Felix Siauw: "Renaissance di Barat Terinspirasi dari Islam" (2)

Akhir Mei 2012 lalu, sebuah video di upload ke youtube. Judulnya "More Pavement to Rome". Video itu tak berisikan lagu-lagu atau rekaman biasa. Di dalamnya tampak seorang laki-laki berwajah sipit, tengah asyik berbicara di depan Collosum di Roma, Italia. Di video yang lainnya, dia juga berbicara di depan Gereja Vatikan, di Roma, Italia juga. 

Menariknya, dia berbicara lantang dalam bahasa Indonesia. Sesosok itu tegas mengatakan bahwa "suatu saat kota Roma ini akan takluk di tangan Islam," tegasnya. Di video itu tampak kala dia berbicara sambil terekam, orang-orang Italia berseliweran di belakangnya. Tapi laki-laki itu makin kencang dan lantang menyuarakan akan tiba saatnya bagi keruntuhan kota Roma. "Janji Rasul bahwa Roma akan takluk oleh Islam," paparnya lagi. 

Sesosok itu adalah felix Siauw. Dia ini laki-laki masih muda. Dia menggeluti Islam di usia 16 tahun. Matanya memang sipit, karena dia keturunan Tionghoa. Tapi Felix malah menggebu. Dia menulis beberapa buku yang membangkitkan inspirasi. Salah satu yang fenomenal adalah bukunya yang berjudul "Muhammad Al Fatih 1453". Popularitas buku ini luar biasa. Jika dibanding novel "Laskar Pelangi" atau pun "Anak Sejuta Bintang", kisah inspiratif dalam buku karya Felix itu jauh di atasnya. Karena di dalamnya berisikan kisah penaklukan kota Konstantinopel di tangan Islam. Kala itu dipimpin oleh Sultan Muhammad Al Fatih. Dialah Sultan yang ditakdirkan untuk menaklukan Konstantinopel. Kini kota itu bernama Istanbul, setelah direbut oleh Islam. 

fotoKonstantinopel dulunya adalah kota dahsyat. Kota yang jadi idola para pelancong seluruh dunia. Saking hebatnya, Napoleon Bonaperte, Raja Perancis yang membahana, mengatakan "Bila seluruh dunia ini adalah sebuah negara, yang layak jadi ibukotanya adalah Konstantinopel."

Kota itu kemudian ditaklukan oleh Islam dibawah komando Al Fatih  di tahun 1453. Itu bukan sekedar penaklukan biasa. Bukan sekedar perang merebutkan harta semata. Tapi juga perang untuk mewujudkan janji Allah SWT (bisyarah). Nah, dalam buku itu Felix menggambarkan dengan apik tentang bisyarah itu. Karena di era itu, seluruh umat Islam berlomba-lomba ikut dalam pertempuran merebut Konstantinopel, dalam rangka untuk mewujudkan bisyarah tadi. Begitulah dahsyatnya. Dibanding suasana sekarang, tentu kondisi itu bak langit dan bumi. Islam kini kehilangan percaya diri. 

Nah, selain Konstantinopel, kota Roma juga dijanjikan Rasul bakal jatuh ke tangan Islam. Sebuah Hadist menyebut demikian. Felix pun menggebu ingin seperti Al Fatih. Alhasil dia pun berjalan-jalan ke Roma sendirian. Tanpa pasukan maupun senjata perang. Felix berdiri di depan Colloseum di Roma, seraya memberi peringatan. Bahwa kota ini sewaktu-waktu akan jatuh ke tangan Islam. 

Memang sosok Felix ini rada menarik. Karena dia anak muda yang memiliki motivasi tinggi. Tak heran, saban hari dia selalu di undang ceramah ke seluruh Indonesia. Kebanyakan menyampaikan kisah tentang Sultan Al Fatih 1453, dalam merebut Konstantinopel itu. 
Sebagian pemikiran Felix, terangkum dalam wawancara lengkap dengan Irawan Santoso dariMAHKAMAH beberapa waktu lalu. Simak petikan lengkapnya.   

