Miss World, Antara Ahmad Heryawan dan Nurani Ulama

 - Beauty Pageant, adalah nama bagi sebuah kontes yang diidam-idamkan oleh banyak wanita dari kebudayaan jahiliyah. Tidak dipungkiri bahwa wanita Islam dilarang keras untuk mengikuti kontes semacam ini. Barangsiapa menghalalkan kontes kecantikan, maka pelaku penghalalan ini berpotensi besar untuk murtad.
Salah satu kontes kecantikan terkemuka di dunia adalah Miss World. Miss World adalah kontes kecantikan termasyhur yang tertua di dunia. Pada 1951 kontes ini berawal dari festival lomba yang bernama Festival Bikini Contest, yang dibidani oleh Eric Morley di London. Nah, yang jadi soal adalah kontes ini akan diadakan di negara antah berantah Indonesia. Apakah ada celah untuk menyikapinya secara halus? Atau secara kasar ? Mari simak beberapa dinamika yang tersaji di bawah.
Gubernur Jawa Barat Restui Rangkaian Miss World Digelar Di Jabar
Dikabarkan dengan gaung yang kuat dan mafhum di semua media massa, bahwa Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, merestui dan mendukung closing ceremony even kontes Miss World diadakan di wilayah yang “diperintah” olehnya.
"Ini kan acara internasional dan puncak acara atau malam finalnya di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor. Karena di Jawa Barat tentu harus memberitahukan ke Pemprov Jawa Barat," kata Aher -sapaan akrab Ahmad Heryawan usai menerima kunjungan Miss Indonesia 2012, Ines Putri Tjiptadi Chandra dan RCTI di Bandung, Kamis (4/4) seperti dikutip dari republika.
"Ajang Miss World ini berbeda dengan ajang sejenis lainnya karena saat puncak acara tidak menggunakan bikini, Insya Allah lebih sopan," kata Aher diantaranews. "Saya rasa jika pelaksanaannya baik, sopan, santun, dan menonjolkan budaya Indonesia, tentunya tidak akan menuai protes," kata tokoh asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, juga mengenai kontes yang dulunya merupakan Festival Bikini Contest ini. “Sebagai contoh, bisa mengenakan kebaya. Jadi tidak harus budaya luar negeri ditampilkan disini, justru yang mereka (kontestan) butuhkan itu kebudayaan dan ciri khas kita (Indonesia),” pinta Gubernur Jabar.
Bagaimana tanggapan ulama ?
Ulama MUI Tolak Kontes Kecantikan
Berbeda dengan Gubernur, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional, KH. Muhyiddin Junaedi justru menolak dengan tegas. "Secara budaya event itu tak sesuai dan menampilkan budaya materialisme dan hedonisme warisan Yunani dan Romawi kuno.Promosi wisata tak harus mengorbankan jati diri, banyak hal yang bisa dilakukan selain itu. Sebagai negara muslim terbesar kita harus tunjukkan sikap kita ke masyarakat dunia. Gubernur harus tegas dengan sikapnya agar bumi Jawa Barat tak ternodai dengan perhelatan tersebut," ujarnya kepada Suara Islam Online, Jum'at (5/4/2013).
KH. Muhyiddin yang juga aktif di PP Muhammadiyah ini menghimbau umat Islam untuk bersatu menolak acara Miss World tersebut. "Umat Islam harus melakukan penolakan dan protes demi Izzah agama Allah," serunya.
Mempercantik Diri (Tabarruj) Apalagi Kontes ?
Dalil syariat di dalam Islam sudah jelas melarang dengan tegas dan keras mengenai larangan ber-tabarruj. Dalil ini juga telah mengalami penjelasan oleh para ulama zaman dahulu maupun masa kini, berkaitan dengan even-even yang terkait dengan masalah ini.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا 
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
An Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna kasiyatun ‘ariyatun.
1. Wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya. 
2. Wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah. 
3. Wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang. 
4. Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)
Serta masih ada penjelasan ulama lain tentang karakter yang disampaikan dalam hadits di atas (lebih lengkap di sini ). Sebagai Gubernur yang bergelarlicensed dalam beberapa ilmu syariah, pastinya Ahmad Heryawan termasuk mahir dalam mengkaji hal ini.
Ulama Aceh dan Kontes Kecantikan
Masih ingat dengan Qory Sandioriva ? Keberadaannya sebagai putri Aceh menimbulkan kontroversi karena keterlibatannya di beauty pageant yang lain, yakni Miss Universe. Selain itu, pada sekitaran 2011, sekelompok wakil umat Aceh yang peduli dengan kehormatan wanita memprotes keberadaan kontes kecantikan lokal.
Rabithah Thaliban Aceh (RTA) menolak ajang Pemilihan Putri Indonesia. Ketua Rabithah Thaliban Aceh, Tengku Hasbi Al Byuni mengatakan, menjaring putri Aceh untuk ikut Pemilihan Putri Indonesia tidak sesuai Syariat Islam. “Haram hukumnya perempuan berlenggak-lenggok di panggung dan mengumbar kecantikan untuk ditonton laki-laki. Meskipun mereka sudah berkomitmen mengenakan jilbab di atas panggung,” ujar Tengku Hasbi Al Byuni.
“Dalam Islam tidak ada pilih-pilih perempuan untuk hal tersebut. Setelah terpilih wanita-wanita itu, mau dibawa kemana dan apa tujuannya,” ujar Tengku Mustafa Ahmad, ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara. Jadi hijab apakah yang menghalangi Gubernur yang juga Ustadz bergelar Lc ini untuk menghijabi masyarakat dari degradasi yang lebih lanjut ?
Nasihat Ulama Mujahid Suriah Tentang Jamaah Zindiq
Syaikh Abu Bashir At-Tartusi menasehati ummat Islam untuk menjauhi gejala-gejala kezindiqan. Dari beberapa ciri-cirinya beliau menyebutkan :
Ketika engkau mendapatkan suatu jama'ah atau harakah yang menisbatkan dirinya pada Islam pada fase lemah dan berkembang dan menyeru kepada penerapan syari'at, akan tetapi ketika ia telah mendapatkan suatu kedudukan tertentu, ia menjauhi penerapan syari'at dan janji janjinya yang dahulu dan tidak menyukai orang yang menuntutnya untuk menerapkan syari'at serta menganggap orang yang menuntutnya untuk menerapkan syari'at sebagai orang yang terkena penyakit akal dan pemikiran. Ia tidak menerapkan syari'at, juga ia pun tidak membiarkan orang lain menerapkannya atau berusaha untuk menerapkannya, maka ketahuilah bahwa ia adalah jama'ah yang mempraktekkan kezindiqan dan terkena noda zindiq !
Apa itu zindiq ? seperti dikutip dari referensimuslim, dalam Kamus Fiqih karya Dr. Sa’dy Abu Habib dijelaskan bahwa kata Zindiq atau Al Zindiq ((اَلْزِنْدِيْقُ yaitu seseorang yang tidak berpegang teguh terhadap agama. Orang Arab lebih mengenalnya dengan kataMulhid (مُلْحِدٌ) atau Atheis, yaitu tidak percaya/mencela terhadap agama.
Menurut Imam Syafii, Imam Malik dan Imam Ahmad, Zindiq yaitu orang yang menampakan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya. Seperti pada zaman Rasulullah disebut orang Munafiq, namun dalam istilah syar’i sering disebut Zindiq. Orang Zindiq ini sangat bahaya dalam masyarakat islami, karena seakan menjadi duri dalam daging atau musuh dalam selimut.
[sksd/Shoutussalam.com/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




2 comments for Miss World, Antara Ahmad Heryawan dan Nurani Ulama

  1. akhir2 ini kok PKS agak aneh ya..?

  2. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji'un

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global