Reporter Tragedi Rohingya Hadapi Ancaman Penjara di Thailand

BANGKOK, , - Pihak berwenang di Thailand mengancam wartawan yang menerbitkan sebuah laporan yang menunjukkan bahwa pemerintah Thailand telah membantu perdagangan manusia terhadap Muslim Rohingya.

Angkatan Laut Thailand sebelumnya menggugat sebuah situs yang menerbitkan laporan, Phuketwan, karena pencemaran nama baik. Alan Morison, pria asal Australia yang menjadi editor website tersebut, mengatakan bahwa ia siap siap dipenjara bila laporannya salah. Dia juga mengatakan tindakan keras pada dirinya dan rekannya, Chutima Sidasathian, adalah serangan terhadap kebebasan media, demikian sebagaimana dilansir situs worldbulletin.net.

"Chutima dan saya telah didakwa di bawah dua undang-undang yang paling parah dan perdebatan di negara ini dan kami menghadapi tujuh tahun penjara. Kami menjalankan situs web kecil. Angkatan laut menggunakan palu godam untuk memecahkan kenari kecil," Morison mengatakan kepada Al Jazeera.

Laporan yang diterbitkan oleh situs tersebut menyatakan bahwa pemerintah Thailand telah menyerahkan Muslim Rohingya mengungsi ke Thailand kepada mafia perdagangan manusia yang kemudian akan menahan mereka sandera di kamp-kamp di hutan, di bawah kondisi yang buruk, sampai uang tebusan dibayar.

Mereka yang mampu melarikan diri dari kamp-kamp mengatakan ratusan yang masih berada di dalam kamp penahanan.[md/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Reporter Tragedi Rohingya Hadapi Ancaman Penjara di Thailand

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global