Ketika merebut Konstantinopel, Utsmaniyah memiliki pasukan elit. Ini adalah pasukan elit yang dibentuk pertama kali dalam sejarah militer. Bisa anda gambarkan? 
fotoYa, nama pasukan elit itu adalah Janisarries. Janisarries ini berperan sebagai pasukan ujung tombak. Sebagai pasukan yang terakhir. Utsmaniyah memiliki tiga lapis pasukan. Lapis pertama adalah pasukan azab. Mereka terdiri dari para pemuda, relawan-relawan. Ini adalah pasukan garis depan. Setelah banyak yang meninggal disitu (pertempuran), syahid, barulah kemudian pasukan sipahis maju. Pergantian antara pasukan azab dan pasukan sipahis ini berkisar 2 atau 3 jam sekali. Setelah lelah. Mereka bergantian maju ke garis depan. Begitulah taktik ketika mengepung Konstantinopel. Nah, pasukan yang terakhir ini adalah janisarries. Mereka pasukan pendobrak.

Apa sebenarnya keunggulan pasukan Janisarries ini? 

Mereka sebagai pasukan kapikulu, pasukan penjaga pintu, mereka dikumpulkan di barak-barak dari setiap ulama. Mereka diberikan semangat-semangat untuk fisabilillah. Mereka disampaikan tentang Konstantinopel dalam sebuah Hadist Nabi, mereka diberikan tentang janji takluknya Roma, dan mereka memang pasukan yang terbaik. Mereka diimingi pahala yang luar biasa. Pasukan yang sangat mengerikan itu adalah bila dilandasi oleh keyakinan. Beda dengan pasukan azab. Pasukan ini hanya relawan. Mereka belum terlatih secara fisik. Begitu juga dengan pasukan sipahis. Mereka dikumpulkan dari daerah-daerah. Tidak distandarisasi untuk penaklukan (Konstantinopel).

Jadi Janissari ini semacam Kopassus ketika itu. Pasukan khusus. Mereka mendapat pembinaan yang lebih, pelatihan yang lebih.

Menariknya ketika mereka dikumpulkan oleh Sultan Muhammad Al Fatih ketika akan melaksanakan Sholat berjamaah pertama kali di Masjid Hagia Sophia. Harus ditentukan siapa yang menjadi imam. Proses seleksi pun dilakukan. Al Fatih kemudian bertanya, "Siapa diantara kalian yang pernah sekali saja meninggalkan sholat wajib? Silahkan duduk!". Ternyata tidak ada yang duduk. Semuanya berdiri.
fotoAl Fatih bertanya lagi. "Siapa diantara kalian yang pernah sekali saja meninggalkan sholat Tahajud? Silahkan duduk!". Lalu setengah dari pasukan itu pun duduk. Setengahnya lagi masih berdiri. Kemudian Sultan Al Fatih melontarkan pertanyaan lagi. "Siapa diantara kalian yang pernah sekali saja meninggalkan sholat rawatib? Silahkan duduk".

Ternyata yang sisa setengah itu semuanya duduk. Yang berdiri tegak hanya Sultan Al Fatih seorang diri. Dialah yang layak menjadi imam. Karena dia tak berhenti sholat Tahajud dan sholat Rawatib. Begitulah Sultan Al Fatih itu. Selain dia memang seorang Sultan, dia juga memposisikan dirinya sebagai seorang Imam. Memang pemimpin yang terbaik.

Jadi begitulah metode untuk memilih pemimpin? 

Siapa yang layak jadi imam? Yang pertama, yang paling banyak hafalannya (Al Quran). Yang kedua, yang paling banyak (hafalan) Hadist. Ketiga, siapa yang duluan berhijrah. Keempat, siapa yang paling tua. Nah, Sultan Muhammad Al Fatih memenuhi unsur satu dua tiga itu. Dia yang dianggap paling bertakwa kepada Allah SWT. Walau usianya baru 21 tahun. Selain jadi pemimpin, dia pun memang layak jadi imam.

