam dari Timur ke Spanyol, di antaranya: tulip, bakung, narcissi, lili, melati, mawar, persik, plum, domba, kambing, kucing Anggora, ayam Persia, sutra, dan katun. Salah satu tanaman penting di antaranya adalah tebu. Kapas mulai dibudidayakan di Andalusia pada akhir abad ke-11 hingga tercapai swasembada kapas bahkan diekspor. Dengan produksi pertanian yang semacam ini, penduduk kosmopolitan di kota-kota Islam, termasuk yang ada di Spanyol, mampu memenuhi kotanya dengan beragam produk buah dan sayuran yang sebelumnya tak dikenal di Eropa.
Masih banyak catatan gemilang di bidang pertanian pada masa Khilafah. Fakta sejarah yang telah dipaparkan dapat menjadi cambukkan nyata bagi bangsa ini yang seharusnya menjadi lebih baik dari sejarah yang pernah ada. Faktor pembangkit sektor pertanian yang ditopang oleh sistem Islam sangatlah berbeda dengan sektor pertanian yang ditopang oleh sistem Demokrasi-Kapitalis.[gaulfresh/[www.globalmuslim.web.id]

Muhammad Rizki  (Kontributor Gaulfresh)
Mahasiswa Jurusan Agribisnis
Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda


Ulil Abshar Abdala SholatPimpinan Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdala menjawab pertanyaan publik yang selama ini ditujukan kepada dirinya terkait Sholat, Ulil menegaskan bahwa meskipun dirinya liberal namun untuk Sholat dirinya tetap menunaikanya.
Pengakuan bahwa dirinya menunaikan Sholat secara khusus disampaikan dalam sebuah tulisan yang berjudul “Pandangan saya tentang Salat” dipublikasikan dalam situs islamlib.com, sabtu(5/9/2015).
Sangkaan bahwa seorang Muslim liberal tidak melaksanakan ritual Islam, sama sekali keliru. Saya tetap menjalankan semua ritual Islam, sebagaimana umat Islam yang lain.” tulis Ulil.
Lebih lanjut Ulil memaparkan bahwa Salat secara harafiah, adalah berdoa. Dalam ritual inilah, hubungan personal antara Tuhan dan manusia berlangsung secara intim dan hangat. [islamedia/www.globalmuslim.web.id]

Hasil gambar untuk Qurban,Assalamu’alaikum wr.wb.
USTADZ, mau tanya boleh tidak jika kita belum aqiqah tapi kita berqurban, bagaimana hukumnya ustadz? Terimakasih
Wassalam
RIBUTWAHONO WAHYU ANDRIANTO

Wa’alikumsalam wr.wb.
Untuk menjawab pertanyaan saudara, ada beberapa hal yang perlu dipahami.
Pertama, hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah dan terkait dengan kelahiran anak, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah swt,  Adapun qurban adalah ibadah terkait dengan hari idul adha sebagai amalan sunnah mu’akkadah, untuk meneladani sunnah Nabi Ibrahim as.
Kedua, memang kedua ibadah tersebut jika dilihat dari  bentuk dan tata cara aplikasinya hampir sama, yaitu dengan menyembelih hewan. Jika aqiqah hanya kambing (dan dianjurkan anak laki-laki dua ekor dan anak perempuan satu ekor), sementara  qurban, di samping kambing, juga dibolehkan  sapi, kerbau atau unta.  Selain kekuatan hukum yang sama, ketentuan lain yang sama adalah  terkait dengan syarat-syarat hewan yang akan disembelih. Pembagian  hewan yang berbeda, jika aqiqah disunnahkan dalam kondisi telah dimasak, sementara qurban disunnahkan masih mentah (belum dimasak).
Ketiga, kedua ibadah ini menjadi berbeda, dan tidak dapat salah satu dan yang lain saling menggantikan, menurut jumhur ulama karena sebab, waktu, dan tuntutan penunaiannya adalah berbeda. Pelaksanaan aqiqah disarankan oleh Rasul saw pada tanggal 7, 14, 21, dan seterusnya, atau sesuai dengan waktu yang mudah bagi seseorang dan sesuai dengan kemampuan. Aqiqah waktunya lebih luas (muwassa’). Sementara ibadah qurban waktunya telah ditentukan syari’at dan terbatas (mudhayaq), yaitu harus dilaksanakan pada tanggal 10-14 Dzulhijjah.
Keempat, karena itu, melihat keutamaan ibadah qurban, dan karena waktu yang terbatas diperbolehkan mendahulukan ibadah qurban –meski belum aqiqah—karena aqiqah dapat dilaksanakan di sepanjang tahun, bahkan pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan karena saking utamanya qurban, imam Abu hatim dan Imam Ahmad membolehkan berhutang terlebih dahulu demi untuk dapat berqurban. Terlebih jika kondisi belum aqiqah adalah telah berusia dewasa, karena hal ini masih diperselisihkan ulama. Mengingat aqiqah adalah penyembelihan hewan ketika masih usia anak-anak, dan jika telah dewasa ada beberapa ulama yang menyatakan gugur sunnah aqiqah, dan ada pula yang menyatakan jika mampu tetap disunnahkan melaksanakan aqiqah. Intinya, tidak ada ketentuan dalam syari’at bahwa pelaksanaan ibadah qurban harus bagi orang yang telah melaksanakan aqiqah.
Kelima, dan jika penyembelihan qurban dengan diniatkan dua ibadah, yaitu aqiqah dan qurban, maka tidak diperkenankan. Karena masing-masing ibadah ini berdiri sendiri (maqshudah lidzatiha). Demikian pendapat para ulama, di antaranya mazhab Syafi’I, mazhab Maliki, imam al-Haitami, juga pendapat Syaikh Al Bani.
Wallauh’alam. []
[islampos/www.globalmuslim.web.id]

