Sudah Bakar Muslim, Kini Buddha Burma Paksa Muslimin Ruku' Depan Biksu

 558094_519309181448916_1776641912_n.jpg (800×960)

MYANMAR  – Jumat (05/04/13) para saksi mata dari kota Mektela, tengah-tengah Burma, mengalami pemukulan dan penyiksaan oleh pihak ekstrimis Buddha dalam tindak kekerasan terhadap muslimin dan toko-toko mereka.
Norbi, wanita berusia 26 tahun dan ibu dari dua anaknya, menggambarkan kekerasan yang menimpa keluarganya, ia pun berkata sambil menangis, “Orang-orang perusuh itu memukuli suami sayadan saudaranya, kemudian melempar mereka ke dalam api hidup-hidup hingga mereka mati terbakar” tutur Norbi.
Norbi menambahkan, orang-orang Buddha yang radikal itu meminta mereka untuk ruku’. Namun, muslimin menolak hal tersebut. Kemudian polisi datang dan memaksa mereka untuk melakukan itu di hadapan para biksu. Wanita Rohingya itu menambahkan, muslimin tidak akan pernah ruku’ kecuali mengagungkan Allah dalam shalat.
Saksi lain bernama Muhammad menambahkan,  mereka dipaksa untuk memadamkan api di rumah-rumah mereka sambil membungkuk di hadapan para biksu. Namun para pembuat onar itu membunuh teman-teman Muhammad termasuk Abu Bakr yang pada alhirnya dilemparkan ke dalam api. Hasbunallah wani’mal wakil [usamah/imo/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




1 comments for Sudah Bakar Muslim, Kini Buddha Burma Paksa Muslimin Ruku' Depan Biksu

  1. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:
    surah / surat : An-Nisaa Ayat : 93
    waman yaqtul mu/minan muta'ammidan fajazaauhu jahannamu khaalidan fiihaa waghadhiba allaahu 'alayhi wala'anahu wa-a'adda lahu 'adzaaban 'azhiimaan

    93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

    SEBAB TURUNNYA AYAT:
    Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Ibnu Juraij dari Ikrimah bahwa seorang laki-laki Ansar membunuh saudara dari Maqis bin Shababah. Maka Nabi saw. pun memberinya diat yang diterimanya dengan baik. Tetapi kemudian Maqis menerjang orang yang membunuh saudaranya itu lalu dibunuhnya pula. Sabda Nabi saw., "Saya tak ingin menjamin keamanan dirinya, baik di tanah halal atau di tanah haram," dan ternyata ia dibunuh di waktu pembebasan. Kata Ibnu Juraij, "Mengenainyalah turunnya ayat, 'Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin...' sampai akhir ayat." (Q.S. An-Nisa 93)

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global