Anak-anak dan Wanita Muslim Terbunuh di Afrika Tengah

BANGUI,  - Dua belas Muslim, termasuk 10 anak-anak dan wanita hamil, telah terbunuh di utara Bangui, Republik Afrika Tengah, setelah milisi Kristen menyerang penggembala Muslim.

"Di antara korban adalah anak-anak dan wanita hamil," kata seorang sumber militer kepada Agence France Presse (AFP) pada hari Rabu 4 Desember, menambahkan bahwa setidaknya 10 anak lainnya dirawat di rumah sakit di Bangui dengan luka cukup parah, demikian sebagaimana dilansironislam.net.

"Ini tidak biasa untuk melihat orang-orang dengan luka parang. Tapi begitu banyak pada satu waktu? Kami belum pernah melihat hal seperti ini di Afrika Tengah sebelumnya," seorang perawat menambahkan.

Serangan itu terjadi Senin malam ketika milisi Kristen yang dikenal sebagai "anti-Balaka" menyerang penggembala dari etnis Peuhl, yang terdiri terutama dari umat Islam, Amy Martin, kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Ocha) di Bangui, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Pemerintah mengatakan serangan itu terjadi di Boali, sekitar 95 km (60 mil) dari ibukota.

Michel Djotodia menyatakan dirinya pemimpin Muslim pertama negara itu setelah merebut kekuasaan dalam kudeta yang menggulingkan Presiden Francois Bozize pada tanggal 24 Maret. Ketengan antar kelompok agamapun semakin nyata di negara yang terletak di benua Afrika itu.

Pembantaian 12 wanita anak-anak dan laki-laki Muslim, yang diduga dilakukan oleh radikal Kristen mendapat sorotan tajam dari banyak pihak.

"Amerika Serikat terkejut dengan laporan hari ini pembunuhan perempuan dan anak-anak tak berdosa di luar Bangui," kata  Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh AFP.

Berbicara di saluran France 24 di Paris, Perdana Menteri Afrika Tengah Nicolas Tiangaye mengutuk pembantaian Boali sebagai tindakan "mengerikan dan keji".

"Pemerintah mengutuk semua kekerasan," katanya, menambahkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, telah terjadi lonjakan dalam kerusuhan.

Ada sekitar 2.500 tentara di Support Mission International Afrika yang dipimpin di Republik Afrika Tengah (MISCA) yang pada akhirnya akan mencapai 3.600 dan pada tanggal 19 Desember menjadi pasukan Uni Afrika. erancis menempatkan 600 tentara di sana dan berencana untuk meningkatkan jumlah hingga 1.200.

Tapi pemimpin PBB Ban Ki-moon telah memperingatkan bahwa hingga 9.000 tentara diperlukan jika krisis meluas dan pasukan PBB penuh harus mengambil alih. [rah]

[md/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Anak-anak dan Wanita Muslim Terbunuh di Afrika Tengah

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global