Politikus PKS Terjerat Suap, KPK Cepat Bertindak, Elite Demokrat Terjerat Korupsi, KPK Lambat Menangkap, Adakah Konspirasi Dibalik Kasus Suap Presiden PKS?

Politikus PKS Terjerat Suap, KPK Cepat Bertindak, Elite Demokrat Terjerat Korupsi, KPK Lambat Menangkap, Adakah Konspirasi Dibalik Kasus Suap Presiden PKS?
Thu, 31/01/2013 - 09:48 WIB
JAKARTA,  - Menjelang Pemilu 2014 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dilanda musibah besar, bagaimana tidak Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) menjadi tersangka kasus suap impor daging sapi dari PT Indoguna Utama.Apakah ini bukti PKS menjadi salah satu partai yang disandra kasus korupsi?
"Sebenarnya kasusnya ini kan masih dalam proses, kita belum bisa ngejudge.Karena ada sedikit keganjalan, misalnya LHI kan di Komisi I DPR, kok bisa dikaitkan dengan masalah impor daging sapi yang tidak ada kaitan dengan Komisi ini," kata pengamat komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Iding R Hasan, Kamis (31/1/2013).
Selain itu, dia mengatakan, terbilang cepat proses penangkapan Luthfi tersebut, dibanding dengan politikus partai lain yang kerap kali disebut-sebut sebagai koruptor.
"Lalu cepat sekali dijadikan tersangka, disebut sekali oleh yang tertangkap lalu diciduk. Dibandingkan dengan elite Demokrat yang disebut berulang-ulang, tapi tidak dijadikan tersangka," pungkasnya.
Walau demikian, kasus tersebut akan berdampak sangat besar terhadap suara PKS di Pemilu 2014 mendatang. namun, jika Luthfi dapat membuktikan dirinya tidak bersalah dalam kasus tersebut, hal itu dapat mengobati masalah PKS saat ini.
"Namun terlepas dari itu, dampak politiknya tetap besar karena kekuatan media yg pasti akan terus menerus memberitakan tertangkapnya LHI. Tapi kalo LHI bisa membuktikan dirinya bersih ada perangkap politik selama proses hukum nanti, dia bisa merehabilitasi dirinya dan juga PKS dari perangkap politik," tandasnya.
PKS: Ini Konspirasi!
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melakukan rapat majelis syuro pada Kamis (31/1/2013) ini. Rapat dilakukan untuk membahas kasus dugaan suap yang menjerat Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq . Pada Rabu (30/1/2013) kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Luthfi sebagai tersangkakasus dugaan suap impor daging sapi . Selain itu, rapat majelis syuro juga akan membahas skenario yang terjadi di balik kasus ini.
"Kami ingin membaca apa yang ada behind the scene," ujar politisi senior PKS, Suryama M Sastra, Kamis (30/1/2013), di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta.
Menurutnya, banyak kejanggalan dalam kasus ini. Namun, ia tak merinci apa saja kejanggalan yang dimaksud. Suryama justru menuding penetapan Presiden PKS sebagai tersangka dalam waktu yang sangat cepat adalah sebuah konspirasi."Kami melihat ini konspirasi," kata Suryama.
Oleh karena itu, kata dia, PKS akan mengambil sikap dengan hati-hati. "Kami mau baca situasinya dulu supaya tidak salah langkah," ujarnya.
Selama ini, PKS selalu membanggakan partainya yang bersih dalam kasus korupsi. Sejak partai ini didirikan, memang tidak ada satu pun anggota partai yang masuk bui dalam kasus korupsi. Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq merupakan orang pertama yang menorehkan catatan baru ini.
Suap impor daging
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap kebijakan impor daging sapi. Adapun para tersangka dalam kasus ini adalah Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lutfhi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, serta dua direktur PT Indoguna, yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Luthfi dan Fathanah diduga menerima suap terkait kebijakan impor sapi dari dua direktur PT Indoguna tersebut.
Penetapan Luthfi sebagai tersangka ini berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK, Selasa (29/1/2013) malam. Dari situ, KPK mengamankan empat orang, yakni Ahmad Fathanah, Arya Abdi Effendi, Juard Effendi, dan seorang wanita bernama Maharani.
Bersamaan dengan penangkapan tersebut, KPK menyita uang Rp 1 miliar yang disimpan dalam kantong plastik dan koper. Keempatnya lalu diperiksa seharian di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.
Melalui proses gelar perkara, KPK menyimpulkan ada dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Luthfi sebagai tersangka. Informasi dari KPK menyebutkan, uang yang dijanjikan PT Indoguna terkait kebijakan impor daging sapi ini mencapai Rp 40 miliar. Adapun uang Rp 1 miliar yang ditemukan saat penggeledahan tersebut diduga hanya uang muka.
Saat ini, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq tengah diperiksa di KPK. Dia dijemput penyidik KPK dari kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (30/1/2013) malam.[sn/kmps/ian/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Politikus PKS Terjerat Suap, KPK Cepat Bertindak, Elite Demokrat Terjerat Korupsi, KPK Lambat Menangkap, Adakah Konspirasi Dibalik Kasus Suap Presiden PKS?

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global