About


Tiga Maret 1924, Khilafah Islamiyah  dibubarkan oleh Kamal Attartuk, agen Inggris keturunan Yahudi. Attaturk juga melakukan proses sekularisasi dengan tangan besi. Syariat Islam diganti. Islam pun dicampakkan. Attaturk lupa, Islamlah yang membuat umat Islam dan Turki jaya dan gemilang.
Sekarang, setelah lebih dari 80 tahun tanpa Khilafah, penderitaan umat semakin bertambah. Negeri-negeri Islam terpecah-belah menjadi puluhan negara yang dikontrol oleh penjajah Barat. Bayangkan, mereka tidak bisa menyelamatkan Palestina yang dijajah Israel, atau penduduk Irak yang dibantai. Darah kaum Muslim  demikian gampang ditumpahkan di mana-mana oleh penjajah AS dan sekutunya, yang dibantu agen-agen pengkhianat dari umat Islam sendiri. Padahal, jumlah kaum Muslim lebih dari 1,5 miliar. Kemiskinan, kebodohan, dan konflik pun identik dengan negeri-negeri Islam. Inilah buah sekularisasi. Inilah buah diruntuhkannya Khilafah Islamiyah.
Karena itu, saat ini tidak ada lagi alasan bagi kaum Muslim untuk tidak kembali menegakkan Khilafah, karena:
Pertama, Khilafah adalah tuntutan akidah dan syariat Islam. Kaum Muslim wajib menerapkan semua aturan Allah Swt. sebagai konsekuensi keislaman mereka. Persoalannya, bagaimana mungkin kita bisa menerapkan hukum-hukum Allah secara total kalau kita tidak mempunyai negara yang menerapkannya, yakni Khilafah Islamiyah? Demikian pentingnya Khilafah, Rasulullah saw. sampai menyebut orang yang mati dalam keadaan di pundaknya tidak ada baiat kepada Khalifah sebagai mati jahiliah.
Kedua, Khilafah akan mensejahterakan rakyat. Sistem kapitalistik yang menaungi masyarakat saat ini hanya mensejahterakan sebagian  kecil orang, sementara mayoritas umat hidup dalam kemiskinan, padahal negeri-negeri Islam rata-rata memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sebaliknya, kebijakan ekonomi Khilafah adalah menjamin kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) setiap individu rakyat. Pendidikan, kesehatan, keamanan, dan transportasi yang merupakan kebutuhan vital rakyat pun diperoleh dengan biaya murah, bahkan bisa gratis. Sebab, kekayaan alam seperti emas, minyak, gas, hutan adalah milik umum yang hasilnya diberikan kepada rakyat.
Ketiga, Khilafah akan menjamin keamanan rakyat. Penguasa sekular di negeri-negeri Islam, karena lebih menghambakan diri pada kepentingan penjajah, membiarkan rakyatnya dibunuh. Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, atau Turki bahkan menyediakan lahan bagi pesawat dan pangkalan militer negara penjajah untuk lebih gampang membunuh saudara-saudaranya di Irak dan Afganistan. Ini berbeda dengan para khalifah yang agung; mereka akan menjaga nyawa rakyatnya. Jangankan nyawa manusia, Umar bin al-Khaththab sangat khawatir kalau di perjalanan ada unta yang terperosok karena jalan yang rusak.
Keempat, Khalifah akan menjaga pertahanan serta keutuhan dan persatuan negeri-negeri Islam. Ketiadaan Khilafah membuat kaum Muslim bagaikan kehilangan penjaga rumah mereka. Akibatnya, orang-orang jahat dengan gampang masuk dan membuat kerusakan di negeri-negeri Islam. Ironisnya, orang-orang jahat ini diundang oleh para penguasa Muslim sendiri atas nama demokrasi, rekontruksi, pembangunan, investasi, dan lain-lain. Padahal penjajah tersebut mempunyai satu tujuan: mengeksploitasi negeri-negeri Islam. Negeri-negeri Islam yang tadinya satu di bawah naungan Khilafah pun dipecah-pecah atas nama kemerdekaan dan penyelesaian konflik. Khalifahlah yang akan kembali menyatukan umat Islam. Itu pernah terbukti, bukan omong kosong. Khilafah Islam berhasil menyatukan umat manusia dari berbagai ras, suku, bangsa, warna kulit, dan latar belakang agama yang sebelumnya berbeda. Semuanya dilebur dengan prinsip ukhuwah islamiyah.
Kelima, Khilafah akan memuliakan dan menjaga kehormatan wanita. Kapitalisme telah merendahkan wanita dengan serendah-rendahnya. Mereka menganggap wanita tidak lebih dari komoditi ekonomi yang bisa diperjualbelikan. Para kapitalis yang rakus juga memperkerjakan wanita di pabrik-pabrik dengan upah yang sangat murah. Sangat berbeda dengan Islam, yang demikian memuliakan wanita. Islam menjaga kehormatan wanita dengan kewajiban menutup aurat dan mengatur pergaulan wanita. Wanita diposisikan oleh Islam pada tempat yang sangat mulia di keluarga sebagai ummu wa rabbatul bait (pengatur rumahtangga). Tidak hanya itu, wanita pun diberikan peran politik yang agung dalam masyarakat. Dengan demikan, para ibu menjadi ujung tombak terciptanya generasi Islam yang berkualitas dan bertakwa.
Keenam, Khalifah akan melindungi orang-orang yang lemah dan  warga non-Muslim. Kapitalisme telah mendiskriminasi manusia berdasarkan kekuatan modalnya. Anda dapat makan layak, pelayanan kesehatan prima, pendidikan unggul, dan rumah yang asri dan nyaman kalau Anda bermodal besar. Berbeda dengan Islam, yang akan menjamin orang-orang lemah dan miskin; termasuk juga melindungi warga non-Muslim ahlul dzimmah. Kebutuhan pokok mereka dijamin sebagai bagian dari hak mereka menjadi warga negara Daulah Islam. Tidak mengherankan, begitu kagetnya pasukan tentera Salib, saat melihat komunitas Nasrani di negeri Daulah Khilafah malah membantu pasukan Islam untuk memerangi pasukan Salib. Mereka lupa, Islam telah mensejahterakan orang-orang non-Islam.
Ketujuh, Khalifah akan menyebarluaskan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin. Penyebaran nilai-nilai Kapitalisme seperti sekularisme, demokrasi, HAM, pluralisme, dan pasar bebas  telah menjadi bencana besar bagi umat manusia. Siapa yang bisa menyelamatkan ini semua? Tidak lain kecuali Islam. Nilai-nilai Islam yang bersumber dari Allah Swt. akan memberikan rahmat bagi seluruh dunia saat syariat Islam ditegakkan. Inilah yang pernah terjadi sepanjang sejarah Kekhilafahan Islam. Bagaimana peradaban Islam telah memberikan sumbangan yang luar biasa bagi dunia, baik dari segi nilai-nilai ideologis yang mengatur hidup manusia maupun kemajuan material seperti sains dan teknologi. 
Ya Allah, limpahkanlah pertolongan dan kemenangan kepada kami sehingga kami dapat segera membaiat seorang khalifah, mengibarkan bendera  Lâ ilâha illâ Allâh di seluruh penjuru dunia, dan menerapkan syariat-Mu secara total dalam kehidupan kami. Amin. [global.muslim@yahoo.com]  

Description: About Rating: 3.5 Reviewer: Tan Saliman ItemReviewed: About
Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global