Reinkarnasi Aliran Sesat Tumbuh di Nusa Tenggara Timur

KUPANG, - Organisasi masa (ormas) Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang diduga kuat merupakan reinkarnasi dari aliran sesat Al Qiadayah Al Islamiah pimpinan Ahmad Mushoddeq, mulai melebarkan saypnya di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Ormas itu kini diawasi secara ketat oleh pihak kepolisian. 

Menurut Kapolres Lembata AKBP Marthen Johannis kepada wartawan termasuk Pos Kupang (Tribunnews.com Network) di ruang kerjanya di Mapolres Lembata, Selasa (22/1/2013), indikasi awal aktivitas kelompok ini, mereka menyatukan bangsa dengan menyatukan ajaran-ajaran agama di Indonesia.
"Inilah yang menjadi pertanyaan, karena mereka mencampuradukkan ajaran agama.Tapi, kami sudah lapor ke pusat, dan kami diperintahkan untuk mengawasi saja kelompok ini," kata Johannis dikutip Tribunnews.

Di Kabupaten Lembata, Gafatar mempunyai 30 pengikut. Namun polisi menyatakan belum memberi izin kelompok ini beraktivitas resmi.

"Mereka meminta izin untuk melakukan kegiatan kelompok mereka, tapi saya tidak izinkan. Jika mereka mau lakukan sesuatu, jangan sampai menimbulkan reaksi masyarakat. Jadi, saya tidak izinkan," ujar Johannis.

Johannis menjelaskan, kelompok yang mengaku diri sebagai kelompok penyatu perbedaan, belum terdaftar resmi, baik di provinsi maupun Kesbangpol Kabupaten Lembata. Tapi, karena diperintahkan hanya mengawasi, polisi tidak bisa mengambil tindakan lebih jauh.

"Jika mereka disebut sebagai organisasi terlarang, pasti mereka diproses hukum.Tapi, kalau kelompok aliran sesat, kami hanya mengawasi," terang Johannis.

Di Solo Gafatar Ditolak
Sekitar bulan April tahun lalu (2012), ormas Gafatar pernah berusaha mendeklarasikan diri di Gedung Olahraga Bhineka di kota Solo. Namun niat Gafatar dihadang umat Islam bersama Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) pada hari Ahad 29 April 2012.

Penolakan terhadap keberadaan Gafatar disebabkan banyaknya fakta di lapangan yang menunjukkan ormas itu adalah gerakan yang menyimpang. Baik dari nilai agama maupun Pancasila.

Penolakan terhadap Gafatar dilatarbelakangi bahwa ormas ini sebagai perpanjangan dari sekte Al-Qiyadah al Islamiyah, Komunitas Millah Abraham, Komar, pimpinan Nabi palsu Ahmad Mushoddeq. Selain di Kota Solo, penolakan telah disuarakan warga Yogyakarta dan Gowa, Sulawesi Selatan, serta sejumlah wilayah lainnya.
[www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Reinkarnasi Aliran Sesat Tumbuh di Nusa Tenggara Timur

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global