FPI Desak KPK Audit Kemenkes Soal Program Kondom

images (108×118)Pekan Kondom dianggap sebagai upaya menghamburkan APBN di akhir tahun anggaran 2013 untuk membuka peluang korupsi di Kemenkes.--Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Habib Rizieq Syihab, menyebut program bagi-bagi kondom awal bulan ini yang didukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Komisi Nasional Penanggulan AIDS (KPAN) sebagai sebuah pembangkangan dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengaudit institusi negara tersebut.
"Pembangkangan karena dalam Undang-undang Alat Kontrasepsi dilarang memperagakan, apalagi membagi-bagi kondom kepada mereka yang belum menikah," kata Habib Rizieq dalam pernyataannya kepada Hidayatullah.com, Selasa (03/12/2013).
Habib menegaskan, membagikan kondom kepada  para pelajar dan pemuda serta masyarakat secara terbuka di sekolah, kampus, kantor, pasar, mall, dan jalan raya, adalah melanggar undang-undang.
Pekan Kondom, lanjut Habib,  hanya upaya menghamburkan APBN di akhir tahun anggaran 2013, untuk membuka peluang korupsi di Kemenkes.
"KPK harus segera periksa anggaran yang digunakan untuk program tersebut. Menkes sudah mempermalukan Presiden, karena tidak becus dalam melaksanakan tugas sebagai pembantu Presiden," tegas Habib.  
FPI, kata Habib, telah menyerukan sweeping kapan saja dan di mana saja didapatkan ada pembagian kondom kepada pelajar dan pemuda.
"Kejar dan tangkap pelakunya. Jebloskan ke penjara, karena telah menistakan agama dan melanggar undang-undang," imbuh dia.
Imam Besar FPI ini menerangkan, pekan kondom yang dicanangkan Menkes RI dengan alasan untuk mencegah penyebaran virus HIV dan penyakit AIDS merupakan penyesatan, pembodohan, serta pembangkangan terhadap tatanan kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.  
Penyesatan, terang Habib, karena merupakan bagian dari pembiaran dan pembenaran perzinaan yang diharamkan semua agama. Bagi umat Islam, untuk mencegah HIV/AIDS hanya satu jalan, yaitu tidak berzina.  
Pekan kondom juga dinilai Habib sebagai pembodohan karena para pakar WHO (lembaga kesehatan dunia) sejak tahun 90-an telah menyatakan bahwa kondom tidak aman untuk mencegah HIV/AIDS.
Di tahun 1995 dalam Konferensi AIDS di Chiang Mai, Thailand, telah dinyatakan bahwa kondom memiliki pori-pori 1/60 mikron. Jika meregang pori-pori melebar 10x lipat, sehingga mencapai 1/6 mikron, sedangkan ukuran virus HIV adalah 1/250 mikron, sehingga virus HIV dipastikan akan menembus kondom, demikian beber Habib.*
[www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for FPI Desak KPK Audit Kemenkes Soal Program Kondom

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global