Anis Matta: Dulu Mengatakan "Gantung Koruptor", sekarang berkata "Dalil Agama Manapun Tak Ada Pencuri Dihukum Mati"

20131206_190515_dialog-pks-dengan-media-kelompok-kompas-gramedia.jpg (680×421)
PKS Korup Hukumannya Gantung!
Berita Selasa, 24 Maret 2009 di  nasional.inilah.com

Kendari PKS berjanji akan memecat kadernya yang terpilih sebagai anggota DPR apabila memang terindikasi korupsi. Bahkan, massa PKS menyebut hukuman yang pantas bagi kader PKS yang seperti itu adalah digantung.

Hal itu terjadi saat Sekjen DPP PKS Anis Matta berkampanye di lapangan Benua-Benua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (24/3). Salah satu sumber korupsi terbesar, kata Anis, terjadi di lembaga legislatif.

Anis mengatakan, caleg PKS yang menjadi peserta Pemilu 2009 telah menandatangani kontrak politik untuk bersikap antikorupsi. Sehingga jika nanti ada caleg terpilih pada pemilu diketahui terlibat atau terindikasi korupsi, maka PKS tidak segan untuk memberikan sanksi pemecatan dari PKS.

"Kalau ada anggota PKS yang terlibat korupsi, apa hukumannya?" tanya Anis kepada massa. Massa secara serentak menjawab,"Gantung saja".

Dalam kesempatan itu, Anis juga memperkenalkan para caleg DPR asal Sultra, yang diberi kesempatan untuk menyampaikan komitmennya terhadap antikorupsi. Bahkan, sejumlah caleg tersebut menyatakan, akan siap mundur atau siap digantung jika nanti terlibat korupsi.[*/nuz]

link tambahan: http://news.liputan6.com/read/466267/pks-usulkan-kpk-berlakukan-hukuman-mati-bagi-koruptor



Presiden PKS: Dalil Agama Manapun Tak Ada Pencuri Dihukum Mati

 Presiden PKS Anis Mata menantang keras adanya wacana hukuman mati bagi koruptor di negeri ini. Menurutnya hukuman mati di Indonesia, belum bisa dimasukkan ke dalam akal pikiran masyarakat. Sehingga dengan tegas Anis Mata mengatakan dirinya akan menolak jika ada hukuman mati bagi pelaku koruptor.
"Saya tidak setuju jika ada hukuman mati bagi koruptor, karena bagi saya nyawa lebih berharga daripada harta,"ujar Anis Mata saat ditanya seorang Mahasiswa mengenai wacana hukuman mati bagi koruptor saat acara dialog kebangsaan di Kampus UIN Suska Sabtu.
Selain menurut Anis mata, nyawa lebih berharga daripada harta, keberadaan dalil dalam agama juga tidak ditemukan adanya hukuman mati bagi koruptor."Tidak ada dalil agama manapun, baik islam, kristen, Hindu, Budha dan agama apa saja. Tuhan saja memberikan hukuman bagi pencuri itu hanya potong tangan saja,"jelas Anis Mata.Menurut Anis Mata, adanya wacana hukuman mati bagi koruptor ini bukan menyelesaikan masalah namun karena tendensius popularitas sebagian pihak saja.

