CEO Hewlett-Packard Berbicara Tentang Peradaban Islam (Khilafah)

12-hewlett-packard.jpg (600×350)Saya ingin mengakhiri dengan suatu cerita.

Dulu pernah ada sebuah peradaban yang paling besar di dunia.

Peradaban itu mampu menghasilkan sebuah negara super yang membentang dari samudera ke samudera, dari daerah sub-tropik hingga ke daerah tropik dan gurun. Dalam wilayah kekuasaannya, tinggal ratusan juta warganya, yang terdiri dari berbagai kepercayaan dan bangsa.

Salah satu dari sekian banyak bahasanya menjadi baha universal dan menjadi jembatan penghubung antar warganya yang tinggal diberbagai negeri. Tentaranya tersusun dari orang-orang yang berlainan kebangsaannya. Kekuatan militernya mampu memberikan kedamaian dan kesejahteraan yang belum pernah ada sebelumnya. jangkauan armada perdagangannya membentang dari Amerika latin sampai ke Cina, serta daerah-daerah yang berada di antara keduanya.

Kemajuan peradaban ini sangat ditentukan oleh berbagai penemuan yang diraih oleh para pakarnya. Para arsiteknya mampu mendesain bangunan yang melawan hukum gravitasi. Para pakar matematikanya menciptakan aljabar; juga algoritma yang menjadi landasan pengembangan teknologi komputer dan penyusunan bahasa komputer. Para dokternya mempelajari tubuh manusia hingga mampu menemukan berbagai obat untuk menyembuhkan beraneka ragam penyakit. Para pakar astronominya mengamati langit, memberikan nama untuk bintang-bintang, serta merintis teori seputar perjalanan dan penelitian ruang angkasa.

Para penulisnya menghasilkan ribuan kisah. Di antaranya kisah-kisah tentang keberanian, cinta kasih, dan ilmu sihir. Para penyairnya menulis berbagai karya sastra bertemakan cinta, sementara penyair-penyair sebelum mereka terlalu takut untuk memikirkan hal-hal seperti itu.

Ketika bangsa-bangsa lain khawatir terhadap munculnya berbagai pemikiran, peradaban ini justru memacu kemunculan beraneka ragam ide dan gagasan. Keyika pemberangusan seringkali mengancam keberadaan ilmu pengetahuan, peradaban ini justru melindungi, mempertahankan, serta menyampaikannya kepada umat-umat lain.

Peradaban Barat modern mendapatkan banyak manfaat dari kemajuan ini. Peradaban yang saya maksud adalah dunia Islam dari tahun 800 m sampai dengan 1600 M, termasuk di dalamnya wilayah Negara Khilafah Utsmaniyah, Baghdad, Damaskus, dan Kairo; demikian pula masa-masa para pemimpin yang cemerlang, seperti Khalifah Sulaiman yang perkasa.

Meskipu kita sering tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban lain, namun tidak bisa disangkal bahwa karya-karya besar peradaban Islam merupakan bagian penting dari warisan kita. Teknologi industri tidak akan eksis tanpa kontribusi pakar-pakar matematika Arab (Baca: Islam). Demikian pula penyair sekaligus filsuf, jalaluddin Rumi, memperkenalkan kepada kita konsep diri dan kebenaran. Sementara para pemimpin seperti Khalifah Sulaiman mengajarkan kepada kita toleransi dan kepemimpinan publik. Mungkin pula kita dapat mengambil pelajaran dari beliau tentang kepemimpinan yang berlandaskan pada meritokrasi bukan pewarisan. Yakni kepemimpinan yang memanfaatkan segala kemampuan rakyat – baik yang beragama Kristen, Islam maupun Yahudi.

Model kepemimpinan yang cemerlang inilah – yaitu kepemimpinan yang memelihara, mengayomi, penuh keragaman, dan penuh keberanian – yang mampu menghasilkan berbagai penemuan dan menciptakan kesejahteraan selama 800 tahun.

Carly Fiorina
CEO Hewlett-Packard
26 September 2001

dikutip dari buku Warisan Peradaban Islam di Bidang Sains dan Teknologi oleh Shahib al-Kutb [Ahmad Taufik]

teks Inggris bisa dilihat di web Hawlett-Packard, http://www.hp.com/hpinfo/execteam/speeches/fiorina/minnesota01.html

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for CEO Hewlett-Packard Berbicara Tentang Peradaban Islam (Khilafah)

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global