Dia juga mengutip sumber medis di Arab Saudi yang mengatakan bahwa organ vital raja Saudi itu, termasuk hati,  ginjal dan paru-parunya, telah berhenti berfungsi.
Dokter mengatakan telah menggunakan defibrilator pada dirinya beberapa kali. Ia juga dilaporkan masih hidup dengan bantuan ventilator.
Pihak kerajaan belum mengomentari laporan kematian klinis Raja tersebut.
Raja Saudi itu tidak muncul di depan publik beberapa waktu belakangan dan pangeran mahkota hadir menggantikan pertemuan resmi atas namanya.
Ini adalah kedua kalinya Asharq Alawsat melaporkan kematian Raja Abdullah.
Pada bulan November 2012, harian itu juga melaporkan bahwa Raja Saudi telah koma dan secara klinis mati hampir seminggu setelah dia menjalani operasi punggung selama 14 jam di sebuah rumah sakit di ibukota Saudi, Riyadh.
Laporan itu kemudian disangkal oleh pihak kerajaan.
Kesehatan raja berusia 89 tahun itu telah menurun selama beberapa tahun terakhir, di mana ia dikabarkan telah dirawat di rumah sakit beberapa kali.
Pada 3 Agustus 2005, Raja Abdullah yang sebelumnya bergelar Pangeran Abdullah itu terpilih menjadi raja setelah wafatnya raja terdahulu, Raja Fahd, yang merupakan saudara seayahnya.
Masalah kesehatan, usia yang semakin menua, serta kabar kematian klinis saudara tiri raja itu telah menimbulkan kapanikan di kalangan kerajaan tentang masa depan negara kaya minyak tersebut dalam menghadapi demonstrasi anti-pemerintah. (banan/arrahmah./www.globalmuslim.web.id)