Tentara Pembantai Rakyat Afghanistan Akui Kesalahan Untuk Hindari Hukuman Mati


WASHINGTON, , - Seorang tentara Amerika yang terlibat dalam pembantaian 16 warga Afghanistan Maret tahun lalu akan mengaku bersalah untuk menghindari hukuman mati, kata pengacaranya.


Pengacara John Henry Browne pada hari Rabu menerangkan mengenai kondisi kliennya, Robert Bales, dimana warga Afghanistan menuntut agar personel militer Amerika tersebut dihukum mati, demikian pemberitaan presstv.

Sistem peradilan militer belum pernah mengeksekusi siapa pun sejak tahun 1961.

Letnan Kolonel Gary Dangerfield, seorang juru bicara Angkatan Darat, mengatakan sidang permohonan telah ditetapkan pada tanggal 5 Juni di mana pelakunya harus menceritakan rincian pembantaian. Pengacaranya mengatakan ia tidak dalam keadaan pikiran yang normal pada malam kejadian dan sekarang mengingat sangat sedikit tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Bales adalah satu-satunya tentara Amerika didakwa dengan pembunuhan 16 warga Afghanistan, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di dua desa terpisah di Afghanistan selatan. Sementara itu komisi pencari fakta yang dibentuk oleh parlemen Afghanistan menyatakan bahwa lebih dari 20 tentara AS telah terlibat dalam pembunuhan itu. Beberapa mayat telah ditumpuk dan dibakar.

Tim dari pihak Afghanistan menghabiskan dua hari di provinsi Kandahar, mewawancarai keluarga korban, tetua suku dan korban yang masih hidup untuk mengumpulkan bukti. [ahr/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Tentara Pembantai Rakyat Afghanistan Akui Kesalahan Untuk Hindari Hukuman Mati

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global