Gereja Kristen Nias dan Batak di Bandung Tak Berijin

BANDUNG, - Warga Bandung kembali mengalami ketidaknyamanan akibat beroperasinya rumah ibadah takberizin. Rumah ibadah takberizin ini digunakan komunitas Kristen Nias dan Batak.

Setelah melakukan beberapa dialog yang takmenghasilkan solusi, akhirnya warga Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung mendatangi Komisi A DPRD Kota Bandung Kamis pekan lalu.

Bangunan yang selama dua tahun ini digunakan oleh dua komunitas Kristen Nias dan Batak ini menggunakan izin rumah tinggal. Padahal seharusnya gereja menggunakan izin bangunan bukan rumah tinggal. 

Ketua komisi A DPRD Kota Bandung Haru Suandari menjelaskan bahwa faktanya secara hukum, di kelurahan Caringin memang tidak ada gereja. Yang ada adalah rumah tinggal yang dijadikan tempat ibadah. “Jika dilakukan sendiri tidak masalah namun kenyataannya mereka memobilisasi sehingga terjadi ibadat bersama, itu yang menjadi masalah dan melanggarhukum,” tambahnya.

Dalam beberapa dialog sebelum audiensi dilakukan, jemaat gereja ilegal tersebut mengaku sudah mendapat izin dari Camat Bandung Kulon. Anggota komisi A DPRD Kota Bandung, Lia Noer Hambali menyayangkan dan mempertanyakan dasar hukum keluarnya izin dari camat tersebut. “Di mata hukum, surat izin camat itu sangat tidak berdasar. Camat tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan surat izin peribadatan,” papar Lia.

Samidin, kordinator warga Bandung Kulon berkata bahwa sebelumnya dia dan 1500 warga melaksanakan aksi damai untuk meminta camat mencabut surat izin. Dalam keterangannya, Bambang Sukardi, Camat Bandung Kulon berujar, “Itu bukan kebijakan dan bersifat sementara sehingga kita cabut kembali. Rumah tersebut juga bukan gereja dan mereka hanya memberitahukan bahwa mereka ada aktivitas di hari Minggu".

Untuk mendapatkan kepastian hukum atas penutupan tempat ibadah tak berizin itu, warga meminta bantuan komisi A DPRD Kota Bandung. Ketua komisi A menghimbau kepada umat Kristen agar menaati aturan dan tidak memaksan kehendak dengan melakukan ibadah di tempat yang bukan gereja di tengah warga muslim.

Setelah audiensi ini, warga Bandung Kulon akan meminta surat pernyataan tidak akan beribadah di tempat ilegal, mengeluarkan atribut peribadatan, dan mengembalikan fungsi bangunan sesuai izin.[]
[www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Gereja Kristen Nias dan Batak di Bandung Tak Berijin

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global