CIIA: TNI Diserang, Akibat Pemerintah Mendua Soal Teroris Papua


Pasukan Organisasi Papua Merdeka
Organisasi Papua Merdeka (ist)
Kelompok sipil bersenjata di Papua semakin eksis karena pemerintah Indonesia bersikap mendua soal  terorisme. Di Papua, yang jelas-jelas aparat keamanan terus menjadi korban, pelaku tidak digolongkan sebagai teroris.Sementara kelompok-kelompok Islam dilabeli teroris.

Penegasan itu disampaikan  Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, kepada itoday (22/02) menanggapi penyerangan kelompok sipil bersenjata yang menewaskan 12 aparat keamanan di Papua.

"Ini akibat penyelesaian yang mendua. Pemerintah bersikap mendua, menggunakan standar ganda untuk menangani kasus yang sama di tempat yang berbeda. Di sini aparat keamanan sama-sama menjadi korban. Yang satu dilabeli teroris, yang di Papua tidak dilabeli teroris," tegas Harits.

Menurut Harits, sebenarnya sudah ada tekad dari Polri untuk menerapkan UU Teroris di Papua. Namun, dalam prakteknya UU Terorisme tidak diterapkan di Papua untuk menghadapi kelompok sipil bersenjata. Tidak ada bukti, UU Terorisme diterapkan di Papua.

Sementara di sisi lain, kata Harits, teroris terus dikaitkan dengan kelompok-kelompok Islam. Padahal  di lapangan, orang-orang yang dituduh teroris sebenarnya tidak layak dilabeli teroris.

"Isu terorisme sangat tidak jelas. Sementara di Papua, kelompok-kelompok yang mempunyai visi politik, terorganisasir baik, ada perencanaan, dan punya jaringan internasional, sama sekali tidak dilabeli terorisme. Apalagi kelompok teror ini sudah sering membunuh aparat, baik TNI ataupun Polri. Ini menunjukkan bahwa proyek terorisme ditujukan untuk Islam," tegas Harits.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia memastikan total korban tewas akibat kontak tembak di Papua berjumlah 12 orang. Tak hanya anggota TNI yang menjadi korban, penembakan juga menewaskan empat warga sipil.

Satu anggota TNI, Pratu Wahyu Bowo, dinyatakan tewas di Distrik Tingginambut. Wahyu ditembak di dekat Pos Satgas TNI Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, pada pukul 09.00 WIT, Kamis (21/2/2013).

Selanjutnya, tujuh anggota TNI lainnya tewas saat terjadi penghadangan serta penyerangan oleh kelompok bersenjata di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, pukul 10.30 WIT. Kelompok bersenjata menyerang 10 anggota Koranmil Sinak Kodim 1714/Puncak Jaya yang sedang menuju Bandara Sinak untuk mengambil radio dari Nabire. Dalam serangan di Distrik Sinak ini, tercatat empat warga sipil tewas.

Menyikapi penyerangan di Papua itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menduga kuat, penembakan di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, merupakan aksi penyerangan dari kelompok Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) pimpinan Goliath Tabuni. Sementara pelaku penembakan di Distrik Sinak diduga kelompok bersenjata pimpinan Murib.
[itoday/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for CIIA: TNI Diserang, Akibat Pemerintah Mendua Soal Teroris Papua

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global