Dalam gambaran Roger Crowly, peneliti asal Inggris, dia menyebut bahwa seolah pasukan Islam berambisi merebut Konstantinopel karena terdorong harta rampasan perang. Apakah benar seperti itu? 

Memang dia menggambarkan seolah pasukan Islam hanya mengejar harta rampasan perang. Tapi dalam hukum perang, setiap kota yang berhasil direbut, diberikan waktu 3 hari untuk menjarah. Tapi ternyata di Konstantinopel hal itu tidak terjadi. Karena kalau memang itu terjadi, tentunya kota Konstantinopel tidak bisa kita lihat seperti sekarang, Istanbul. Tentunya bakal banyak artefak yang hilang. Faktanya justru gereja di sana masih banyak. Orang-orang Yunani juga masih eksis di sana. Mereka malah memiliki propinsi sendiri. Artinya mereka tidak dibunuh. 
fotoBahkan kemudian Sultan Al Fatih juga sempat melantik seorang Patriakh, semacam uskup bagi orang Kristen Katolik. Untuk orang Kristen Ortodoks namanya ya Patriakh itu. Yang dilantik itu bernama Genadius Polarius. Dia terkenal kok. Ada gambarnya kalau Al Fatih sedang melantik si Genadius itu. Terlihat bagaimana al Fatih lagi memberikan sebuah firman kepada Genadius. Firman itu dalam bahasa Turki berarti keputusan, semacam Keppres begitulah. Jadi urusan-urusan orang Kristen di Istanbul kemudian diserahkan kepada Patriakh itu. Jadi soal pembunuhan terhadap orang-orang Kristen itu bohong sama sekali. Islam tidak begitu.

Malahan lagi, ketika berhasil merebut Konstantinopel, Al Fatih mengumpulkan seluruh perempuan-perempuan yang berhasil ditangkap. Secara hukum, mereka kemudian dijadikan budak. Dan itu termasuk bagian dari gonimah (harta rampasan perang). Tapi oleh Al Fatih para perempuan itu kemudian ditebus dengan uangnya sendiri. Karena kalau tidak, mereka akan dijadikan budak. Para perempuan itu diberi opsi oleh Al Fatih, mau keluar meninggalkan Konstantinopel atau tetap di sini. Begitulah Al Fatih. Makanya orang-orang di Istanbul sampai kini wajahnya tidak Eropa maupun tidak Asia. Campuran.

Ada juga penulis Barat yang menyebut 50 ribu orang dicungkil matanya oleh Al Fatih. Lha, bagaimana bisa? Wong ketika itu populasinya aja tidak sampai segitu? Jelas itu tuduhan yang aneh.

Perang Utsmaniyah vs Romawi dalam merebutkan Konstantinopel itu kan mirip dengan kisah perang Sparta vs Troy. Kala itu Sparta mengepung Troy selama 10 tahun, di tempat yang sama. Anda melihat apakah ada korelasinya? 

Kalau saya melihatnya bukan pengepungan Troya. Tapi kejadian dan kemenangan itu memang diperuntukkan kepada Muhammad Al Fatih. Dalam beberapa kasus, banyak literatur yang bilang dia terinspirasi oleh Alexander Yang Agung. Tapi menurut saya, justru dia terinspirasi oleh Salahuddin Al Ayubbi. Karena pengepungan Jerusalem oleh Salahuddin, itu sangat menginspirasi Al Fatih. Buktinya 72 kapal perang yang dipindahkan lewat daratan, itu bukan pertama kali dilakukan Al Fatih.

