Mayoritas Pemuda Pakistan Pilih Syariat Islam Ketimbang Demokrasi

Pakistan-Masjid Faisal Islamabad Pakistan-jpeg.image
Masjid Faisal, Islamabad, Pakistan
ISLAMABAD: Hasil survei British Council menunjukkan, mayoritas pemuda Pakistan lebih memilih hukum Islam dibandingkan dengan demokrasi.
Lebih separuh dari 5.000 responden berusia 18-29 tahun yang disurvei mengatakan, demokrasi untuk Pakistan tidak baik. Selain itu, 94 persen mengaku Pakistan ke arah yang salah.
Ketika responden diminta untuk memilih sistem politik terbaik, mereka menyukai dan memilih Syariat Islam dan pemerintahan militer dibandingkan dengan demokrasi.
’’Generasi yang disurvei merasa pesimis, kecewa dengan demokrasi setelah lima tahun pemerintahan sipil,’’ kata wartawan BBC News di Islamabad, Pakistan seperti dikutip dari BBC News, Rabu (3/4/2013).
Sebagian besar dari mereka yang disurvei merasa lebih percaya pada tentara daripada lembaga lainnya. Rinciannya, responden yang menyetujui militer memerintah Pakistan sebesar 70 persen, dibandingkan dengan mereka yang menyetujui jika pemerintah berkuasa sipil hanya sebesar 13 persen.
Seperempat responden mengatakan, mereka secara langsung terpengaruh oleh kekerasan, atau telah menyaksikan peristiwa kekerasan yang serius. Angka itu meningkat menjadi lebih dari 60 persen di daerah-daerah suku yang berbatasan dengan Afghanistan.
Perhatian sebagian besar terpusat pada kenaikan harga, bukan “terorisme”.Hampir 70 persen responden mengatakan, (kenaikan harga) sekarang ini lebih buruk daripada lima tahun yang lalu.
Maka, jika kebanyakan pemuda Pakistan memilih Islam dibanding demokrasi, bagaimana dengan pemuda Indonesia yang mayoritas Muslim? (ROL), salam-online/ [www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Mayoritas Pemuda Pakistan Pilih Syariat Islam Ketimbang Demokrasi

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global