Kerusuhan Kembali Landa Xinjiang, 27 Orang Tewas


BEIJING,, - Setidaknya 27 orang tewas di provinsi Xinjiang yang mayoritasnya Muslim pada hari Rabu, 26 Juni, dalam kerusuhan mematikan yang dilihat sebagai akibat penindasan pemerintah China terhadap minoritas Muslim di wilayah tersebut.


"Penyebab kejadian hari ini adalah dari penindasan terus menerus dan hasutan dari pemerintah China," Dilxat Rexit, juru bicara Kongres Uighur Dunia yang berbasis di Swedia, mengatakan kepada Los Angeles Times, sebagaimana dilansir onislam.net.

Sementara itu dengan versi yang berbeda, media pemerintah China mengatakan kerusuhan terjadi karena massa menyerang kantor polisi dan gedung pemerintah daerah di kota terpencil Lukqun, sekitar 200 km (120 mil) tenggara dari Urumqi.

"Tujuh belas orang tewas sebelum polisi melepaskan tembakan dan menembak mati 10 perusuh," kata kantor berita Xinhua, mengutip pejabat setempat.Kantor berita Xinhua mengatakan sembilan polisi atau penjaga keamanan dan delapan warga sipil tewas sebelum polisi melepaskan tembakan. Tiga orang lainnya dibawa ke rumah sakit karena luka-luka.

Kerusuhan kali ini merupakan yang paling mematikan sejak 2009 ketika hampir 200 orang tewas dalam kerusuhan mematikan di provinsi ini. Pihak berwenang China telah menghukum sekitar 200 orang, sebagian besar warga muslim Uighur, atas kerusuhan dan dijatuhi hukuman 26 dari mereka dengan hukuman mati.

Muslim Uighur adalah etnis minoritas berbahasa Turki berjumlah delapan juta di wilayah Xinjiang barat laut. Xinjiang, yang para aktivis menyebutnya sebagai Turkistan Timur, telah menjadi otonom sejak tahun 1955, namun terus menjadi subyek tindakan keras keamanan besar-besaran oleh pemerintah Cina.

Penindasan

Aktivis Uighur telah menyerukan intervensi dari masyarakat internasional untuk mengubah kebijakan terhadap komunitas Muslim Xinjiang.

"Untuk menghindari ketidakstabilan semacam ini, masyarakat internasional harus menekan China untuk meninggalkan kebijakan yang telah menyebabkan krisis saat ini," kata Rexit.

Muslim menuduh pemerintah melakukan pemindahan jutaan etnis Han di wilayah mereka dengan tujuan akhir melenyapkan identitas dan budaya Uighur.

Analis mengatakan kebijakan migrasi etnis Han ke Xinjiang untuk mengkonsolidasikan otoritas Beijing yang telah meningkatkan proporsi Han di wilayah tersebut dari lima persen pada tahun 1940 menjadi lebih dari 40 persen sekarang.

Beijing memandang wilayah Xinjiang yang luas sebagai aset yang tak ternilai karena lokasinya yang strategis dekat Asia Tengah dan memiliki cadangan minyak dan gas yang besar. [ahr/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Kerusuhan Kembali Landa Xinjiang, 27 Orang Tewas

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global