Jawa Barat Darurat Pedofilia, Selamatkan Dengan Syariah dan Khilafah

JAWA BARAT DARURAT PEDOFILIA, SELAMATKAN GENERASI DENGAN SYARIAH DAN KHILAFAH

#Generasi #Perempuan #IndonesiaMilikAllah


Sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya kasus pedofilia di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, Muslimah DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Jawa Barat mengadakan aksi keprihatinan bertemakan “Jawa Barat Darurat Pedofilia, Selamatkan Generasi Dengan Syariah dan Khilafah”.

Aksi ini diadakan pada hari Ahad (11/5/2014) di Lapangan Gasibu Bandung yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari Bandung Raya, Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, serta mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Bandung dan sekitarnya.

Aksi yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB tadi pagi dibuka dan dipandu oleh Ustadzah Novita Natalia serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Neneng untuk menambah keberkahan.

Tampak peserta aksi membawa panji Ar-Royah, spanduk “Campakkan Demokrasi Biang Kerusakan Generasi” dan “Khilafah Janji Allah yang Dinanti Dunia” dan propaganda-propaganda seperti “Pedofil Gentayangan, Saatnya Hudud Allah Ditegakkan”, “Pedofil Buah Busuk Demokrasi”, “Demokrasi Merusak Generasi, Khilafah Melindungi”, dan propaganda lainnya yang menyatakan demokrasi sebagai penyebab utama terjadinya kasus pedofilia dan harus diganti dengan sistem Islam. Gema takbir dan yel-yel pun senantiasa diteriakkan dengan lantang oleh para peserta aksi.

Praktisi pendidikan Ustadzah Indira S. Rahmawati, S.IP., M.Ag. mengawali aksi dengan orasi yang bertajuk “Pedofil Mengancam Generasi”. Beliau menyampaikan bahwa kekerasan pada anak di tahun 2014 diprediksi akan meningkat hingga 100%, dan Jawa Barat menempati angka kekerasan pada anak paling tinggi. Kekerasan ini justru dilakukan oleh orang-orang terdekat anak dan terjadi di tempat-tempat yang selama ini dianggap aman. Peristiwa ini akan terus terjadi selama akar masalahnya yaitu diterapkannya sistem demokrasi tidak dihilangkan dan diganti dengan sistem Islam yang dapat melindungi anak dari kekerasan.

Beberapa peserta tampak tak mampu membendung air mata mereka, rasa sakit akibat keprihatian yang mendalam akan kondisi yang menimpa generasi penerus bangsa ini. 


Jelang orator selanjutnya, peserta aksi semakin bersemangat dan terus meneriakkan takbir dan yel-yel. Peserta aksi juga disuguhkan penampilan seni instalasi berupa mainan anak-anak yang digelar dalam kondisi tidak rapi, disertai dengan tulisan “Duka Anak Negeri”. Kalimat ini jelas melambangkan kondisi anak-anak yang sangat buruk akibat diterapkannya sistem demokrasi. Kondisi ini jelas harus diganti dengan sistem Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah, yang dilambangkan dengan parade Ar-Royah disertai dengan membenahi mainan anak-anak yang tidak rapi tersebut.

Orasi kedua disampaikan oleh Ustadzah Sulistiawati Usman, Amd. (mubalighoh Jawa Barat). Beliau menyampaikan pandangannya terkait “Kapitalisme Biang Kerusakan”.

“Kasus pedofilia yang merebak saat ini disebabkan karena kehidupan manusia saat ini tidak diatur oleh aturan Allah SWT”, papar beliau dengan lantang.

Buktinya, masih banyak muslimah yang tidak mau menutupi auratnya. Manusia merasa lebih tahu dirinya daripada Allah SWT yang menciptakan dirinya, sehingga mereka lebih senang diatur dengan aturan buatan mereka sendiri daripada diatur dengan aturan Allah SWT. Mereka juga lebih menuruti kata-kata manusia, sehingga mereka menyetujui pernikahan sesama jenis. Begitu juga dengan para penguasanya. Mereka lebih takut kepada para penguasa yang memberikan mereka pinjaman daripada takut kepada Allah SWT. Adapun rakyatnya, mereka lebih suka dan bangga jika anak-anak mereka bergaul bebas. Mereka merasa lebih cocok dengan liberalisme daripada dengan Islam yang mereka anggap tidak modern.

Jelang akhir orasinya, Ustadzah Sulistiawati mengingatkan penguasa agar peduli terhadap rakyatnya. Mereka yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth harus diberi hukum mati. Penguasa pun harus segera melepaskan diri dari cengkeraman liberalisme dan mulai menerapkan aturan-aturan Allah SWT karena Indonesia milik Allah SWT. Semoga gaung kebangkitan segera menjalar ke seluruh sendi umat. Allahu akbar!











[www.bringislam.web.id] [www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Jawa Barat Darurat Pedofilia, Selamatkan Dengan Syariah dan Khilafah

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global