Kisruh Caleg Ganda, Bukti Parpol Tak Punya Kader & Buruknya Manajemen

JAKARTA – Adanya Daftar Caleg Sementara (DCS) ganda menandakan bahwa partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 tak punya rekrutmen kader yang tersistem dan krisis generasi. Selain itu, munculnya Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) ganda menunjukkan managemen dan mekanisme seleksi Caleg yang sangat buruk.
“Hal itu memperlihatkan partai kekurangan kader yang bisa didorong untuk pencalonan,” kata Deputi Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Veri Junaidi, di Jakarta, Jum’at (26/4/2013) seperti diberitakan Antara.
Veri menilai, terjadinya Bacaleg ganda itu karena pengurus dan anggota partai lain yang pindah ke partai tertentu. Bahkan dia menduga kejadian itu sengaja dibuat karena satu orang ingin menyalonkan diri di beberapa wilayah.
“Selain itu, mekanisme seleksi dan identifikasi partai ternyata juga kurang bagus sehingga partai tidak bisa menyortirnya,” ujarnya.
Seharusnya rekrutmen parpol itu, kata Veri, harus dilakukan melalui proses yang selektif dan ketat agar seorang yang dicalonkan benar-benar merupakan loyalis partai atau paling tidak yang bersangkutan merupakan anggota parpol tersebut. 
“Kalau ini dilakukan, tidak perlu rumit untuk identifikasi apakah mereka lari ke partai lain,” jelasnya.
Sementara itu, Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (FORMAPPI) menerbitkan 14 nama bakal caleg yang terindikasi sebagai caleg ganda. Dari 14 nama tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa menempati posisi teratas penyumbang bakal caleg ganda terbanyak.
Berikut daftar nama bakal caleg ganda yang dirilis FORMAPPI :
  1. Tabrani Syabirin - PDI Perjuangan (Dapil Jawa Barat VII) dan Partai Gerindra (Dapil Banten II).
  2. Nuriyanti Samatan Mag - Partai Hanura (Dapil Sulawesi Tengah) dan Partai Gerindra (Dapil Sulawesi Tengah).
  3. Eka Susanti - PKB (Dapil Kalimantan Barat, Dapil Sumatera Utara III, dan Jawa Tengah VI).
  4. Hasniati - PKB (Dapil Riau II dan Dapil Kalimantan Barat).
  5. Karina Astri Rahmawati - PKB (Dapil Jawa Barat IX dan Dapil Nusa Tenggara Barat).
  6. Nurhidayati - PKB (Dapil Sumatera Selatan I dan Dapil Sumatera Selatan II).
  7. Marda Hastuti - PKB ( Dapil Bengkulu dan Dapil Jawa Barat V).
  8. Luluk Hidayah - PKB (Dapil Kalimantan Timur juga Dapil DKI Jakarta III).
  9. Rien Zumaroh - PKB (Dapil Jawa Tengah IV dan Dapil Jawa Timur V).
  10. Euis Komala - PKB (Dapil Jawa Barat III dan Dapil Maluku).
  11. Abdul Rahman Sappara - Partai Hanura (Dapil Sulawesi Selatan I) dan Partai Nasdem (Dapil Sulawesi Selatan I).
  12. Nur Yuniati - PBB (Dapil Aceh I dan Dapil Jawa Barat II).
  13. Sri Sumiati - PBB (Dapil Jawa Tengah VIII dan Dapil Jawa Timur VII).
  14. Kasmawati Kasim - PBB (Dapil Sulawesi Selatan I dan Dapil Sulawesi Tenggara).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, DSC Pemilu 2014 terlihat Amburadul karena adanya satu nama menjadi caleg dua parpol yang berbeda dari dapil yang berbeda pula, yakni Tabrani Syabirin yang diusung oleh PDI-P dari Dapil Jawa Barat VII dan Partai Gerindra dari Dapil Banten II. Namun setelah diklarifikasi langsung, dirinya mengatakan maju sebagai caleg dari Partai Gerindra.
“Yaa, apa yang disampaikan pak Fadli Zon ke media itu yang benar. Jadi saya memang pernah melakukan pendekatan kepada PDI-P, namun kemudian batal. Akhirnya saya maju Caleg dari Gerindra,” tegas Tabrani kepada voa-islam.com melalui sambungan telfon, Kamis (25/4/2013). [Bekti/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Kisruh Caleg Ganda, Bukti Parpol Tak Punya Kader & Buruknya Manajemen

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global