Pengamat: Bantuan Parpol ke Korban Banjir Tak Tulus

Dosen dan Pengamat Politik, Universitas Indonesia, DR Arbi Sanit
Dosen dan Pengamat Politik, Universitas Indonesia, DR Arbi Sanit
Jakarta – Dosen dan Pengamat Politik Universitas Indonesia DR Arbi Sanit menilai berlomba-lombanya partai politik (parpol) untuk membuka posko bantuan banjir dengan menggunakan atribut partai sebagai sesuatu yang tidak etis. Sebab tindakan itu sudah jelas berusaha mencari pengaruh politik kepada korban bencana yang tengah menderita dirundung malang.
“Itu artinya tidak etis, sudah bergeser pemerasan politik, orang sedang menderita, masa supaya nanti memilih partainya, kan sudah mengurangi hak seseorang,” tegas Arbi, di Jakarta, Minggu (20/1/2013).
Arbi menilai, perbuatan tidak etis ini kerap terjadi di Indonesia, parpol beramai-ramai memberikan bantuan kepada korban bencana dengan menggunakan embel-embel atribut, logo bahkan black campaign agar si korban memilih partai tersebut.
“Saya kira ini sudah berlarut-larut terjadi, ada usaha secara sistematis untuk habiskan cara seperti ini,” tandas Arbi.
Sebagaimana banyak diberitakan, parpol-parpol saat ini sengaja memanfaatkan momentum terjadinya bencana banjir di Jakarta dan daerah-daerah lain untuk menemui korban banjir dengan dalih memberikan bantuan, bahkan membangun posko banjir. Dalam kegiatan ini, mereka menggunakan atribut parpol. Bahkan, banyak juga yang memasang bendera parpolnya.
Arbi Sanit menilai, partai politik yang memberikan bantuan atau mendirikan posko banjir dengan memamerkan atribut partai merupakan tindakan mengambil keuntungan dan niat yang tidak tulus.
Menurut Arbi, mendirikan posko di tempat-tempat yang terkena musibah banjir adalah tindakan yang tidak terpuji dan tidak didasari ketulusan untuk memberikan bantuan.
“Memakai bendera partai dan atribut partai dalam memberikan bantuan pada korban banjir adalah tindakan yang tidak didasari ketulusan,” tandasnya.
Dia menjelaskan, sikap-sikap seperti ini merupakan sikap yang tidak etis yang ditunjukkan para politikus. Ini merupakan sikap yang lebih memanfaatkan penderitaan orang lain daripada berniat untuk memberikan bantuan.Ketidakjujuran diperlihatkan dalam memberikan bantuan dengan menggunakan atribut parpol. Terlebih lagi saat ini dimasa-masa menuju Pemilu 2014.
Arbi menambahkan, sikap yang dilakukan parpol adalah sikap pamrih. Politikus yang menjalankan pola seperti ini merupakan benih-benih korupsi yang dikembangkan politikus. “Kalau politik seperti itu tetap dijalankan itulah benih-benih korupsi. Mengeksploitasi kesempatan dari penderitaan warga yang tertimpa bencana,” pungkasnya. {KbrNet/adl – Source: Inilah.com/www.globalmuslim.web.id]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Pengamat: Bantuan Parpol ke Korban Banjir Tak Tulus

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global