Merealisasikan Hikmah Puasa, Nasehat Syaikh Atha’ Abu Rasytah

hikmah ibadah puasa

Nasehat kadang kita perlukan. Berikut ini adalah sebuah nasehat dari Syaikh Atha’ abu Rasytah, amir Hizb, mengenai hikmah puasa yang wajib diperhatikan dan diusahakan untuk direalisasikan oleh setiap orang yang berpuasa.  Nasehat beliau ini dapat kita temui tatkala kita sampai pada tafsir surat Al-Baqarah ayat 183 dalam karya beliau: At-Taisiir fii Ushulit Tafsiir halaman 217.

Syaikh Atha’ Abu Rasytah hafidhahullaah berkata:
“Allah subhanahu wa Ta’ala telah meletakkan suatu hikmah bagi ibadah puasa, yaitu ketaqwaan. Allah berfirman (artinya) “agar kalian bertaqwa” (لعلكم تتقون). Yang dimaksud dengan taqwa adalah takut kepada Allah, mentaatiNya dan mempersiapkan diri untuk berjumpa denganNya, sebagaimana sebagian shahabat telah mengartikannya sebagai “Takut kepada Dzat yang Maha Mulia, beramal dengan tanzil (wahyu) dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kepergian (mati).
Oleh karena itu, hendaknya orang yang berpuasa bersemangat untuk berusaha merealisasikan hikmah puasa ini, sebab, tatkala Allah Subhanahu wa ta’ala mewajibkan puasa, Dia -subhanahu wa ta’ala- benar-benar telah menjadikan ketaqwaan sebagai hikmah dari puasa tersebut.
Dengan demikian, hendaklah seseorang memperhatikan puasanya, apakah puasa itu dapat menambah rasa takutnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, menambah ketaatannya kepada Allah dan rasulNya -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-, dan menambah kesiapannya untuk bertemu Allah dengan jalan memperbanyak amal kebaikan? Jika demikian, maka puasanya itu merupakan puasa yang benar, yang akan menghasilkan pahala yang besar, pahala yang khusus dari Tuhan semesta alam. Terdapat kabar gembira yang suci dan baik dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “setiap amal anak Adam itu teruntuk bagi dirinya sendiri, kecuali puasa, karena amal itu untukKu, dan Aku akan membalasnya”.[1] “Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan tatkala berbuka, dan selain itu, ketika bertemu dengan Tuhannya.”[2]
Adapun apabila hikmah puasa tersebut tidak terealisasi, maka hendaklah masalah tersebut diobati sebelum datangnya hari dimana harta dan anak-anak tidak bermanfaat lagi, kecuali orang yang menjumpai Allah dengan hati yang bersih.[3]” [selesai]

[1]  كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ (رواه البخاري)
[2]  للصائم فرحتان، فرحة عند إفطاره وأخرى عند لقاء ربه
[3] {يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ} [الشعراء: 88، 89]
[titok Nafsiyah/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Merealisasikan Hikmah Puasa, Nasehat Syaikh Atha’ Abu Rasytah

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global