Terkena Islamphobia, Masjid Agung Paris Dicorat-coret

PARIS,, - Dinding dan pintu Masjid Agung Paris telah dicoret-coret dengan grafiti anti-Islam, menuai kecaman dari komunitas Muslim dan pejabat Prancis, beberapa jam setelah terjadi penembakan yang membuat kepanikan di ibukota Prancis itu.

"Kami sangat menyesalkan kekerasan rasis dan permusuhan yang telah ditunjukkan terhadap Masjid Paris, ikon lembaga Islam di Prancis," kata Dalil Boubakeur, Presiden Masjid Agung Paris, kepada UPI pada hari Kamis 21 November, demikian sebagaimana dilansir onislam.net.

Senin lalu, beberapa orang melakukan aksi vandalisme atau corat-coret di Masjid Agung Paris dengan tulisan rasis anti-Islam. Setelah kejadian itu, Presiden Masjid Agung Paris langsung melaporkannya kepada kepolisian Prancis.

Presiden dari Observatorium Nasional Prancis Melawan Islamofobia, Abdallah Zekri, juga telah menganggap aksi ini sebagai tindakan keterlaluan. Zekri sendiri adalah target serangan anti-Islam Oktober lalu ketika rumahnya dicorat-coret dengan tulisan ofensif dan neo-Nazi.

Menurut hukum Prancis, serangan rasial dan kejahatan penodaan agama harus dihukum dengan hukuman penjara satu tahun dan denda 60.000 dollar.

Serangan di masjid datang pada hari yang sama dari penembakan di yang terjadi di kantor harian terkemuka Liberation, penembakan di luar bank Societe Generale dan penyanderaan singkat.

Serangan Masjid Agung Paris ini bukanlah yang pertama yang menargetkan Muslim bulan ini. Islamophopia sedang berkembang di Prancis pada bulan November, di mana beberapa gedung milik umat Islam menjadi sasaran serangan ekstrimis kanan. Awal bulan ini, tengkorak babi dilemparkan ke arah bangunan yang direncanakan menjadi pusat kebudayaan Turki di kawasan Amboise, Paris.

Sebuah lahan yang sedang dibangun masjid di kota Hazebrouck, Prancis utara , juga diserang di mana dua kepala babi ditemukan di tempat tersebut.

Aksi vandalisme ini telah mendapatkan kecaman dari sejumlah tokoh politik termasuk Walikota Paris.

"Tulisan yang kasar,  keduanya tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diterima," ujar Walikota Paris Bertrand Delanoe, seperti dikutip oleh Islamophobia Watch.

Masjid Agung Paris telah menjadi ikon atau simbol perkembangan Islam di Prancis. Saat Idul Adha Oktober lalu, Perdana Menteri Prancis, Jean-Marc Ayrault, mengunjungi masjid untuk mengutuk tindakan Islamophobia.[md/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Terkena Islamphobia, Masjid Agung Paris Dicorat-coret

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global