Puluhan Ribu Rakyat Rusia Melakukan Demonstrasi Besar-besaran di Seluruh Kota-kota Utama


 Puluhan ribu orang berunjuk rasa di semu kota di Rusia memprotes dugaan kecurangan pemilu parlemen dan menuntut pemilu ulang, Ahad, 11/12/2011 waktu setempat. Sekitar 50.000 orang berkumpul di dekat Kremlin penetapan Partai Rusia Bersatu pimpinan Vladinir Putin sebagai pemenang pemilu.
Resolusi untuk menolak pengumuman pemenang pemilu yang dijadwalkan pada hari Ahad waktu setempat, sudah dicanangkan para pengunjuk rasa.

Selain itu, para demonstran juga menuntut dilaksanakannya pemungutan suara ulang, pengunduran diri ketua komisi pemilu Vladimir Churov dan menyelidiki dugaan kecurangan dan membebaskan para pengunjuk rasa yang ditahan.

Sebelumnya, polisi menahan sedikitnya 1.000 pengunjuk rasa yang menggelar aksi tak lama setelah hasil pemungutan suara diumumkan pada Jumat (9/12), salah satunya adalah aktivis anti korupsi Alexei Navalny.

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin selama satu dekade kekuasaannya tak pernah menghadapi aksi unjuk rasa sebesar ini.

Aksi serupa juga digelar di kota-kota utama di Rusia. Di Novosibirsk 3500 (orang), Ekatirinburg 1000, Kaliningrad 200, Pskov 600, UFA 1000, Yaroslavl 700, Ulyanovsk 400, Murmansk 600, Chelyabinsk 1500, Tomsk 1500, Petrozavodsk 300, Krasnodar 400, Astrakhan 150, Kazan 400, Volgograd 250, Penza 500, Arkhangelsk 500, Barnaul 1000 dan juga di kota-kota lainnya.

Sedangkan di St Petersburg, kota terbesar kedua Rusia, menurut wartawan BBC Richard Galpin, sedikitnya 10.000 orang berkumpul di Lapangan Pionerskaya menyerukan pemilihan ulang dan pengunduran diri Vladimir Putin.

Secara umum, aksi unjuk rasa tersebut berjalan lancar, tetapi di beberapa kota, puluhan demonstran ditahan. Menanggapi aksi unjuk rasa besar-besaran ini nampaknya pemerintah Rusia bersikukuh tidak akan memenuhi tuntutan para demonstran.

"Dengan segala hormat kepada rakyat yang berunjuk rasa, mereka bukanlah partai politik," kata seorang anggota parlemen Partai Rusia Bersatu, Konstantin Kosachyov mewakili Kremlin.

"Saya tak terkait partai politik manapun. Saya hanya seorang mahasiswa yang lelah dengan semua kebohongan ini," kata Daniil Klubov yang mengaku diancam untuk tidak menghadiri unjuk rasa.

Klubov menambahkan dia dan teman-temannya menerima ancaman lewat vKontakte, situs jejaring sosial semacam Facebook. Mereka diancam akan dikeluarkan dari universitas hingga ancaman penangkapan jika tetap menghadiri unjuk rasa.

"Beberapa orang memang ketakutan namun lebih banyak orang yang memahami bahwa semakin banyak yang berunjuk rasa maka peluang kami semakin besar," tambah Klubov.

Pengunjuk rasa di kota pelabuhan Pasifikl, Vladivostok mengibarkan spanduk berbunyi "Tikus harus pergi!" serta "Penipu dan pencuri - kembalikan pemilu kami!"

Di Kurgan, perbatasan Kazakhstan, polisi membubarkan unjuk rasa tidak berizin yang diikuti antara 200-400 orang yang berkumpul di lapangan kota dalam cuaca dingin.

Di Novosibirk nekat ribuan orang berunjuk rasa dalam cuaca beku minus 20 derajat C selama dua jam. Sementara di Yekaterinburg meneriakkan "Pembebasan tahanan politik" dan "Rusia tanpa Putin", seorang pengunjuk rasa mengibarkan spanduk bergambar beruang yang ditusuk kayu tajam. Beruang adalah lambang Partai Rusia Bersatu.

Di Kazan, sekitar 100 orang yang berusia 20-25 tahun ditahan dalam aksi unjuk rasa tersebut. Mereka tidak setuju dengan hasil pemilihan. Ini penangkapan paling banyak selama demonstraski di seluruh Rusia

Demikianlah, rakyat Rusia mulai bosan dengan kepemimpinan rezim Putin. Akankah aksi unjuk rasa ini mengarah kepada sebuah revolusi sebagaimana berkembang di dunia Arab? Yang jelas, jika pemerintah tidak membuat konsesi, kemungkinan protes akan terus berlanjut.
Namun, bagi kaum Muslim, rezim Putin Rusia masih dikenal sebagai rezim yang bengis yang terus memerangi para pengemban dakwah. Banyak para pemuda penyeru syariah dan khilafah dijebloskan ke penjara-penjara tanpa bukti yang jelas. Beberapa laporan tentang adanya penganiayaan tersebut telah banyak dipublikasikan sampai suatu saat kemenangan Islam tiba dengan tegakkan Khilafah Islamiyyah. Insya Allah, semakin dekat. [f/bbc/hzbrsia/syabab.com]

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Puluhan Ribu Rakyat Rusia Melakukan Demonstrasi Besar-besaran di Seluruh Kota-kota Utama

Leave comment

Gamis Murah

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global