Komik Malaysia Menyalahgunakan Lafal 'Allah' dan Ajaran Islam


KUALA LUMPUR,  -  Sebuah harian berbahasa Melayu telah mengklaim bahwa sebuah kelompok non-Muslim Malaysia telah mendistribusikan komik gratis yang secara bebas menyalahgunakan penggunaan lafal 'Allah' dan 'Islam'.

"Tanpa merasa bersalah apapun, kelompok itu membuat Melayu dan Islam sebagai target," demikian laporan harian Utusan Malaysia yang dikutip oleh The Malay Mail pada Rabu 18 Desember, demikian sebagaimana dilansir onislam.net.

Dalam laporan yang diterbitkan hari Rabu, harian Utusan Malaysia mengklaim bahwa gerakan non-Muslim, tidak teridentifikasi, telah mendistribusikan bahan bacaan yang berisi interpretasi dari kitab suci yang bertuliskan lafal "Allah".

Buku-buku, dilaporkan telah menggunakan kata "Allah" secara luas, juga menyebut Nabi Isa, menurut keyakinan gerakan mereka sendiri.

Gerakan ini juga diduga memberikan buku-buku komik yang menggambarkan kehidupan Nabi Isa, Utusan Malaysia mengatakan. Menambahkan bahwa secara tidak langsung bertentangan dengan cerita diberitakan oleh Alquran.

Meskipun buku-buku komik tidak menyebutkan nama penerbit di sampul depan, buku-buku itu meuliskan catatan pada Pasal 11 Konstitusi Federal yang mengatur kebebasan beragama.

Utusan Malaysia mengatakan adanya kekhawatiran dari komunitas Muslim setempat bahwa kata 'Allah' akan disalahgunakan. Kekhawatiran itu karena Islam akan terancam oleh penggunaan lafal 'Tuhan' yang diganti dengan lafal 'Allah' oleh non-Muslim.

Utusan Malaysia hanya mengatakan bahwa mereka yakin kelompok penerbit itu dipimpin oleh seorang pria yang diduga adalah warga negara AS yang berbicara bahasa Melayu dengan lancar, serta beberapa orang dari Sabah.

Kebebasan beragama dijamin di Malaysia berdasarkan Pasal 11 Konstitusi Federal yang memberikan hak warga Malaysia untuk menganut dan menjalankan keyakinan mereka.

Namun, seruan keagamaan kepada umat Islam dapat dibatasi atau dikendalikan oleh hukum negara dan hukum federal untuk wilayah federal.

Penggunaan lafal "Allah" dalam publikasi Nasrani dalam bahasa Melayu telah menjadi isu kontroversial di Malaysia. Hingga saat ini lafal 'Allah' khusus digunakan oleh umat Islam saja. Kelompok non-Islam tidak diperbolehkan menggunakan lafal 'Allah' untuk menyebut kata Tuhan.
Isu ini mulai merebak saat 2008 ketika Departemen Dalam Negeri mengancam akan mencabut izin koran Katolik Herald atas penggunaan lafal 'Allah' oleh kaum nasrani. Hal ini mendorong pihak Gereja untuk menuntut pemerintah karena dianggap melanggar hak-hak konstitusionalnya.

Pada tahun 2009, Putusan Pengadilan Tinggi yang menguatkan hak konstitusional Gereja Katolik untuk menggunakan kata "Allah" telah mengejutkan umat Islam. Hal ini karena lafal 'Allah' dianggap sebagai kata yang hanya merujuk pada Tuhan dalam Islam. Namun pihak gereja Katolik di Malaysia berdalih mereka juga telah menggunakan lafal 'Allah' sudah sejak lama. Selama ini secara formal, penggunaan lafal 'Allah' sebagai penggati kata 'Tuhan' memang dikhususkan bagi umat Islam di Malaysia.

Etnis Melayu merupakan 60 persen dari total 28 juta penduduk Malaysia, sedangkan etnis keturunan Cina lebih dari 25 persen, dan selanjutnya keturunan India. Warga Kristen mencapai 9 persen dari total populasi Malaysia.[MD/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Komik Malaysia Menyalahgunakan Lafal 'Allah' dan Ajaran Islam

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global