Jabhah Nushrah melepaskan pengepungan terhadap Homs dan mengagalkan mimpi Asad untuk membagi-bagi Suriah
HOMS  – Pasukan Bashar Asad telah mengerahkan puluhan ribu penduduk desa-desa Alawiyah (Nushairiyah), mempersenjatai mereka dan mereka mendapatkan pelatihan militer dari para instruktur militer Iran dan Hizbu Syaitan (plesetan dari milisi Syiah Hizbullah Lebanon, edt).
Hizbu Syaithan telah mengerahkan puluhan ribu anggotaya. Pemerintahan Nouri Al-Malik, semoga Allah melaknatnya, juga telah mengerahkan ribuan tentara Irak.
Seluruh golongan itu telah bersatu padu dan mengepung Homs bersama sejumlah besar tentara dan peralatan perang Bashar Asad serta pasukan khususnya untuk melakukan operasi mendirikan negara Alawiyah, yang dimulai dari propinsi Homs.
Propinsi Homs telah dikepung sejak lebih dari delapan bulan yang lalu dengan pengepungan yang sangat ketat. Propinsi Homs dibombardir dengan berbagai jenis rudal, bom pesawat tempur dan tembakan mortar selama delapan bulan penuh.
Setelah seluruh dunia mendiamkan kebiadaban tersebut, sementara negara-negara Barat, Timur, Arab dan kaum muslimin rela dengan didirikannya negara Alawiyah sebagai salah satu bentuk pembagian dan pemecahan masalah; maka Suriah akan dibagi-bagi dengan disaksikan oleh semua pihak dan kerelaan semua pihak, sebagai solusi terakhir untuk menghentikan perang saudara, seperti yang mereka klaim.
Tidak ada seorang pun yang memenuhi panggilan propinsi Homs yang terluka selain Jabhah Nushrah. Maka singa-singa Jabhah Nushrah memasuki propinsi Homs sejak beberapa hari lalu dalam kelompok-kelompok. Mereka menghantam posko-posko militer dengan serangan-serangan bom syahid yang mengguncangkan singgasana mereka, mencerai-beraikan persatuan kekafiran dan merobek-robek mereka berkeping-keping. Diperkirakan serangan-serangan bom syahid selama dua hari menewaskan lebih dari 600 milisi Nushairiyah, tentara Nushairiyah, tentara Iran, tentara Irak dan milisi Syiah Lebanon.
Jabhah Nushrah telah membalikkan perhitungan peperangan. Semula semua aliansi kekuatan kafir yang mengepung Homs mengangankan bisa secepat mungkin mengusir seluruh penduduk ahlus sunnah dari propinsi Homs, agar mereka bisa mencapai target mengumumkan Negara Alawiyah.
Namun Jabhah Nushrah memaksa mereka untuk merasakan pahitnya peperangan. Sikap mereka seakan mengatakan dengan lantang, “Tidak mungkin kalian mengumumkan berdirinya negara Alawiyah di Homs, kecuali di atas mayat-mayat kami.”
Tidak…bahkan Jabhah Nushrah menambahkan atas hal itu dengan mengumumkan pengosongan desa-desa Nushairiyah yang berada di sekitar Homs dari pasukan Asad. Jabhah Nushrah mengumumkan melalui pengeras suara dan memperingatkan kepada desa-desa Alawiyah untuk mengosongkannya dari anak-anak dan kaum wanita secepat mungkin. Itu adalah peringatan terakhir dari Jabhah Nushrah, sebab Jabhah Nushrah akan membakar segala yang basah dan kering di atas kepala pasukan Nushairiyah dan melenyapkan angan-angan jahat kaum Rafidhah.
Kini meja telah berbalik menimpa kepala pasukan Nushairiyah. Desa-desa dan wilayah-wilayah Nushairiyah pendukung rezim Nushairiyah kini mulai mengungsikan anggota keluarga mereka dari api yang akan datang membakar desa-desa mereka. Kini merekalah yang justru mengungsi, bukannya penduduk ahlus sunnah yang mengungsi. Kini sihir itu telah memakan tukang sihirnya sendiri.
Allah akbar, wahai Jabhah Nushrah, demi Allah…jika kami mencari-cari di antara “buih” yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, niscaya kami tidak mendapatkan di antara kaum muslimin orang-orang yang meniti jejak Rasul mereka yang mulia selain kalian, para singa Irak dan para singa Afghanistan.
Semoga Allah memberkahi tentara Islam kalian, semoga Allah memberi balasan kepada kalian dengan kekuasaan di muka bumi, dan semoga Allah menganugrahkan kepada kami dan kalian khilafah Islamiyah di bumi Syam.
Berita:
Para pahlawan Jabhah Nushrah menyampaikan seruan melalui pengeras-pengeras suara dan menara-menara adzan di masjid-masjid yang berdekatan dengan desa-desa Nushairiyah loyalis rezim Asad untuk mengeluarkan anak-anak dan wanita-wanita mereka dari desa-desa mereka, agar mereka tidak jatuh sebagai korban serangan.
Sungguh Jabhah Nushrah telah memberikan peringatan. Dan mereka memiliki udzur setelah mereka memberikan peringatan tersebut.

Abu Malik Asy-Syami
Situs Anshar Al-Mujahidin
(muhibalmajdi/arrahmah/www.globalmuslim.web.id)