Palang Merah Internasional Temukan 40 Mayat di Bangui Afrika Tengah


BANGUI, , - Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) mengatakan mayat 40 orang telah ditemukan di ibukota Republik Afrika Tengah, Bangui, menyusul bentrokan di kota.

Juru bicara ICRC David Pierre Marquet mengatakan pada hari Kamis bahwa mayat ditemukan oleh Palang Merah Afrika Tengah hanya dalam satu hari, AFPmelaporkan, sebagaimana dilansirPress TV.

"Sekitar 40 mayat telah ditemukan untuk saat ini, dan pertolongan pertama telah diberikan kepada sekitar 60 orang terluka," katanya.

Marquet mengatakan 60 lebih mayat telah ditemukan Senin lalu. Dia mengatakan ICRC belum memiliki angka kematian yang lengkap sejak kekerasan terjadi pada 5 Desember di Republik Afrika Tengah.

"Kami akan tahu lebih banyak besok (Jumat) karena saat ini ada jam malam dan tidak ada yang bisa pergi keluar, bahkan tidak bagi personil darurat," katanya.
Republik Afrika Tengah dilanda kekacauan sejak Maret ketika para pejuang Seleka menggulingkan Presiden Francois Bozize dan membuat Michel Djotodia berkuasa. Bozize meninggalkan negara setelah kejatuhannya. Ketegangan antar kelompok agamapun semakin nyata di negara yang terletak di benua Afrika itu.

Para milisi telah meluncurkan serangan terhadap properti dan masjid milik umat Muslim, termasuk merusak semua toko yang diyakini milik umat Islam. Palang Merah mengatakan hampir 400 orang tewas dalam kekerasan yang terjadi sejak dua pekan lalu di ibukota.

Ada banyak sumber daya mineral, termasuk emas dan berlian, di Republik Afrika Tengah. Namun, negara sangat miskin dan telah menghadapi serangkaian pemberontakan dan kudeta sejak merdeka pada tahun 1960.

Lima puluh persen dari populasi CAR adalah Kristen (Protestan 25%, Katolik Roma 25%), sementara 35% dari populasi menganut kepercayaan penduduk asli. Islam dipeluk oleh 15% dari populasi negara itu, tapi oleh hampir semua anggota kelompok yang berkuasa Seleka, termasuk Presiden Michel Djotodia yang merupakan pemeluk Islam.

Pada tanggal 13 September, Djotodia membubarkan koalisi Seleka. Beberapa pemberontak bergabung dengan tentara reguler negara itu sementara beberapa menentang.

Sekitar 1.600 tentara Prancis, yang memperkuat misi penjaga perdamaian Afrika, dikirim ke utara dan timur negara itu Desember sebelum untuk mengamankan jalan utama dan kota-kota di luar ibukota.

Sementara itu, Amnesti International telah merilis sebuah laporan pada Kamis, menyusul misi mereka selama dua minggu di negara yang bergolak itu, mengatakan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan telah terjadi dalam konflik di Republik Afrika Tengah.

Perang sektarian telah menyebabkan pengungsian dari 614.000 orang di seluruh negeri dan 189.000 di ibukota saja, menurut Amnesti. [md/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Palang Merah Internasional Temukan 40 Mayat di Bangui Afrika Tengah

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global