Muhammadiyah Advokasi Dua Anggotanya yang Jadi Korban Salah Tangkap Densus 88 di Tulungagung


Tulungagung - Pengurus Pusat Muhammadiyah secara khusus memberikan bantuan hukum bagi dua warganya, Sapari dan Mugi Hartanto, yang menjadi korban salah tangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror saat dilakukannya penggerebekan disertai penembakan dua orang di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/7/2013) lalu.

Ketua Majelis Hukum dan HAM Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Slamet Hariyanto, Jumat (27/7/2013) mengatakan, instruksi dilakukannya pendampingan hukum disampaikan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, karena dua orang yang ditangkap Densus 88 dengan tuduhan terlibat dalam persembunyian terduga teroris Poso adalah warga Muhammadiyah.

"Instruksi disampaikan Pak Din Syamsudin melalui sms (pesan singkat) saat beliau masih di Tokyo, Senin (22/7) malam," terang Slamet seperti dikutip ANTARA.

Dikatakan, ada dua yang menjadi alasan PP Muhammadiyah secara khusus memberikan pendampingan hukum. Pertama karena kedua orang tersebut tercatat sebagai warga sekaligus pengurus cabang Muhammadiyah di Kecamatan Pagerwojo, dan kedua karena munculnya keyakinan Sapari dan Mugi menjadi korban salah tangkap.

"Dari dua orang ini, yang menjadi korban paling parah adalah pak Mugi Hartanto. Beliau bahkan tidak memiliki sangkut-paut apapun dengan kedua tamu ini, dia hanya kebetulan beberapa saat sebelum kejadian (penggerebekan dimintai tolong untuk mengantar Riza dan Dayat, tamu Pak Sapari yang berniat pulang dan minta diantar ke terminal," terang Ketua Majelis Informasi Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung, Timoer Prawiranegera menimpali.

Demikian juga dengan Sapari. Meski menjadi tuan rumah dan berinteraksi aktif dengan Riza, yang disebut Densus terduga teroris, perangkat dibagian Kaur Kesra Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo ini tidak mengenali latar belakang mubalig tamunya tersebut selama tiga bulan tinggal dan beraktifitas di Masjid Al Jihad maupun Madrasah Aisiyah.

"Selama di desa itu pak Sapari juga tidak pernah menyembunyikan Riza. Mubaligh tamu ini beraktivitas secara terbuka dan berinteraksi dengan masyarakat secara wajar, bahkan kamar tempatnya mondok (menginap) juga tidak pernah dikunci," imbuhnya.

Diberitakan, Sapari dan Mugi Hartanto ditangkap Densus 88 Antiteror saat dilakukan operasi penggerebekan disertai penembakan di depan warung kopi Jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Senin (22/7) lalu.

Dalam operasi tersebut, Riza dan Dayat tewas ditembak anggota Densus dari jarak dekat, sementara Sapari dan Mugi ditangkap dalam kondisi hidup karena dituduh menjadi pemandu dan membantu persembunyian "teroris".

Meski telah ditangkap sejak Senin, surat penangkapan dan penetapan tersangka keduanya baru disampaikan polisi Rabu (25/7) malam.[SI/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Muhammadiyah Advokasi Dua Anggotanya yang Jadi Korban Salah Tangkap Densus 88 di Tulungagung

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global