Wow..ada bule yang menjadi pembicara JICMI 2013

JH_panel.jpg (500×333)
Pembicara JICMI kaliber internasional adalah Jamal Harwood. Jamal  adalah seorang akuntan dengan pengalaman lebih dari 25 tahun.  Pembicara JICMI yang berasal dari London ini mengkhususkan sebagai Pembicara Publik Internasional dan Writer yang mengkhususkan diri dalam Ekonomi Islam (TheGoldReport.co.uk).

Selain menjabat sebagai dosen program MBA di Wales University, Jamal Harwood (aktivis Hizbut Tahrir) telah berbicara secara ekstensif dan global pada isu-isu ekonomi , hubungan internasional , politik dan Islam - berdebat di Oxford Union pada Mei 2007 dan pada berbicara konferensi tentang krisis keuangan internasional di Khartoum , Sudan pada bulan Januari 2009 ( dihadiri oleh 6000 delegasi ) dan di Beirut , Lebanon.  Sebagai kader dakwah hizbut tahrir , Jamal Harwood, telah terlibat dalam debat publik dan dialog dengan mantan Kanselir Norman Lamont , Jaksa Agung Dominic Grieve saat MP , Jim O'Neill ( Ketua Goldman Sachs Asset Management ) , Peter Rodman ( mantan asisten menteri pertahanan ) , Matt Frei (sebelumnya dari BBC dan saat ini dengan Channel 4 News ) , kolumnis AS Yunus Goldberg dan yang paling baru David Smith ( Editor Ekonomi , The Sunday Times ).

            Jabatan Jamal Harwood sebagai pemimpin redaksi TheGoldReport.co.uk , dan berkontribusi secara teratur untuk NewCivilisation.com dan merupakan subyek dari fitur Time Magazine pada bulan Agustus 2006 .
Sebelumnya pernah menjadi konsultan Royal Bank of Scotland (Juli 2008 - November 2008 ( 5 bulan ). Konsultan Credit Suisse Januari 2004 - Mei 2008 ( 4 tahun 5 bulan )

Masuk Islamnya Jamal Harwood  :
Saya  termasuk pemeluk Kristen yang taat sebelum menemukan Islam. Ketika saya masih berusia belasan tahun saya begitu tertarik mendalami ajaran Kristen. Namun, saya memiliki beberapa pertanyaan serius mengenai hal-hal pokok agama Kristen seperti bagaimana peran banyak Nabi yang berbeda, siapa sebenarnya Isa. Saya pun mengalami  kebingungan memahami trinitas, anak tuhan, dan lain-lain.


Itulah yang kemudian membuat saya mulai berpikir bahwa pada suatu saat, mungkin setelah menyelesaikan pendidikan, saya akan melakukan perjalanan dan mencari agama-agama lain di dunia. Saya berharap sepulangnya dari perjalanan itu saya akan memperoleh sesuatu yang lebih jelas dalam hal keimanan yang dapat menjawab semua pertanyaan saya itu dengan meyakinkan. Alhamdulillah, ketika usia saya sekitar 20 tahunan, saya bisa melakukan perjalanan dan melihat agama-agama lain dan hal ini menjadikan saya mulai mempelajari Islam dan akhirnya memeluknya.


Saya pindah ke Inggris beberapa saat sebelum saya memeluk Islam.  Sebelumnya saya tinggal di Kanada. Kaum Muslim yang saya temui di London, khususnya di Masjid Regents Park adalah orang-orang yang paling memberi pengaruh pada saya dan sangat membantu untuk menyarankan buku-buku untuk dibaca dan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Semuanya sangat bersahabat dan saya senantiasa masih dekat dengan mereka. Karena saya pernah tinggal di beberapa negara lain saat saya muda dan sering melakukan perjalanan, saya senantiasa senang jika bertemu dengan orang-orang dari negara-negara lain, dengan agama dan kebudayaan yang berbeda.


Akhirnya saya memutuskan memeluk Islam pada 1986. Keputusan saya justru didukung oleh orangtua saya. Ketika itu mereka tinggal di negara lain, jadi kami tidak selalu bisa berhubungan. Tapi saya ingat dengan sangat jelas bahwa ayah saya sebelumnya pernah bekerja dengan orang-orang Muslim dan mengatakan bahwa Islam menekankan pada keluarga jadi dia bilang “Lanjutkan saja “.