Hampir mirip, walaupun tidak sefenomenal Al Fatih, pernah juga dilakukan oleh Salahuddin dalam salah satu perangnya. Dia pernah membuat kapal di suatu tempat, kemudian kapal itu diangkat sampai ke Laut Merah. Tapi dia diasembling (dirakit). Nah bedanya dengan Al Fatih, kapal itu dipindahkan utuh. Jadi sangat fenomenal. Namun pemindahan kapal itu, baik ketika era Salahuddin, ternyata sangat efektif sekali untuk memenangkan pertempuran melawan pasukan perang Salib.

Bukan itu saja. Al Fatih juga memperlakukan empat alat perang baru. Ini sejarah dalam dunia perang ketika itu. Meriam. Ini baru pertama kali diperkenalkan dalam peperangan, ya sejak Al Fatih mengepung Konstantinopel itu. Lalu menara tinggi. Ini yang membuat tentara Kristen terheran-heran ketika melihat menara tinggi tiba-tiba muncul dalam sehari. "Kami pun tidak akan mampu membuat menara semacam itu dalam empat bulan, tapi kalian mampu membuatnya dalam sehari," begitu kata prajurit Konstantinopel. Yang ketiga, adalah mortal. Ini untuk menembak kapal-kapal yang berlindung di balik tembok. Karena meriam tidak mampu menjangkaunya, sebab kapal itu berlindung di balik tempok Konstantinopel. Makanya dibikin satu proyeksi dengan sudut ketinggian. Ini menggunakan teori fisika. Alhasil kapal-kapal berhasil banyak dihancurkan dengan teknik itu.

Itulah keunggulan Al Fatih. Dia belajar dari sejarah dan bahasa. Dua kelebihan itu dimiliki Al Fatih. Dia menguasa 8 bahasa. Kehidupan keseharian dia juga banyak dihabiskan di perpustakaan, menghabiskan buku-buku sejarah. Itulah kehebatan dia.

Oke. Setelah kekalahan Barat di Konstantinopel 1453 itu, apa yang terjadi di Eropa? 

Eropa itu kemudian tercerahkan karena Islam. Masa kegelapan mereka itu berada di tahun 1453. Selama masa itu mereka melakukan pencerahan (Rennaisance). Kemudian mereka mendapatkan merkantilisme dengan program 3G yakni Gold, God and Glory. Gantian Barat menaklukkan Timur.

Apa yang sudah diberikan Islam oleh Barat? Mereka tercerahkan. Karena mereke menemukan bahwa agama itu tidak seharusnya mengungkung. Setelah mereka tahu itu, mereka pun bangkit. Awalnya kan Barat itu tunduk pada sistem gereja. Sistem pemerintahan dan agama diatur seluruhnya oleh Gereja. Ketika Rennaisance, sistem ini kemudian dibuang. Gereja hanya boleh mengatur individu. Lalu ada kekosongan di politik dan lain-lain. Muncullah kemudian demokrasi, monarkhi dan lainnya itu. Diadopsi lagi dari Yunani.

Mereka tak lagi memakai sistem agama. Mereke menentukan baik dan buruk itu menurut ukuran mereka sendiri saja. Agama cukup dirumah saja. Kata Thomas Jefferson, "Antara aku dan Tuhan, tak boleh dicampuri orang lain." Itulah prinsip yang kemudian berkembang di Barat. Itulah sekulerisme.
fotoMuncul kemudian JJ Reassou dengan Trias Politica. Muncul juga Machiavelli, Montesqquieu dan lainnya. Nah, ide ini kemudian memunculkan ideologi. Ideologinya apa? Itulah sekulerisme. Nah, ciri orang yang sudah mendapat ideologi, mereka pasti akan bergerak. Seperti juga ketika Arab mendapatkan ideologi Islam. Mereka menyebarkannya ke seluruh dunia. Jadi proses 3G tadi, adalah proses penyebaran ideologi.

Salah satu prinsip sekulerisme adalah bahwa di kehidupan ini Tuhan tidak hadir. Jadi kehidupan ini diatur oleh diri sendiri saja. Dari situlah kemudian muncul kapitalisme dalam sistem ekonomi. Jadi kalau disebutkan neoliberalisme, itu adalah kapitalisme. Kapitalisme itu adalah subsistem dari sekulerisme. Jadi yang bermain sekarang adalah kapitalis.

