Prancis Tangkap Musisi Metal Neo-Nazi Norwegia Karena Rencana Teror

PARIS, , - Seorang musisi neo-Nazi Norwegia yang diduga memiliki hubungan dengan teroris Anders Behring  Breivik telah ditangkap di Prancis karena dicurigai merencanakan "aksi teroris besar."

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan pada hari Selasa bahwa Vikernes 'Varg' Kristian  merupakan "ancaman potensial bagi masyarakat", demikian laporan presstv.

Vikernes, seorang musisi black metal dan penulis yang lebih dikenal dengan nama Varg, ditangkap di barat daya Prancis setelah istrinya membeli empat senapan, kata kantor kejaksaan Paris.

Didorong oleh keyakinan fasis dan anti-Islamnya, Breivik menewaskan 77 orang dalam serangan bom mobil terhadap gedung-gedung pemerintah di Oslo dan penembakan  di Pulau Utoeya pada 22 Juli 2011.

Itu adalah pembantaian terburuk Norwegia sejak Perang Dunia II. Tahun lalu, Breivik dijatuhi hukuman penjara 21 tahun, yang merupakan hukuman maksimal di Norwegia.

Menurut seorang pejabat di kantor kejaksaan, Breivik mengirimkan salinan manifesto ideologinya untuk Vikernes sebelum serangan.

"Itu adalah awal mula penyelidikan. Ada beberapa kecurigaan yang membuat petugas khawatir dia mungkin bisa melakukan tindakan kekerasan," kata pejabat itu, menambahkan bahwa istri Vikernes izin memiliki senjata api legal  ketika ia membeli empat senapan.

Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls juga mengatakan bahwa polisi menduga bahwa Vikernes mungkin telah merencanakan "pembantaian" dan menggeledah rumahnya untuk mencari senjata dan bahan peledak.

"Setelah menerima manifesto sebelum (Breivik) melakukan kejahatan dan yang telah dijatuhi hukuman di Norwegia di masa lalu karena pembunuhan, orang ini dekat dengan gerakan neo-Nazi, yang cenderung untuk menyiapkan aksi teroris besar," tambah Valls.

Pada tahun 1991, Vikernes mendirikan sebuah proyek musik Burzum dan menjadi bagian dari awal munculnya aliran Black Metal di Norwegia.

Pada tahun 1992, ia bersama dengan anggota lain dari kelompok musiknya membakar setidaknya tiga gereja Kristen di Norwegia.

Antara 1992 dan 1993, Vikernes merekam empat album dalam naungan grup Burzum dan album lainnya dengan band black metal Mayhem.

Tak lama setelah gitaris Mayhem Oystein 'Euronymous' Aarseth ditikam hingga mati pada Agustus 1993, Vikernes ditangkap dan didakwa dengan pembunuhan itu.

Setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan Euronymous, tuduhan membakar tiga gereja, percobaan pembakaran sebuah gereja keempat, dan pencurian dan penyimpanan bahan peledak, Vikernes dijatuhi hukuman 21 tahun penjara bulan Mei 1994.

Saat menjalani hukuman di penjara, ia berafiliasi dengan Front Heathen dan beberapa tulisan-tulisannya tentang paganisme Jerman diterbitkan. Dia juga merekam dua album  di dalam penjara, yang juga mulai dijual pada saat itu.

Pada tahun 2009, Vikernes dibebaskan dan pindah ke Prancis bersama istri dan tiga anaknya.
[MD/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Prancis Tangkap Musisi Metal Neo-Nazi Norwegia Karena Rencana Teror

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global