Sebuah foto pengungsi Suriah di Lebanon menjadi pusat perhatian pengguna media sosial dan menjadi viral. Seorang ayah dari negeri yang kini dilanda konflik itu terlihat sedang menjual pena di jalanan kota Beirut sambil menggendong putrinya.

Seorang aktivis kemanusiaan asal Norwegia bernama Gissur Simonarson bertatap muka dan berbicara langsung kepada pengungsi Suriah itu pada Selasa (25/08). Dia kemudian mengunggah foto tersebut ke media sosial.

Tak butuh waktu lama, foto yang diunggah Simonarson tersebut langsung meledak di media sosial dalam sesaat. Setelah diakses oleh 6.000 pengikutnya, foto itu kemudian menyebar ke pengguna internet yang lain.

“Ayah warga Suriah menjual pena di jalanan Beirut dengan putri tidurnya,” tulis Simonarson dalam foto yang diunggahnya.

Keesokan harinya, pria asal Norwegia itu menggunakan foto tersebut sebagai foto profil di Twitter. Kemudian dia mulai membuka penggalangan dana untuk pengungsi Suriah itu melalui akun @Buy_pens (Beli pena).

“Gambar ini sangan emosional,” kata Simonarson. “Anda lihat raut wajahnya dan cara dia memegang pena menunjukkan seakan pena-pena itu adalah segalanya yang dia miliki di dunia.”

Selang dua hari akhirnya pengungsi penjual pena itu teridentifikasi sebagai Abdul. Dia adalah seorang korban konflik Suriah yang berasal dari Yarmouk yang memiliki dua anak. Jadi anak perempuan yang digendongnya itu bukanlah anak satu-satunya.

Sebuah akun di sebuah situs penggalangan dana kemudian dibuat dan dilaporkan berhasil menghimpun dana hingga 100.000 dolar atau sekitar 1,4 miliar rupiah. Hasil itu diluar perkiraan Simonarson yang awalnya hanya berharap dapat mengumpulkan 95.000 dolar.

Norwegia terhenyak, dan Abdul pun terharu. “Ketika mendengar jumlah itu, dia (Abdul) hanya terdian dan mulai menangis,” kata Simonarson.

“Dia sangat bersyukur dan dia terus berkata, ‘terima kasih atas semua kebaikan Anda,'” imbuhnya.

Abdul (35 tahun) mengatakan bahwa dia sekarang dapat menyekolahkan anak-anaknya dengan uang sumbangan itu. Dilaporkan bahwa dia juga akan menggunakan sebagian dana itu untuk membantu sesama pengungsi asal Suriah. [www.globalmuslim.web.id]

