FITRA: 6,9 Miliar Habis untuk Para Petinggi Polri

Koordinator Advokasi Sekretaris Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) M Maulana mengungkapkan bahwa sebagian dari dana non Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kepolisian tahun 2011 sebesar Rp 268,9 miliar dialokasikan untuk menunjang kegiatan pemimpin Polri.
"Sekitar Rp 6,9 miliar habis untuk para pejabat tinggi kepolisian," kata Maulana dalam konferensi pers di kantor FITRA di Jakarta, Minggu (31/3).
Maulana menjelaskan dana non APBN Polri seharusnya digunakan untuk menunjang aktivitas dan kegiatan Polri. Namun, dana ini justru dipakai untuk kegiatan pemimpin Polri.
Bahkan di tahun 2010, dana non APBN yang berasal dari dana Samsat senilai Rp 6,5 miliar digunakan untuk pembayaran kepada Perwira Tinggi dan Perwira Menengah. Kemudian sebesar Rp 3,8 miliar dipakai untuk pengadaan bingkisan lebaran.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan Kepolisian RI tahun 2011, dana senilai Rp 2,2 miliar diperuntukan bagi kegiatan pemimpin. Kegiatan tersebut berupa pemenuhan rumah tangga dan sehari-hari Kapolri dan Wakapolri senilai Rp 1,9 miliar yang diperoleh dari dana Samsat. Kemudian, dana yang bersumber dari dana Jasa Rahardja sebesar Rp 264,6 miliar dialokasikan untuk menunjang kegiatan open house perayaan Idul Fitri Kapolri.
Kemudian dana senilai Rp 4,6 miliar dipakai sebagai insentif tahunan kegiatan kepolisian lainnya yang sesuai dengan kebijakan. Pihak yang menerima insentif dana ini diantaranya adalah ajudan presiden, wakil presiden beserta istri dan pejabat sekretariat militer. Jatah insentif untuk mereka adalah Rp 1 miliar.
Pihak lain yang juga mendapatkan insentif dari dana non APBN adalah penasehat ahli Kapolri, perwira tinggi, dan perwira menengah Polri senilai Rp 2,6 miliar.
"Para mantan Kapolri, wakapolri, staf ahli, protokoler bandara, hingga ajudan presiden dan wakil presiden juga kecipratan dana non APBN dalam bentuk insentif tahunan senilai Rp 947,7 juta," kata Maulana.
Terakhir, dana non APBN juga dialokasikan untuk kegiatan yang tidak terprogram, yaitu konsumsi dalam rangka Hari Raya Idul Adha senilai Rp 27,1 juta dan pengadaan amplop ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri sebesar Rp 37,5 juta.
Maulana mengatakan, temuan ini mencederai institusi Polri yang semestinya menjadi lokomotif dalam akuntabilitas pengelolaan anggaran. Seharusnya, kata Maulana, Polri sebagai salah satu lembaga negara yang sudah memberlakukan remunerasi, tidak lagi melakukan penambahan pendapatan dengan menggunakan dana non APBN.[bs]
[www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for FITRA: 6,9 Miliar Habis untuk Para Petinggi Polri

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global