Dianggap Menindas Ormas, NU & Muhammadiyah Sepakat Tolak RUU Ormas

http://muslimdaily.net/file/NU-Muhammadiyah.jpgJAKARTA,  - Dua organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan menolak pembahasan rancangan undang-undang (RUU) tentang Ormas. Menurut kedua ormas Islam itu, RUU Ormas dianggap telah keluar dari tujuan awal naskah akademik.

Ketua PBNU Imam Aziz di Sleman, Senin (25/3), menjelaskan RUU itu awalnya dibuat untuk menghormati hak asasi manusia (HAM) dalam kebebasan berserikat dan berorganisasi, bukan untuk membatasi.

“Tapi kemudian tersesat ke lembah belantara yang ruwet, terjerembab kepada pengaturan yang tidak jelas dimana definisi mengenai ormas terlalu luas dan banyak kerancuan,” kata Aziz.

Dia menegaskan, NU sudah menolak terhadap RUU tersebut. “Bahasa halusnya menunda, namun intinya sama, kita juga menolak,” tegas Imam Aziz.

Imam menjelaskan, di beberapa pasal, ada berbagai kerancuan yang luar biasa dan menjebak. Seperti pada pasal pelarangan. Dalam RUU Ormas yang lagi dibahas, ormas dilarang melakukan pelecehan atau penistaan terhadap agama.

“Sebuah oraganisasi yang seharusnya dilindungi tapi bisa ditolak karena adanya pasal penistaan tadi. Itu akan membuat kerancuan luar biasa dan menjebak,” jelasnya.

Sikap Muhammadiyah

Tak beda dengan NU, Muhammadiyah juga menyatakan menolak RUU Ormas. Anggota Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Zuly Qodir menyayangkan RUU Ormas yang sudah masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas). Menurutnya, RUU Ormas malah akan menjadi undang-undang yang membelenggu kebebasan berorganisasi.

“Dalam RUU ini, semua harus memakai izin. Berkumpul juga harus berizin. Masak mau berkumpul dan ngaji di kampung harus minta izin,” kata Zuly Qodir yang mendukung penuh penolakan RUU Ormas.

Ormas, lanjut Zuly sangat setuju ada aturan yang mengatur keberadaan ormas. Namun aturan tersebut jangan sampai menindas ormas, terlebih ormas yang sudah ada seperti NU dan Muhammadiyah.

Peneliti yang juga sosiolog dari UGM Ari Sujito mengatakan, arahan dari RUU Ormas sangat birokratis. Dan menduga RUU ini sangat tergesa-gesa masuk ke prolegnas. Sehingga ia menegaskan RUU tersebut harus ditolak.

“Karena kalau ditetapkan, masyarakat sipil tidak punya ruang gerak dalam berorganisasi dan berserikat, sehingga harus ditolak,” kata Ari. [mzf/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Dianggap Menindas Ormas, NU & Muhammadiyah Sepakat Tolak RUU Ormas

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global