Tanggapan Atas Artikel Yang Berjudul “Akankah Kebangkrutan Eramuslim.com Menular di Voa-Islam.com?”


boycott-300x3001Sebenarnya malas rasanya mengomentari artikel-artikel asal nyablak dan ‘sotoy’ terhadap sesuatu perkara, namun setelah dipikir-pikir ada baiknya juga dikomentari untuk memberikan ‘gambaran’ lain terhadap hal tersebut.
Beberapa waktu yang lalu beredar sebuah artikel yang berjudul “Akankah Kebangkrutan Eramuslim.com Menular di Voa-Islam.com? Boikot Media Islam Pemecah Belah Umat Yuk…” yang setelah diperhatikan artikel tersebut berasal dari situs voaislamwatch.blogspot.com yang kemudian dicopas oleh situs suaranews.com kemudian terus dicopas lagi oleh situs-situs, blog, akun jejaring sosial milik kader atau simpatisan PKS bahkan oleh salah satu situs resmi sebuah DPW PKS.
Kembali ke artikel yang menurut saya ‘sampah’ tadi, disebut-sebut juga nama sosok ustadz Mashadi. Penulis beropini bahwa sosok ustadz Mashadi – yang dahulu dipuja puji oleh PKS sebagai sosok anggota dewan yang sederhana dan dipakai sebagai ‘jualan’ PKS pada pemilu 2004 – lah yang telah membuat eramuslim.com bankrut. Penulis beropini sejak masuknya ustadz Mashadi ke eramuslim.com, eramuslim.com telah menjadi media pemecah belah umat (banyak temen yang bertanya..umat siapa? umat PKS kali) dengan menebarkan kebencian dan fitnah terhadap “berbagai” gerakan Islam dan untuk “berbagai” itu, saya juga tidak tahu penulis menyimpulkan dari mana.
Saya pribadi sewaktu masih di dalam Eramuslim.com tidak terlalu setuju dengan artikel-artikel yang terlalu sering ‘menyerang’ PKS, karena bagi saya diserang maupun tidak ngga ngefek ama PKS nya, paling kader-kader muqollidunnya saja yang panik, emosi, naik darah membaca artikel-artikel tersebut. PKS secara institusi dan pejabatnya, masih terlihat fine-fine saja tuh, meski sempat mendengar di sebuah acara DPC yang diselenggarakan di masjid Al-Hikmah jalan Bangka Jaksel, pembicara yang seorang petinggi PKS menyebut-nyebut nama Eramuslim sebagai media yang tidak perlu dibaca (note: kontrakan saya dahulu persis di samping masjid Al-Hikmah, tidak perlu ke masjid pun saya bisa mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan di dalam masjid, tentu saja jika pembicaranya menggunakan pengeras suara).
Penulis artikel juga mengangkat eramuslim.com dahulu menyerang gerakan Ikhwan dan Syaikh Yusuf Qordhowi, khusus pada bagian ini, saya lah yang menulis artikel tersebut dan saya mengutip dari sebuah situs Arab. Dalam kasus Syaikh Qordhowi, apa yang saya tulis menurut beberapa pihak tidak salah, hanya saja judulnya memang terlalu ‘lebay’, oh ya lupa artikel tepatnya berita itu menjelaskan tentang kegembiraan dan dukungan Syaikh Qordhowi ketika sebuah negara Arab masuk menjadi kandidat untuk penyelenggara piala dunia dan disampaikannya pada waktu khutbah Jumat.
Terkait untuk berita Ikhwan yang saya tulis dan menuai respon kecaman dari sosok jadi-jadian yang bernama VA yang saya curiga sama dengan sosok MR, saya dahulu pernah mengutip berita dari situs Al-Masry Al-Yaum tentang gerakan pemuda Ikhwan yang memprotes jajaran Maktab Al-Irsyad Ikhwan.
Namun lewat situs jadi-jadian Islamedia.web.id, eramuslim.com langsung dibully dengan dikatakan telah memberitakan berita palsu dan mengutip dari situs mesir yang memang anti Ikhwan, padahal sebelum situs jadi-jadian tersebut membuat artikel ‘sampah’ menyerang eramuslim di situsnya, saya terlebih dahulu telah memuat berita lanjutan soal protes pemuda Ikhwan tersebut yang merupakan pernyataan resmi dari ketua pemuda Ikhwan terkait adanya aksi protes pemuda Ikhwan kepada jajaran petinggi Ikhwan. Namun lucunya situs jadi-jadian itu tidak menampilkan berita lanjutan soal pemuda Ikhwan yang diberitakan eramuslim di situsnya. Tapi yah sudahlah, di era freedom of speech ini sah-sah saja orang mau berbicara apa.
