Kebiadaban Densus 88 Kian Terkuak, Mabes Polri Diminta Jujur Dan Adil

Islampos_harits-abu-ulya
DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan apa saja yang mereka inginkan dan kemudian membuat cerita dramatisasi untuk membenarkan tindakan tersebut. Maka tereksposnya video menjadi konfirmasi kebenaran cerita atas tindakan luar biasa biadab yang dilakukan oleh aparat. Demikian dikatakan Koordinator Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya.
Menurutnya, kian derasnya opini publik mengkritisi bahkan pada usul membubarkan Densus 88 akan menjadi starting point bagi semua pihak untuk berani mengevaluasi kinerja Densus 88 selama ini.
“Dan ini sangat logis, tidak perlu menunggu sampai satu demi satu kedzaliman ini terpampang di hadapan publik secara telanjang,” katanya kepada Islampos.com, Rabu (6/3/2013).
Bagi Harits, sekecil apapun kedzaliman adalah kedzaliman yang harus disikapi sebagaimana mestinya. Bukan berusaha ditutupi dan dibela dengan berbagai cara dan upaya. CIIA pun masih merekam bagaimana tindak-tanduk Densus 88 dalam segala aksi-aksinya.
“Mabes Polri harus adil, jujur, dan tidak menutup-nutupi kebiadaban Densus dalam melakukan pelanggaran HAM,” katanya.
Masyarakat, sambung Harits, bisa berangkat dari kasus terbunuhnya Abu Uswah (Asmar) dan Kholil (Kholid) di teras masjid Nurul Afiyah komplek RS Wahidin Makassar-Sulsel (Jumat, 4 Januari 2013) lalu. Banyak bukti dan kesaksian yang mengendap, dua orang terbunuh tanpa ada perlawanan.Kejadian cukup singkat, aparat Densus 88 begitu selesai eksekusi dua orang kemudian segera membersihkan jejak tindakan mereka.
Darah yang menggenang di teras segara disiram bersih tanpa jejak. Seluruh selongsong peluru di sekitar kejadian dipungut bersih termasuk proyektil yang tidak bersarang di tubuh korban. Semua jejak berusaha dihilangkan.
“Namun di hadapan publik pihak Humas Polri menyampaikan secara sepihak tentang sebab tewasnya dua orang tersebut, dengan cerita mereka melawan dan membahayakan bahkan di TKP ditemukan barang bukti berupa senjata (senpi),” kata Harits.
Keterangan ini, kata Harits, diaminkan oleh media tanpa ada informasi pembanding yang digali secara obyektif. Semua pernyataan aparat tidak pernah bisa dikonfirmasi kebenarannya, kebenaran yang tersimpan di balik mulut-mulut saksi mata yang terkunci karena rasa takut tidak pernah digali dan terungkap ke publik. Dan pihak Densus 88 juga tidak pernah melakukan rekonstruksi ulang atas apa yang mereka lakukan.
“Inilah salah satu contohnya, dan masih banyak realitas serupa dalam kasus ekstra judicial killing oleh Densus 88 atas terduga ‘teroris’,” tegasnya
Kedepan, kata Harits, masyarakat akan melihat dan menunggu apa yang dihasilkan dari investigasi Komnas HAM atas pelanggaran HAM serius yang dilakukan aparat Densus 88.
“Dan waktu akan menjawab benarkah keadilan akan berpihak kepada Islam dan umatnya, atau akankah umat ini dibuat frustasi yang akhirnya mengambil jalan pintas sendiri-sendiri untuk menuntut keadilan yang menjadi haknya,” pungkasnya. (Pz/Islampos/www.globalmuslim.web.id)

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Kebiadaban Densus 88 Kian Terkuak, Mabes Polri Diminta Jujur Dan Adil

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global