Memang tidak mudah mengawali hal yang baru. Banyak tantangan. Mempelajari kewajiban-kewajiban dasar Islam itu perlu waktu. Apalagi saya tidak dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang Islam berarti ada banyak hal yang harus saya pelajari. Tapi tidak ada yang terlalu sulit. Dan saya mempunyai pengalaman yang tidak terlupakan sejak menjadi seorang Muslim yakni pergi haji tahun 1994 melihat Ka’bah untuk pertama kalinya.


Setelah memeluk Islam, saya berbicara kepada saudara laki-laki maupun perempuan saya (semuanya Kristen) mengenai Islam kapanpun saya bisa. Beberapa saudara perempuan saya adalah orang-orang yang memegang teguh agama Kristen tapi kami tetap berhubungan baik, tidak ada kebencian, dan mereka suka anggota keluarga yang lain (yakni istri dan anak-anak saya) jadi hal ini sangat positif. Majalah Time pernah menampilkan suatu tulisan mengenai saya dan ketika itu sebagian besar anggota keluarga saya agak terkejut ketika mereka tahu bahwa saya aktif secara politik di Hizbut Tahrir, bahkan sebagian dari mereka menunjukkan kekhawatirannya bahwa aktivitas politik saya itu bisa menyulitkan saya dengan adanya sentimen-sentimen anti Islam di banyak bagian dunia. Saya katakan pada mereka, “Senantiasa ada risiko atas segala sesuatu tapi lebih baik melakukan sesuatu dengan alasan yang baik daripada menunggu sesuatu terjadi pada Anda.”

Dakwah Bersama HT 
Alhamdullillah, saya pertama kali bertemu beberapa anggota HT tahun 1988. Saya prihatin dengan banyaknya ketidakadilan dan kemunduran yang saya lihat di dunia Muslim. Betapa pentingnya gagasan ummah, tapi banyak yang memiliki sedikit pemahaman politik mengenai sebab-sebab kemunduran itu, disamping tidak memiliki solusi untuk mengatasi kemunduran itu. HT berbicara mengenai isu-isu itu dan memberikan solusi-solusi yang jelas.


Ketika saya mulai belajar di HT, saya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai Usul Fiqh, Ijtihad, dan Syariah, yang kesemuanya adalah penting dalam mengembangkan pemahaman saya mengenai Islam dan lebih baik dari apa yang sebelumnya saya baca dan pelajari. Buku-buku yang telah dikeluarkan partai adalah mengenai Sistem Islam, Konsep-konsep Hizbut Tahrir dan Struktur Partai adalah di antara buku-buku yang sangat bagus bagi yang ingin mendapatkan pemahaman yang baik mengenai dasar-dasar Islam dan keadaan umat pada saat ini.
  
Jamal Harwood akan hadir di JICMI , 14-15 Desember 2013 dan melakukan presentasi dengan topik  “The Collapse of Global Capitalism: What Can We Learn from Global Financial Crisis? “ . Jamal Harwood akan banyak mengungkapkan fakta-fakta kerusakan sistem kapitalisme secara ilmiah sesuai kepakaran beliau di bidang keuangan internasional.

Selain Jamal Harwood ada satu lagi pembicara JICMI dari Luar negeri yaitu, Dr. Reza Pankhurst adalah seorang cendekiawan politik dan sejarawan, dengan spesialisasi Timur Tengah dan gerakan-gerakan Islam. Beliau sebelumnya adalah seorang tahanan politik pada rezim Mubarak karena keanggotaannya dalamHizbut Tahrir. Kasusnya diadopsi oleh Amnesty International dan dibahas secara luas di media. Beliau dibebaskan pada bulan Maret 2006, dan sekembalinya ke Inggris memasuki dunia akademis. Pada tahun 2007, dia menyelesaikan gelar Master dalam bidang Sejarah Hubungan Internasional dengan nilai sangat memuaskan di London School of Economics. Beliau mendapat gelar PhD dari London School of Economics dan Political Science pada tahun 2011. Buku beliau yang monumental yaitu The Inevitable Caliphate diterbitkan pada bulan Juni, 2013 oleh Hurst & Oxford University Press.

Bagi anda Dosen, Peneliti, Mahasiswa Pasca Sarjana yang tertarik mengikuti JICMI 2013 (Jakarta Internasional Conference of Muslim Intelectuals) tanggal 15 Desember 2013. Silahkan kontak ke jicmi2013@hizbut-tahrir.or.id,   nomer hp 08139449 8159 – 0815 19368181 ,
[www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Wow..ada bule yang menjadi pembicara JICMI 2013

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global