Rekonstruksi Debat Al Ghazali-Avveroes di era Sultan Al Fatih

Dalam sejarah, perdebatan paling seru berlangsung antara Imam Ghazali dan Imam Ibnu Rusyd. Keduanya berdebat, berargumen, tentang filosofi dalam Islam. Perdebatan itu adalah yang termenarik sepanjang sejarah. Sultan Al Fatih pun terkesima hingga mereka ulang debat itu. 

 Jakarta,- Di abad pertengahan lalu, kisah perdebatan paling seru berlangsung di belantara dunia Islam. Dua pemikir tersohor, mengeluarkan kitab (buku) yang isinya mengulas hal yang sama. Dua pemikir itu adalah Imam Al Ghazali (Barat menulisnya Algazel) dan Imam Ibnu Rusyd (Barat menulisnya Avverroes).

Imam Al Ghazali (1111 M) seorang ulama besar yang menetap di Baghdad, kala kekhilafahan Abbasiyah berkuasa. Ghazali banyak mengeluarkan kitab-kitab yang termashsyur. Salah satunya yang melegenda adalah "Ihya Ulumiddin", yang hingga kini terus menjadi rujukan.

Kemudian suatu ketika Ghazali mengeluarkan sebuat kitab berjudul "Tahafut al Falasifah'(kebohongan filsafat). Kitab ini mengkritik pendapat para ulama di Andalusia yang banyak mengeluarkan persetujuannya tentang filsafat. Suatu hal yang gaib, pun menjadi pembahasan panjang dalam kitab ini. Ghazali membantah bahwa filsafat merupakan ketidaklurusan dalam Islam alias bid'ah. Ghazali menganggap para ulama yang setuju dengan filsafat merupakan hujjah yang salah. Itulah yang terangkum dalam kitabnya itu.

Memang di era sebelum Ghazali, di Andalusia (kini Spanyol), ketika itu banyak ulama Islam yang juga pemikir tersohor. Salah satunya Ibnu Tuffail, Ibnu Rusyd dan lainnya. Para ulama ini sempat mempelajari dan menterjemahkan buku-buku filsafat Aristoteles, Socrates, Plato dalam bahasa Arab. Mereka membedah filsafat para pemikir Yunani Kuno itu dan menyatakan tak keliru dengan Islam. Hasil terjemahan dari para ulama Islam itulah yang kemudian di abad setelahnya, menjadi bahan rujukan orang-orang Eropa dalam membedah filsafatnya Aristoteles.

fotoTapi ketika Ghazali mengeluarkan kitab "Tahafut al Falasifah" itu, muncul ketidaksetujuan dari para ulama di Andalusia. Alhasil Imam Ibnu Rusyd pun mengeluarkan kitab bantahan atas kitabnya Ghazali itu. Avverroes mengeluarkan kitab"Tahafut al Tahafut" (Kebohongan dari Kebohongan) yang sangat melegenda. Kitab itu disusunnya tahun 1198 M. Avverroes membedah bahwa tidak ada kesalahan dalam membedah soal filsafat menurut Islam. Argumen yang dituangkan Avverroes tak kalah dengan hujjah-hujjah yang digelontorkan Ghazali. Alhasil perdebatan antara kedua pemikir persohor Islam itu pun membahana seantero dunia.
Kisah debat antara dua Imam besar Islam itu dibincangkan dimana-mana. Bahkan hingga era kini terus menjadi percakapan yang tak basi untuk diulas lagi.

Tak terkecuali di era Sultan Al Fatih (1454). Ketika dirinya menjabat sebagai Sultan Utsmaniyah dan telah berhasil menaklukkan Konstantinopel, ibukota Romawi, Al Fatih pun banyak membaca kitab-kitab Islam yang berisi ilmu tinggi. Dia pun terpesona dengan gaya perdebatan antara Ghazali dan Ibnu Rusyd itu.

Sultan Al Fatih pun bermaksud merekonstruksi diskusi tingkat tinggi itu lagi. Dia pun mencari dua ulama besar di jamannya, untuk melakukan diskusi terkait dengan hal itu. Sultan al Fatih mempersilahkan ulama yang mendukung pemikiran Ghazali dan yang memihak pemikiran Ibnu Rusyd.

Alhasil didapatilah dua ulama besar di era itu, Mushlihuddin Khoza Zadah (1488) dan Allauddin Ath Thusi (1482). Keduanya diminta untuk berpendapat seputar pandangan Al Ghazali dan Ibnu Rusyd itu. Sultan al Fatih menggelar perdebatan itu di panggung terbuka di wilayah Imaret, hasil wakafnya.

fotoBanyak umat Islam yang menyaksikan perdebatan antara dua ulama besar itu. Perdebatan itu berlangsung hingga 6 hari berturut-turut. Ulasan tentang hal yang gaib, filsafat, tauhid, menjadi bahasan yang tak habis-habisnya. Sultan Al Fatih tertegun-tegun menyaksikan pemaparan dua ulama besar itu.

Alhasil di akhirnya Sultan Al Fatih mngapresiasi pandangan yang dilontarkan ulama Khiza Zadah itu. Tapi tampak ketidakpuasan Al Fatih dengan perdebatan itu. Karena dirinya sangat mendambakan bisa menyaksikan langsung perdebatan antara Imam Al Ghazali dan Ibnu Rusyd yang melegenda itu. 
[mahkamah/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Rekonstruksi Debat Al Ghazali-Avveroes di era Sultan Al Fatih

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global