Setelah Bubarkan Densus 88, Din Syamsuddin Minta RUU Ormas Dibatalkan

JAKARTA, - Suara penolakan terhadap RUU Ormas yang sedang dibahas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus bermunculan. Setelah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) secara serentak mengadakan demonstrasi di Bandung, Solo dan Medan untuk mendesak pembatalan RUU tersebut, suara penolakan kini datang juga dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Din meminta DPR segera menghentikan proses pembahasan RUU Ormas. Dalam pandangan Din, RUU tersebut akan merugikan organisasi masyarakat (ormas).

"Muhammadiyah mendesak kepada DPR untuk menghentikan seluruh pembuatan Undang-Undang Ormas," ujar Din Syamsudin di kantornya, Menteng Jakarta Pusat, Kamis 28/03, seperti dikutip Waspada Online.

Din menilai, pembahasan RUU Ormas sangat berpontensi menimbulkan kegaduhan, dan mengganggu stabilitas politik menjelang Pemilu 2014 nanti. Bagaimanapun, suasana menjelang Pemilu harus tetap dijaga supaya tetap stabil.

Draf RUU Ormas yang tengah dibahas oleh DPR, sangat berpotensi membatasi kebebasan berserikat dan berkumpul, sehingga bertentangan dengan UUD 1945 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (HAM).

Din meminta agar DPR membatalkan RUU Ormas itu karena saat ini tidak dibutuhkan. "Pembahasan RUU Ormas tidak urgen dan tidak diperlukan oleh masyarakat," tegasnya.

Pernyataan sikap Muhammadiyah, lanjut Din Syamsuddin tetap harus didengarkan oleh DPR. Pemerintah dan DPR harus mendengarkan aspirasi masyarakat, supaya semua pandangan dapat diakomodir.

"DPR harus berlapang dada menerima masukan dari masyrakat, bukan mementingkan egois sendiri, dengan tetap membahas,  justru tidak memperhatikan aspirasi," tukasnya.
[www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Setelah Bubarkan Densus 88, Din Syamsuddin Minta RUU Ormas Dibatalkan

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global