Memprihatinkan, Jumlah Presentasi Muslim di Penjara India Cukup Besar

DELHI, , - Dimasukkan ke balik jeruji besi karena pelanggaran ringan, Muslim menjadi mayoritas narapidana di penjara India, fenomena yang disinyalir karena kurangnya pendidikan dalam minoritas muslim yang cukup besar di India.

"Kita (Muslim) menyebut diri kita sebuah komunitas minoritas," ujar Sultan Ahmad, yang menjabat sebagai Menteri Negara dari partai Kongres Trinamool, kepada OnIslam.net, Rabu 29 Mei.

"Tapi di penjara kita menjadi mayoritas. Ini merupakan situasi yang tidak menguntungkan bagi bangsa serta masyarakat."

Estimasi menunjukkan bahwa orang-orang Islam menjadi mayoritas di penjara India. Di negara bagian Bengal Barat, hampir 50 persen narapidana di penjara adalah Muslim, meskipun mereka  hanya 25 persen dari populasi secara keseluruhan. Di Maharashtra, Muslim membentuk hampir sepertiga dari tahanan penjara, dan seperempat di Uttar Pradesh.

Menurut catatan Biro Kejahatan Nasional (NCRB), Muslim mencapai sekitar 21 persen narapidana   di India pada tahun 2011.

"Masalah ini diangkat ketika saya bersama  Kantor Perdana Menteri (Prime Minister Office/PMO), selama masa jabatan Rajiv Gandhi sebagai perdana menteri," kata Ketua Komisi Nasional untuk Minoritas Wajahat Habibullah.

"Namun, sejauh ini belum ada penelitian yang telah dilakukan untuk memastikan penyebab di balik ketidakberimbangan antara populasi Muslim di masyarakat dan di penjara."

Menurut informasi yang diperoleh berdasarkan Undang-undang Hak atas Informasi ( Right to Information/RTI), dari 1.222 orang yang berada di Penjara Pusat Alipur per Desember 2011, 530-nya adalah Muslim.

Demikian pula, dari 2.200 orang yang terkena vonis pengadilan di penjara Ghazaibad Uttar Pradesh, 530-nya adalah Muslim. Data yang diterima dari penjara di negara bagian lain juga meresahkan.

Para pejabat mencatat bahwa banyak Muslim India dikirim ke balik jeruji karena pelanggaran ringan.

"Sebagian besar Muslim dipenjara atas tuduhan yang ringan," kata Menteri Urusan Minoritas K. Rehman Khan kepada OnIslam.net.

"Mereka tidak mendapatkan bantuan hukum atau pendampingan, juga tidak sadar bahwa mereka berhak mendapatkan bantuan hukum secara percuma.Mereka tidak memiliki kekuatan atau dukungan politik."

Sebuah studi yang dilakukan tahun lalu oleh  Institut Ilmu Sosial Tata (Tiss) mengungkapkan bahwa terjadi bias terhadap Muslim oleh polisi, administrasi dan pihak pengadilan.

Sebagian besar tahanan termasuk dalam studi ini tidak ada hubungannya dengan terorisme atau kejahatan terorganisir.

Sebagian besar tahanan Muslim (71,9 persen) terlibat dalam perselisihan kecil.Persentase pengiriman mereka di balik jeruji besi untuk pertama kalinya atas tuduhan kecil adalah 75,5.

"Sekitar 90 persen Muslim di penjara menghadapi tuduhan seperti perdagangan ilegal minuman keras, pencurian, menjarah dll. Persentase mereka menghadapi tuduhan serius cukup rendah," kata kepala penjara distrik Lucknow DR Maurya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Tiss di penjara di Maharashtra menemukan bahwa 58 persen Muslim yang buta huruf atau telah menerima pendidikan hanya sampai tingkat SD.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,6 persen dari tahanan tidak dalam posisi bisa menyewa pengacara dan 61 persen tidak menyadari bahwa ada sebuah LSM di penjara di mana mereka bisa mencari bantuan. [ahr/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Memprihatinkan, Jumlah Presentasi Muslim di Penjara India Cukup Besar

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global