Ini Foto-Foto Penyiksaan ala Ospek ITN

Kuak Kematian Fitri, Polda Cawe-cawe

KEPANJEN – Penyelidikan kasus kematian mahasiswa ITN Malang, Fikri Dolasmantya Surya, mendapat back up dari Polda Jawa Timur. Bahkan, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono, telah menurunkan tim khusus untuk memback up Polres Malang. Hal tersebut, seperti yang disampaikan Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, kemarin sore.
‘’Kapolda sudah memberikan instruksi dan kasus ini selalu dimonitor serta diasistensi oleh pihak Polda Jatim. Sehingga langkah-langkah yang kita laksanakan sesuai dengan rencana tindaklanjutnya itu, sesuai dengan hal-hal yang tepat,’’ ungkap Adi Deriyan.
Tim khusus yang diturunkan Polda Jatim sendiri, adalah dalam bentuk tim asistensi. Artinya tim dari Polda Jatim ini yang akan memberikan petunjuk serta arahan kepada tim khusus yang dibentuk Polres Malang, untuk proses pembuktian kasus Fikri ini. ‘’Antara tim Polda Jatim dan Polres Malang, sudah berkoordinasi untuk secepatnya mengungkap kasus ini,’’ ujarnya.
Mantan penyidik KPK ini mengatakan, Polres Malang terus menindaklanjuti semua informasi yang beredar di kalangan masyarakat. Selain telah mengambil keterangan mahasiswa yang menjadi panitia dalam kegiatan ospek, polisi juga telah mendapat informasi tambahan dari warga sekitar.
‘’Inti dari pemeriksaan dengan meminta keterangan saksi itu, supaya kami dapat mengkonstruksikannya dalam bentuk kontruksi hukum yang lengkap. Dan selain keterangan beberapa saksi yang sudah diperiksa, kami juga akan mencari beberapa keterangan saksi tambahan lainnya,’’ tutur mantan Kapolres Madiun Kota ini.
Terkait rencana bongkar makam untuk otopsi mayat Fikri? Menurut Adi, bahwa sampai sore kemarin Polres Malang belum mendapat izin dari keluarga. Meski sudah berupaya membujuk dan memberikan penjelasan, namun keluarga masih menolak.
‘’Kalau memang keluarga menolak, kami tidak perlu bongkar paksa. Kami akan mencari landasan hukum lain yang bisa kita gunakan tanpa harus bongkar makam. Landasan hukum itu adalah dasar hukum atau formalnya. Tetapi formal itu baru akan lengkap apabila kontruksi keterangan saksi-saksi dapat diarahkan pada pembuktian dari unsur pasal yang nanti rencana kita angkat,’’ jelasnya.
Lalu dari penyelidikan sementara, apakah sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka? Adi masih belum bisa menjelaskan. Sebab tersangka baru akan ditentutkan setelah mengetahui secara lengkap peristiwa yang terjadi. “Artinya kepada siapakah pertanggungjawabkan pidana ini kita berikan, itu tergantung pada peristiwa yang terjadi,” paparnya.
Untuk mempercepat proses penyelidikan, saat ini Polres Malang masih menunggu beberapa nama yang sebelumnya pernah disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan (AMAK). Pasalnya, beberapa saksi mahasiswa yang menjadi korban kekerasan saat ospek, pernah menyampaikan ke AMAK. 
‘’Nama-nama saksi itulah, yang kami butuhkan untuk dimintai keterangan. Karena sampai saat ini, alat bukti yang baru kami ketahui hanya foto-foto yang menggambarkan penjelasan penyimpangan dalam kegiatan ospesk,” terang dia.
Sementara itu, informasi yang diperoleh Malang Post, Muryono, petugas keamanan Pantai Goa Cina, yang menjadi saksi mata dalam kekerasan kegiatan ospek, dipanggil penyidik Reskrim Polres Malang untuk dimintai keterangan. 
Muryono sendiri, sebelumnya pernah menyampaikan bahwa dirinya tahu betul tindak kekerasan yang dilakukan mahasiswa senior terhadap korban Fikri. (agp/avi)





























Sumber

[www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




1 comments for Ini Foto-Foto Penyiksaan ala Ospek ITN

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global