Saudi secara resmi memposisikan dirinya melawan Mujahidin Suriah
RIYADH  – Surat kabar yang berbasis di London, yang dimiliki oleh keluarga kerajaan Saudi, Al-Sharq al-Awsat melaporkan bahwa rezim yang berkuasa di Riyadh telah berjanji akan menangkap setiap Muslim dari Arab yang berperang di Suriah dan berencana untuk kembali ke rumah di masa depan, lapor Kavkaz Center.
Dalam pertemuan dengan wartawan, Mayor Jenderal Mansour al-Turki mengatakan partisipasi setiap Muslim dalam perang di Suriah adalah “melawan hukum Saudi”.
Al-Turki mengatakan pada pemerintah Saudi akan menindak Muslim yang berencana untuk bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan Mujahidin di sana.
“Kami tahu bahwa di Suriah ada warga Saudi, namun kami tidak memiliki informasi cukup tentang jumlah mereka.  Setelah mereka kembali, mereka akan ditangkap dan diinterogasi.  Kami belum lupa bahwa banyak warga Saudi di antara mereka yang dicari, tidak masalah apakah mereka terdaftar sebagai anggota Al Qaeda atau kelompok lain yang belum pernah kami sebutkan,” ujarnya.
“Oleh karena itu, pertanyaannya tetap terbuka bagi kami, kami tidak memiliki data khusus tentang jumlah mereka atau informasi yang cukup tentang mereka.  Agen yang ada di Arab Saudi akan berhadapan dengan mereka,” ancamnya.
Sebelumnya, seorang pejabat senior Saudi menyarankan Barat untuk meningkatkan efektivitas tempur pejuang Suriah pro-demokrasi, sehingga Mujahidin “tidak memiliki tempat” di Suriah.
Raja Saudi telah menekankan bahwa senjata yang berasal dari Saudi hanya akan sampai ke tangan “pemberontak moderat” bukan untuk “ekstrimis” (Mujahidin-red).
Pangeran Turki al-Faisal, seorang mantan kepala mata-mata Saudi dan saudara dari menteri luar negeri Saudi mengatakan bahwa senjata harus disalurkan kepada “orang-orang baik” di antara kelompok oposisi yang membantu pejuang sekuler untuk mendapatkan kredibilitas di tengah rakyat. (haninmazaya/www.globalmuslim.web.id)