Kembali ke ustadz Mashadi, opini penulis di artikel yang saya sebut diatas, saya nilai hanya berdasarkan qola wa qila dan tanpa data, faktanya pada zaman ustadz Mashadi masuklah pengungunjung eramuslim meningkat pesat (bisa di search di Alexa.com, kapan ustadz Mashadi masuk dibandingkan dengan sebelumnya). Dahulu kita sempat khawatir eramuslim pembacanya akan terjun bebas, setelah mendapat ancaman dari kader-kader PKS yang memboikot eramuslim, namun faktanya hal itu tidak signifikan, kader-kader PKS tidak membaca lagi eramuslim (sebenarnya sih masih baca, karena di milis PKS masih sering mengutip link eramuslim) namun ‘pihak’ lain lah yang kemudian membaca eramuslim dan cita-cita eramuslim menjadi media yang dibaca tidak untuk kalangan tertentu saja terealisasi. Kita dahulu sampai suprise, admin situs salafy muslim.or.id sampai bersilaturahim ke eramuslim minta masukan soal situs mereka.
Sebagai catatan, eramuslim dahulu teratas dalam posisi media islam dalam ranking Alexa (setelah Republika), namun eramuslim sempat down selama sebulan karena masalah server yang jebol dan pembacanya cukup turun drastis. Akan tetapi eramuslim menurut catatan google analytic telah memiliki pembaca yang sudah stabil dan tidak berkurang meski sempat down selama sebulan.
Satu lagi poin dari artikel yang saya sebut di atas yang tidak berdasar, terus terang saya sama sekali tidak tahu dapat informasi dari mana penulis tersebut menulis dan beropini tentang eramuslim, adalah terkait iklan. Saya sejak pertama kali masuk eramuslim.com sudah berhubungan dengan iklan dan pekerjaan saya sangat terkait dengan tim marketing, jadi saya sangat mengetahui perkembangan iklan di eramuslim.
Penulis mengatakan bahwa gara-gara berita dan artikel eramuslim yang dianggap memecah belah umat (baca: PKS) banyak menuai protes (baca: dari kader PKS) telah berimbas kepada para pengiklan. Menurut penulis para pengiklan mulai menarik iklannya dan memutuskan kontrak iklan kepada eramuslim. Ini data dari mana?? hellowww…Menurut tim marketing tentu saja berdasarkan data pengiklan yang mereka punya, belum ada pengiklan yang menarik iklannya dari eramuslim, kalaupun ada bukan menarik tapi tidak memperpanjang atau tidak memasang iklan lagi di eramuslim. Dan sebagai catatan, pada zaman eramuslim dianggap sebagai media pemecah belah umat lah, eramuslim bisa menarik iklan-iklan besar seperti BI, BNI Syariah, BSM, Toyota, Indosat dll. Jadi kesimpulan saya, penulis sengaja membuat opini palsu dan kata-kata bahwa pengiklan menarik iklannya dsb nya itu persis seperti isi email yang dikirim sosok jadi-jadian bernama VA ke email redaksi eramuslim beberapa tahun yang lalu.
Menarik kata-kata yang saya kutip dari artikel penulis ..”Tindakan penarikan iklan inipun akhirnya diikuti para pengiklan lainya dan bahkan semua usaha yang dibawahi eramuslim.com akhirnya gulung tikar. Yang sangat terlihat adalah kantor eramuslim.com yang dahulu gedung bertingkat, kini kembali ke rumah biasa, karena tidak sanggup membayar sewa.” Kita yang mantan-mantan eramuslim ketawa baca paragraf ini. Ini sekali lagi data dari mana? Sejak kapan eramuslim memiliki kantor gedung bertingkat?? Yang ada eramuslim dahulu menempati rumah mewah di kawasan pondok Indah yang merupakan rumah milik holding induk dari Eramuslim. Eramuslim statusnya hanya menumpang di sana dan tidak ada ongkos sewa. Dan sekarang Eramuslim masih tetap eksis bahkan sekarang berkantor di apartemen.
Terakhir, keluarnya saya dan beberapa orang lainnya dari eramuslim sama sekali tidak ada kaitannya dengan Eramuslim.com namun lebih kepada sisi manajerial holding yang membawahi eramuslim. Bagi saya pribadi eramuslim sudah banyak berbuat memberikan pencerahan kepada umat dengan artikel dan berita-beritanya. Wallahu a’lam
di kutib dari laman Facebook yang bernama Blue Light.
[adivictoria/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Tanggapan Atas Artikel Yang Berjudul “Akankah Kebangkrutan Eramuslim.com Menular di Voa-Islam.com?”

Leave comment

Bring Islam Back Al-Khilafah org

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global