Korupsi menurut Hukum Islam
Korupsi Masuk dalam Bab Ta’zir
Dalam sistem Islam, tegasnya dalam Khilafah Islam yang menerapkan syariah Islam, korupsi (ikhtilas) adalah suatu jenis perampasan terhadap harta kekayaan rakyat dan negara dengan cara memanfaatkan jabatan demi memperkaya diri atau orang lain. Korupsi merupakan salah satu dari berbagai jenis tindakan ghulul, yakni tindakan mendapatkan harta secara curang atau melanggar syariah, baik yang diambil harta negara maupun masyarakat.
Berbeda dengan kasus pencurian yang termasuk dalam bab hudud, korupsi termasuk dalam bab ta’zir yang hukumannya tidak secara langsung ditetapkan oleh nash, tetapi diserahkan kepada Khalifah atau qadhi (hakim). Rasulullah saw. bersabda, ”Perampas, koruptor (mukhtalis) dan pengkhianat tidak dikenakan hukuman potong tangan.” (HR Ahmad, Ashab as-Sunan dan Ibnu Hibban).
Bentuk ta’zir untuk koruptor bisa berupa hukuman tasyhir (pewartaan atas diri koruptor; misal diarak keliling kota atau di-blow up lewat media massa), jilid (cambuk), penjara, pengasingan, bahkan hukuman mati sekalipun; selain tentu saja penyitaan harta hasil korupsi.
Menurut Syaikh Abdurrahman al-Maliki dalam kitab Nizham al-‘Uqubat fi al-Islam, hukuman untuk koruptor adalah kurungan penjara mulai 6 bulan sampai 5 tahun; disesuaikan dengan jumlah harta yang dikorupsi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz, misalnya, pernah menetapkan sanksi hukuman cambuk dan penahanan dalam waktu lama terhadap koruptor (Ibn Abi Syaibah, Mushannaf Ibn Abi Syaibah, V/528; Mushannaf Abd ar-Razaq, X/209). Adapun Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. pernah menyita seluruh harta pejabatnya yang dicurigai sebagai hasil korupsi (Lihat: Thabaqât Ibn Sa’ad,Târîkh al-Khulafâ’ as-Suyuthi).
Jika harta yang dikorupsi mencapai jumlah yang membahayakan ekonomi negara, bisa saja koruptor dihukum mati.
Segera Tegakkan Syariah dan Khilafah!
Wacana tentang perlunya menindak tegas para koruptor boleh saja terus bergulir, termasuk kemungkinan pemberlakuan hukuman mati. Namun persoalannya, di tengah berbagai karut-marutnya sistem hukum di negeri ini, didukung oleh banyaknya aparat penegak hukum yang bermental bobrok (baik di eksekutif/pemerintahan, legislatif/DPR maupun yudikatif/peradilan), termasuk banyaknya markus yang bermain di berbagai lembaga pemerintahan (ditjen pajak, kepolisian, jaksa, bahkan hakim dll), tentu wacana menindak tegas para koruptor hanya akan tetap menjadi wacana. Pasalnya, wacana seperti pembuktian terbalik maupun hukuman mati bagi koruptor bakanlah hal baru. Ini mudah dipahami karena banyaknya kalangan (baik di Pemerintahan, DPR maupun lembaga peradilan) yang khawatir jika hukuman yang tegas itu benar-benar diberlakukan, ia akan menjadi senjata makan tuan, alias membidik mereka sendiri.
Semua langkah dan cara di atas memang hanya mungkin diterapkan dalam sistem Islam, mustahil bisa dilaksanakan dalam sistem sekular yang bobrok ini. Karena itu, perjuangan untuk menegakkan sistem Islam dalam wujud tegaknya syariah Islam secara total dalam negara (yakni Khilafah Islam) tidak boleh berhenti. Sebab, tegaknya hukum-hukum Allah jelas merupakan wujud nyata ketakwaan kaum Muslim. Jika kaum Muslim bertakwa, pasti Allah SWT akan menurunkan keberkahannya dari langit dan bumi, sebagaimana firman-Nya:
]وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ[
Sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi (QS al-A’raf [7]: 96).
Lebih dari itu, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Penegakkan satu hukum hudud di muka bumi adalah lebih lebih baik bagi penduduk bumi daripada turunnya hujan selama 40 hari.” (HR Abu Dawd).
Wallahu a’lam bi ash-shawab. [www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Anis Matta: Dulu Mengatakan "Gantung Koruptor", sekarang berkata "Dalil Agama Manapun Tak Ada Pencuri Dihukum Mati"

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global