Begini Cara Tak Berperikemanusiaan Yakuza Menyakiti Lawan-lawannya

Atsushi-Mizoguchi__78_ok__67.jpg (188×250)Tidak sedikit anggota yakuza - mafia Jepang - yang tak mau disebut yakuza. Citranya, menurut mereka tidak baik. Tetapi di kalangan internasional umumnya sekitar 99,9 persen menyatakan dan mengakui penggunaan nama yakuza, bukan Gokudo (way of yakuza) atau sentuhan dan gaya yakuza.
Yakuza memang gaya sendiri dan sebenarnya berusaha menghindar dari citra kekerasan, kampungan, lebih mendekati diri kepada hal yang "keren". Itulah sebabnya banyak yang lebih suka dipanggil Gokudo, karena panggilan Yakuza seolah tercitra agak kasar, akan minus, agak kurang enak, rendahan. Benarkah demikian?
Penulis baru saja mewawancarai pengarang yakuza terbaik di Jepang, Atsushi Mizoguchi, di Tokyo, Sabtu (23/2/2013). Karya buku dan tulisannya lebih dari 100 karya, semua karya nyata mengenai yakuza, yang sangat menarik untuk dibaca. Satu karyanya,  Boryokudan terbitan 20 September 2011 terbitan Shinchosha, menarik untuk kita baca. Sayangnya, semua karyanya dalam bahasa Jepang.
Kembali kepada perbedaan kedua kata tersebut, inilah komentar ahli yakuza Jepang yang sangat terkenal saat ini.
"Saya rasa sama saja kedua suku kata itu baik yakuza maupun gokudo, tak ada yang jelek tak ada yang bagus. Biasa saja. Perbedaannya hanyalah pada lokasi penggunaan. Kata Gokudo biasanya digunakan di daerah Kansai dan sekitarnya.Sedangkan yakuza banyak dipakai di Jepang Timur seperti Tokyo dan sekitarnya.Juga di kalangan internasional saya rasa umumnya menggunakan kata yakuza," paparnya ayah yang putranya sempat ditusuk (5/1/2006) anggota yakuza kelompok Yamaken, organisasi yang berafiliasi dengan Yamaguchi-gumi, kelompok yakuza terbesar di Jepang.
Aneh, mengapa putranya yang ditusuk yakuza? Kita mungkin berpikir demikian. Bagi yakuza, cara menyakiti seseorang dengan membuat penderitaan yang dalam. Kalau pelaku yang bersangkutan ditusuk, paling-paling hanya soal fisik, dirawat sembuh, tak ada masalah. Kesal benci dan pasti menuntut. Tapi hal ini biasa. Tetapi apabila anak kita, anggota keluarga kita disakiti, isteri kita diperkosa atau disakiti, sebagai kepala keluarga jauh lebih sakit hati, lebih susah, dan diperkirakan akan menyerah atas sebuah tuntutan oleh yakuza.
Apa tuntutan tersebut? Ini juga yang disampaikan kepada penulis, kalau yakuza atau orang Jepang kesal biasanya tidak akan disampaikan di depan kita, tetapi di belakang kita nantinya akan ada pembalasan mendadak dan kita tak tahu, dan ini sangat berbahaya, tekannya.
Tanggal 1 Desember 2005, tulisan Mizoguchi  di majalah mingguan Shukan Gendai muncul. Isinya mengupas peralihan kekuasaan antara Pemimpin Angkatan ke-5 yang dipegang Yoshinori Watanabe kepada Pemimpin Angkatan ke-6 yang kini berkuasa, dipimpin  Shinobu Tsukasa.
Peralihan kekuasaan tersebut dianggap sumber kepolisian Jepang sebagai kudeta internal Yamaguchi-gumi. Bahkan Mizoguchi menuliskan berdasarkan cerita sumbernya, bahwa Tsukasa mengatakan sebagai berikut kepada Watanabe, "Popularitasmu sangat jelek. Jadi segeralah mengundurkan diri dari kepemimpinan Yamaguychi-guimi,"jelas Tsukasa.
Gara-gara pernyataan tersebut, seorang anggota yakuza, Kazuo Nagano dari kelompok  Yamaken, afiliasi dengan Yamaguchi-gumi datang kepadanya dan meminta tulisan itu diralat. Tetapi Mizoguchi tak mau meralat tulisan tersebut.
Permintaan berulang tanggal 7 Desember bertemu lagi dengan seorang pemimpin yakuza lain dan penerbit tulisan Mizoguchi, lalu berakhir dengan makan malam bersama ditraktir yakuza tersebut. Disangka Mizoguchi semua telah berakhir. Namun sebulan kemudian, 7 Januari 2006, putranya tiba-tiba ditusuk yakuza dan Mizoguchi yakun oleh kelompok Yamaguchi-gumi yang tidak suka akan tulisan Mizoguchi tersebut.
"Dunia yakuza memang penuh dengan basa-basi. Pakaian pun tidak mungkin jelek seperti orang miskin. Jadi umumnya para pemimpin menampilkan kesopanan, pakaian bagus, supaya dihargai orang, dilihat keren, disenangi banyak orang. Jadi tidak mungkin berpakaian seperti orang miskin," paparnya kepada penulis mengenai basa-basi yakuza yang akhirnya sempat membuatnya sakit hati karena anaknya pernah ditusuk yakuza.
Jadi bukanlah soal kata yakuza atau gokudo, tetapi cara bersosialisasi masing-masing anggota yakuza tersebut, yang perlu kita pahami segera, agar dapat mengantisipasi terlebih dulu supaya kita tidak dicederai atau tercederai di masa mendatang, karena mungkin gara-gara sebuah kata atau kalimat saja.(Bakabon).
Info yakuza lengkap silakan klik www.yakuza.in
[www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Begini Cara Tak Berperikemanusiaan Yakuza Menyakiti Lawan-lawannya

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global