Korupsi Alquran di Kemenag Meruncing

JAKARTA, – Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Alquran dan Information Technology Laboratorium Madrasah Tsanawiyah di Kementerian Agama, Dendy Prasetya, melontarkan kesalahan ke Fahd A Rafiq.Dendy menuding Fadh sebagai pihak yang mengajari main proyek yang anggarannya dibahas di DPR.

Hal itu diungkapkan Dendy saat membacakan nota pembelaan (pledoi) atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi, pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (16/5) malam.Bahan Dendy merasa jadi korban Fahd.  " Ketum (Ketua Umum, red) Fahd-lah yang kerap mengajak bahkan mengajarkan saya bermain proyek di DPR," kata Dendy.
Fahd memang pernah menjabat Ketua Umum Gema MKGR, sedangkan Dendy pernah menjadi sekjennya. Dendy justru merasa diperlakukan sangat tidak adil bila dipersalahkan karena mengikuti perintah orang lain.
“ Orang lain yang saya maksud disini yaitu Saudara Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq atau Ketum Fahd," katanya.

Putra politisi Golkar Zulkarnaen Djabar itu juga mengaku siap dipenjara jika memang dinyatakan bersalah. Bahkan, Dendy siap bertanggungjawab meski saat ini tengah mengalami kondisi sakit pada kakinya akibat kecelakaan beberapa waktu silam.
“ Saya tidak akan mengelak, menghindar, menutupi fakta, apalagi berbelit-belit dalam persidangan ini. Namun, saya sangat berharap sekali andai pun nantinya dinyatakan bersalah, hukuman yang akan saya terima adalah hukuman yang seadil-adilnya," kata Dendy.

Sebelumnya Dendy dituntut sembilan tahun penjara plus denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan. Sedangkan Zulkarnaen Djabar dituntut 12 tahun penjara denda Rp 500 juta subsider lima bulan kurungan. Jaksa juga meminta majelis memerintahkan Zulkarnaen dan Dendy membayar uang pengganti kerugian negara Rp 14,39 miliar.
Mengarah ke PBS ?
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal terus mengusut kasus dugaan korupsi di Kementerian Agama (Kemenag). Ketua KPK, Abraham Samad, mengungkapkan, kasus korupsi di Kemenag bukan hanya dalam suap pengadaan Alquran maupun pengadaan laboratorium untum Madrasah Tsanawiyah (MTs).
“ Ini kan kasus Alquran baru pada pemberian suapnya, belum masuk proyeknya di kementerian. Kalau sudah masuk dalam pengadaan proyek, sudah bisa diidentifikasi siapa-siapa tersangka dari Kemenag,” kata Abraham di acara press gathering Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/5).
Bahkan, lanjutnya, KPK masih mengembangkan dugaan korupsi di Proyek Alquran meski sudah ada dua orang yang diseret ke Pengadilan Tipikor, yakni politisi Golkar Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendy Prasetya. Dalam kasus ini, surat dakwaan atas Zulkarnaen dan Dendy membeber adanya komisi dari proyek Alquran dan laboratorium MTs ke politisi Golkar yang juga Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso (PBS).
Namun, Abraham belum bisa memastikan soal proses hukum atas Priyo. Sebab, biasanya nama saksi dalam dalam dakwaan belum tentu menjadi tersangka.
Namun Abraham memastikan bahwa penyidikan kasus korupsi di Kemenag itu terus berjalan. “ Tapi, kalau kemudian kasus itu berkembang terus, banyak hal lain yang bisa terjadi,” paparnya.
Sementara itu terpisah, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas,  menyatakan, ada beberapa barang bukti yang mengarah ke Priyo. " Ada bukti awal yang tentu sudah di pegang penyidik. Beberapa di antaranya sebatas yang sudah disebut-sebut dan dimuat di media itu," kata Busyro di acara Lokakarya Jurnalis Antikorupsi, di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/5).
Disinggung apakah barang bukti itu hanya sebatas catatan tangan Ketua Umum Gema MKGR Fahd El Fouz, Busyro hanya tersenyum.
Kendati Fahd membantah itu, Busyro menegaskan, tentu tidak bisa menganulir bukti yang dimiliki KPK.
Makanya dia menyarankan lihat saja di putusan terdakwa Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya dalam kasus ini. " Kasus ini  tidak berhenti, masih dikembangkan," jelasnya.
Dijelaskan Busyro, melihat benar atau tidaknya keterlibatan Priyo, KPK akan melakukan pendalaman. Menurutnya, pendalaman dan validasi di KPK tidak selalu dengan memanggil yang bersangkutan.
"Jadi bukan karena sumir atau apa. Kita sudah standar lah dalam melakukan semua proses. Jadi ngga mungkin berhenti," tandasnya.
Busyro menjelaskan, pihaknya tidak akan berpengaruh dengan komentar pihak manapun dalam menangani kasus Alquran yang menilai penyebutan nama Priyo dalam kasus ini sumir. Dia menuturkan, pihaknya tetap melakukan pendalaman dengan berbagai tahapan.
Sedangkan Priyo Budi Santoso, telah membantah terlibat dan menerima fee seperti yang terungkap di persidangan kasus dugaan korupsi Alquran di Pengadilan Tipikor Jakarta. 
[ mrbin / jpnn /www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Korupsi Alquran di Kemenag Meruncing

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global