Jabhah Al Nusrah Tolak Konferensi Jenewa dan Meminta Saran Ulama Untuk Menegakan Syariah di Suriah

Abu-Muhammad-Al-Jaulani
SURIAH – : Dalam wawancara TV yang pertama kali nya, Amir Mujahidin Jabhah Al Nusrah, Abu Muhammad Al Jaulani (hafidzahullah), telah mengatakan kepada Al Jazeera Arab, bahwa “Kami akan mencapai kemenangan segera (in Shaa Allah).”
Al Jaulani mengatakan dari sebuah lokasi yang dirahasiakan di Suriah :
Pertempuran hampir berakhir, kami telah menguasai sekitar 70 persen, dan apa yang tersisa adalah kecil …. Kami berdoa kepada Allah agar upaya ini mencapai kemenangan. Ini hanya hitungan hari.
Al Jaulani mengatakan bahwa Jabhah Al Nusrah ingin berkonsultasi dengan para Ulama yang mendukung Jihad Suriah untuk menyusun rencana dalam menjalankan negara sesuai dengan Syariah.
Dia mengatakan tidak akan menerima hasil dari setiap konferensi “perdamaian” yang dipimpin oleh kafir harbi AS-Rusia yang dijadwalkan diselenggarkan di Swiss pada bulan Januari, karena hal itu telah dirancang untuk mempertahankan kepemimpinan (thagut) saat ini di Damaskus :
Kami tidak akan mengakui hasil apapun yang keluar dari Konferensi Jenewa 2, bahkan anak-anak atau wanita Suriah tidak akan mengakuinya. Mereka mengambil bagian dalam konferensi tersebut tidak mewakili rakyat yang berkorban dan berdarah. Selain itu, siapa yang telah meresmikan mereka untuk mewakili rakyat ? …
Mereka tidak memiliki kehadiran di tanah (Suriah). Kami tidak bisa membiarkan permainan Jenewa 2 untuk menipu umat, untuk mendorong kita kembali 50 atau 100 tahun yang lalu….
Jika rezim Assad tetap berkuasa, yang merupakan kepentingan negara adidaya dan Safawi (Iran), maka target berikutnya adalah Semenanjung Arab, yang sekarang dikenal sebagai Arab Saudi.
Al Jaulani juga mengomentari hubungan AS-Iran, yang ditandai dengan kesepakatan nuklir interim bulan lalu atas program nuklir Teheran :
Mereka rezim (seperti Arab Saudi) sekarang kehabisan pilihan sebagai akibat dari negara adidaya (AS) berbalik melawan mereka. Gelombang ganas dari rezim Safawi (Iran) sekarang datang. Semua negara-negara ini sekarang dalam bahaya karena masyarakat internasional menggantinya dengan sekutu baru, yaitu Iran ….
Sebagian besar minyak berada di sebelah timur Arab Saudi, di al- Ihsaa, Qateef dan Dammam. Daerah ini akan menjadi sasaran … diambil dan diberikan kepada sekutu baru, Iran. (Al-mustaqbal/d/dais/www.globalmuslim.web.id)

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Jabhah Al Nusrah Tolak Konferensi Jenewa dan Meminta Saran Ulama Untuk Menegakan Syariah di Suriah

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global