Satu-satunya yang diusung dalam kapitalisme adalah uang. Karena mereka menganggap Tuhan itu tidak ada dalam pencarian rezeki. Jadi satu-satunya nilai kebahagiaan dalam orang sekuler adalah materi. Lihat saja sekarang, ada training bagaimana mendapatkan untung 5 Milyar dalam 2 detik. Intinya adalah duit, duit dan duit. Seolah kalau tidak ada duit, manusia tidak
akan bahagia.

Baik. Kita melenceng sedikit ke soal khilafah. Menurut anda bagaimana runtuhnya Khilafah? 

Khilafah runtuh ketika ada satu hal yakni kelemahan pemahaman yang sangat dalam pada kaum muslimin. Jadi sangat lemah dalam membedakan yang mana yang boleh diambil dari Barat dan mana yang tidak boleh. Ada yang kebablasan. Semua yang dari Barat boleh kok diambil asal baik. Tapi Barat kan menentukan baik dan buruk itu, berdasarkan penilaian mereka sendiri. Kalau di Indonesia seperti kelompok JIL.

Ada juga yang sangat prefentif. Yang memandang semua yang dari Barat itu tidak boleh. Televisi, percetakan, teknologi baru, dianggap haram semuanya. Nah, gara-gara hal-hal yang begitu, berlebihan yang halal, dan berlebihan yang haram, umat ini menjadi kacau. Termasuk percetakan tidak boleh ketika itu. Padahal percetakan adalah hal yang sangat penting. Di kala itu percetakan merngubah dunia. Islam tidak punya percetakan, ya alhasil jadi mati. Tapi itu terjadi bukan di era Sultan Muhammad al Fatih. Jauh setelah dia. Sebab yang lain adalah khilafah runtuh karena melemahnya jihad. Lalu ditinggalkannya bahasa Arab.

Bahasa Arab, mengapa? 
Ya sangat penting pengaruhnya. Islam menjadi kacau karena banyak yang tak paham bahasa Arab. Bahasa itu sangat penting. "The Lord had said", bahasa Indonesia-nya apa? "Lord" itu dalam bahasa Inggris bisa berarti "Tuhan" atau "tuan". Artinya "Tuhan telah berkata". Tapi bisa pula dimaknakan "Tuan telah berkata". Ini jelas akan menjadi kacau. Sama halnya dengan Rabbi.  Dalam bahasa Arab dan Yahudi bisa berbeda maknanya. Dalam Yahudi, rabbi itu bermakna "ruh". Dalam bahasa Arab berarti "Tuhan".

Di kita sajalah, antara Indonesia dan Malaysia saja bisa berbeda makna. Bahasanya sama tapi maknanya bisa beda. "Saya butuh dua pensil". Kalau di Malaysia, menyebut kalimat itu bisa digampar orang. "Butuh" itu bermakna jelek. Artinya sama dengan alat kelamin laki-laki. Itulah pentingnya bahasa. Jadi bayangkan bila tidak memahami bahasa Arab, apakah bisa memahami Islam? Tidak mungkin itu.

Lalu apakah Islam akan bangkit lagi? 
Pasti. Itu adalah janji Rasul. Sistem khilafah kemudian akan bangkit lagi. Dan Islam akan kembali lagi menguasai dunia. Ada Hadist yang menyebut bahwa Islam akan bangkit lagi seperti ular yang kembali ke sarangnya. Nah, berarti yang paling ujung kan adalah Indonesia. Setelah Indonesia, kan Islam tidak ada lagi. Bisa jadi bangkitan Islam itu akan dimulai dari Indonesia juga. Wallahuallam bis Shawab. 
[www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Felix Siauw: "Renaissance di Barat Terinspirasi dari Islam" (2)

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global