Ketika Orang-Orang Sakit dan Cacat Dipaksa Menjadi Mata-Mata Intelijen Zionis

Israeli Internal Security Agency, Shin BetBADAN intelijen Zionis, Shin Bet rupanya telah mengembangkan cara baru demi  mengumpulkan informasi tentang para pejuang Palestina.
Letkol Otorita Nasional Palestina di Gaza, Muhammad Lafi mengungkapkan, para informan ini direkrut Shin Bet dengan modus melakukan kegiatan amal dan penelitian. Dan mereka kebanyakan berasal dari keluarga yang anggotanya dipenjara atau pun dibunuh.
Lafi, seperti dilaporkan oleh worldbulletin mengatakan, Shin Bet menggunakan semua kemungkinan untuk memaksa warga Palestina menjadi mata-mata.Mudahnya dengan hal tersebut sehingga memaksa Shin Bet mengembangkan cara-cara baru mulai tahun
Lafi menyebutkan, sampai pada tahun 2005 lalu, Zionis sengaja memeras warga Palestina melalui foto-foto perselingkuhan, perzinaan, dan sejenisnya untuk memaksa mereka.
“Metode ini sekarang sudah tidak dipakai,” ujarnya.
Saat ini, penjajah zionis mengancam orang-orang sakit dan cacat. Mereka diancam tidak boleh menjalani pengobatan di luar negeri jika menolaknya.
Lafi menuturkan, jumlah mata-mata dari warga Palestina di Gaza saat ini berkurang. Pemerintah Hamas, ujarnya, memiliki daftar lengkap informan-informan dan berencana menangkap mereka kecuali mereka menyerahkan diri maksimal pada 11 April nanti. [ra/islampos/wb/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Ketika Orang-Orang Sakit dan Cacat Dipaksa Menjadi Mata-Mata Intelijen Zionis

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global