Sumber : Kiblat, 30 Agustus 2015

Penangkapan Demi Penangkapan Yang Kalian Lakukan Takkan Pernah Menggentarkan Kami, Melainkan Justru Semakin Menggoncangkan Singgasana Kalian Dan Mempercepat Keruntuhannya
 Hasil gambar untuk Penangkapan Demi Penangkapan Yang Kalian Lakukan Takkan Pernah Menggentarkan Kami
Pada 28 Agustus 2015, Kantor berita Interfax Rusia melaporkan berita tentang penangkapan salah seorang Muslimah anggota dari “Hizbut Tahrir”, yang berasal dari kota Osh yang terletak sebelah selatan Kirgistan, dengan alasan mengajari anak-anak kecil berusia antara 4-9 tahun secara ilegal. Perwakilan resmi departemen kepolisian di wilayah Osh, bernama Jenic Ocherbayav, menyatakan kepada kantor berita Interfax: “tahanan tidak memiliki izin untuk menyelenggarakan pendidikan agama untuk anak-anak perempuan di bawah umur. Saat rumahnya digeladah, ditemukan buku-buku agama, pamflet, dan data-data yang dianggap ekstremis. Semua telah disita sebagai alat bukti dalam penangkapannya”.
Penangkapan ini merupakan bagian dari gencarnya kampanye otoritas Kyrgyz untuk melawan Islam dan kaum muslinin di sana; mulai dari memerangi symbol-simbol agama seperti larangan jilbab dan jenggot, larangan bagi para pemuda untuk pergi ke masjid, hingga menjadikan muslim dan muslimat yang bertaqwa dan senantiasa melakukan amar makruf nahi munkar sebagai target penangkapan.
Dengan dalih memerangi ekstremisme dan terorisme, dinas keamanan di Kirgistan membuntuti para syabâb dan syabbât Hizbut Tahrir, memenjara, melecehkan dan menyiksa mereka karena tuduhan melakukan kekerasan dan kegiatan terorisme. Padahal semua oran tahu, Hizbut Tahrir adalah partai politik yang berideologi Islam dan berjuang melakukan perubahan secara politik berdasarkan metode Rasulullah Muhammad Saw., tak menyimpang sedikitpun dari metode itu. Akan tetapi, orang yang melihat kenyataan dilapangan, pasti mengetahui bahwa hal yang membuat pemerintah Kirgyistan benar-benar marah kepada Hizbut Tahrir, melarangnya, dan membuat rencana jahat terhadapnya, tak lain karena masyarakat menerima dakwah yang diserukan oleh Hizbut Tahrir dan berkumpul disekililingnya, semata didasari pada keteguhan mereka dalam memegang Islam, dan keyakinan mereka akan kembalinya penerapan Islam di muka bumi ini.
Oleh karena itu, kami perempuan di Media Kantor Pusat Hizbut Tahrir mengutuk keras penangkapan saudari kami dan setiap muslimah yang taat lagi beriman untuk diperlakukan secara tidak adil. Selain itu, kami kembali menyatakan secara tegas beberapa hal berikut :
  • Bahwa Hizbut Tahrir adalah partai politik, Islam adalah ideologinya, didirikan dalam rangka merealisasikan perintah Allah dan menggapai ridho-Nya, serta bercita-cita untuk mengembalikan negara Islam yang berhukum pada apa yang diturunkan Allah Swt,. Yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir tak lain adalah upaya untuk menjalankan kewajiban yang agung. Sementara itu, setiap upaya menghalangi-halanginya berarti sama saja memerangi Allah Swt., dan memerangi dakwah untuk mengembalikan penerapan Islam dan melanjutkan kehidupan Islam.
  • Sesungguhnya kami, baik perempuan maupun laki-laki dalam jama’ah kepartaian ini, telah mengabdikan diri kami untuk menyerukan dakwah yang baik ini. Pemenjaraan, pelecehan dan berbagai tindakan keji lainnnya terhadap kami, sedikitpun takkan pernah menghalangi kami. Sekali lagi, apa pun yang dilakukan pemerintah Kirgistan takkan pernah menggentarkan kami, melainkan justru semakin memperkuat tekad kami untuk terus bergerak maju dalam menghilangkan kezaliman dan para pelakunya. Oleh karena itu, habiskanlah apa yang bisa kalian habiskan (lakukan lah apa yang kalian bisa lakukan !), sungguh yang kalian habiskan itu hanyalah kehidupan dunia.
  • Kami memohon kepada Allah Swt., untuk saudari muslimah kami agar diberikan keteguhan dan kemuliaan serta kesabaran yang membanggakan. Sungguh janji Allah Swt., itu benar dan balasan yang baik hanyalah bagi orang-orang yang bertaqwa. Dengan izin dan pertolangan Allah Swt., makar mereka sedikitpun takakn memberikan madhorot kepada saudari kami.
] قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ الأرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ (١٢٨) [
“Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-A’râf [7]: 128)
Terakhir, kami tujukan seruan kami kepada penguasa Kirgistan “Almaz Beck Atambayev” dan para pembantunya serta para intelejennya. Kami katakan mereka, kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Sementara itu, apa yang mereka lakukan melalui penangkapan yang merupakan tindakan kesewenang-wenangan terhadap para pengembang dakwah Islam tak lain kezaliman itu sendiri. oleh karena itu, mereka harus berhati-hati terhadap apa yang dilakukan oleh tangan-tangan mereka dan siksa yang amat pedih yang Allah timpakan kepada orang-orang yang zalim. Kemudian kami juga mengingatkan, bahwa berdiri dihadapan pemikiran dan ideologi yang telah tiba masanya (untuk kembali berjaya) bukanlah hal yang bijaksana bagi diri mereka sendiri. Sugguh pemikiran dan ideologi itu tak selamanya bersama dengan pemenjaraan, pelecehan, dan penyiksaan. maka perhatikanlah singgasana kalian yang semakin hari kian tergoncang dan sebentar lagi runtuh itu. Pertimbangkan hukuman dunia dan kelak akhirat kelak, akibat pelanggaran atas kehormatan dan apa yang diharamkan Allah Swt.,
] إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ فِي الأذَلِّينَ (٢٠)كَتَبَ اللَّهُ لأغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ (٢١)[
“Sesungguhnya orang-orang yang menetang Allah dan RasulNya, mereka Termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa”. (Q.S. Al-Mujâdilah [58]: 20-21)

Bagian Perempuan
Di Kantor Pusat Media Hizbut Tahrir
[htipress/www.globalmuslim.web.id]
Powered by Blogger.